Istri Hasil Taruhan #03

0
312
views
“Ekhem.” Seseorang berdehem di belakang Senja, berdiri melipatkan tangan di dada cukup keren namun, terkesan sombong.
Senja mengalih pandangan, melotot sekaligus menatap aneh orang yang berada di depannya sekarang. Orang itu siapa lagi kalau bukan Fajar.
“Gue mau lo jadi pacar ….” ucapan Fajar terjeda saat melihat mimik wajah Senja dan memicingkan mata.
“Sejak kapan lo kesamber petir. Jhahaha ….” ucap Senja diiringi tawa mengejek.
“Pokoknya harus!” tegas Fajar. tidak lama kemudian Bagas dan Afdal menyusul.
Senja menyentuh dahi Fajar, sedangkan yang disentuh langsung menepis kasar baru saja dia mau protes Senja lebih dulu memotongnya.
“Habis obat ya?” tanya Senja ketus tersenyum sinis.
“Arghat!” kesal Fajar.
“Dasar betina, sukanya nggak nyambung. Berani-beraninya bilang gue kehabisan obat, lo fikir gue udah gila apa.” Fajar hendak menampar Senja namun, dengan segera Bagas menahannya.
“Apaan sih nggak jelas,” umpat Senja meninggalkan mereka.
“Fajar,” panggil seseorang, Senja menghentikan langkahnya sejenak berbalik mencari sosok siapa yang memanggil Fajar.
“Sinta,” gumam Fajar.
“Darimana aja sih lo, gue daritadi nyariin lo tau nggak,” ucap Sinta Maharani terlihat manja yang sengaja dibuat-buat bahkan dengan santainya dia bergelayut di lengan Fajar.
Senja yang melihat itu merasa tidak penting, bodo amat lekas pergi dari lokasi tersebut.
“Ada apa nyariin gue?” tanya Fajar dingin.
“Ihk, guekan pacar lo wajar dong kalo gue nyariin lo, gue kangen,” ucap Sinta bernada manja sambil mengedip mata sebelah.
“Oh,” sahut Fajar sambil melepas pegangan Sinta.
“Cuek amat sih say, ke kantin yuk,” ajaknya meraih lagi tangan Fajar.
“Duluan aja, gue udah bareng teman.”
“Jaga sikap lo, Jar,” ketus Bagas meninggalkan lokasi itu disusul oleh Afdal.
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here