Istri Hasil Taruhan #04

0
84
views

Bertepan dengan itu Fajar menatap pungung Senja yang perlahan lenyap dari pandangan.

“Kamu gitu deh, Beb, suka ninggalin,” celetuk Sinta.

Uek … rasanya Fajar mau muntah mendengar ucapan Sinta meskipun dia pacarnya tetapi dia sedikit canggung dengan wanita satu ini.
Sinta menarik tangan Fajar menuju kantin.

Ting ….

Suara bel masuk berbunyi, Fajar menghela nafas lega.

“Udah bel, gue duluan ya.” pamit Fajar meninggalkan Sinta yang terlihat kesal.

Sampai di kelas suasana kacau ditambah lagi gurunya yang belum datang.
Disaat yang lainnya ribut, ada yang nyanyi dengan suara cempreng, ada yang menepuk meja sebagai alat musik, ada yang tidur, ada yang pacaran satu kursi dua orang, dan ada juga yang melamun, oh lengkap sudah. Sedangkan Senja asyik membaca novel tanpa dia sadari ada dua lelaki yang tengah menatapnya.

“Sungguh beda,” batin Bagas menatap Senja.
“Ahk, apaan sih, kok tiba-tiba menatap dia dengan kagum begitu.” Bagas meracau dan menepis jauh pemikirannya.

“Senja,” panggil Fajar, sontak semua isi kelas itu menatap Fajar heran. Fajar mendekati Senja, Senja tidak menanggapi dia terus berlanjut membaca buku yang dipegangnya.

“Mau jahili Senja ya, Jar, sini gue bantuin,” ucap Sinta setengah berteriak. Fajar menyungging senyum sinis ke arah Sinta.

“Tidak perlu,” ketus Fajar.
“Huh,” dengus Sinta.
“Mau ngapain lo dekatin cewek kurus itu, Jar?” tanya Afdal tanpa ragu.

“Kita mau kok bantu,” teriak teman yang lainnya.
“Huft … diem,” tegas Fajar menatap tajam.

Bagas memicingkan matanya, seperti ada api cemburu di dalam dadanya saat melihat Fajar menatap Senja lekat tanpa berkedip.

“Senja,” panggil Fajar lirih setengah berdiri. Senja terkejut, dia takut kalau Fajar akan menjahilinya dengan cara halus. Sebab Fajar pernah mengerjainya dulu.

Main tebak-tebakan yuk, kira-kira Fajar mau ngapain?

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here