Guru Killer Vs Siswi Bandel #47

0
81
views

Kemarahan Zain


Satu bulan kemudian

Melalui hari-hari dengan memasuki kelas baru yakni kelas 12 IPS 1 sangat menyenangkan bagi geng bebas. Apalagi Zain, ia sekarang sudah menjadi super star di sekolah. Para siswi-siswi mengidolakannya. Kata mereka Zainal Alfaro sekarang mirip artis Rizki Nazar.

Berbeda dengan geng beauty, geng tersebut sudah renggang. Sang ketua geng yang bernama Filda Angraini sering menyendiri dalam kesunyian, hatinya telah hampa.

Apalagi sang kekasih sandiwaranya dulu sudah berubah menjadi pria tampan. Bagaikan sulap, namun sekilas seperti oppa Korea, kata zaman sekarang.

Siapa yang tak terpukau dengan Zainal, setiap wanita ingin berkenalan dengannya.

….

Zain terpilih sebagai ketua kelas dan Filda dinobatkan sebagai sekretaris. Itu adalah pilihan siswa-siswi kelas 12 IPS 1. Hal tersebut diajukan oleh Zela. Sebab, ia ingin melihat Zain sejauh mana kebenciannya terhadap Filda.

Sang ketua kelas sangat membenci sekretaris kelas. Tak jarang Zain sering meluapkan emosi terhadap Filda, namun ia hanya terdiam tak menanggapi kemarahan itu.

Contohnya seperti pagi ini, Filda tak mengambil daftar absen di kantor, padahal mata pelajaran pertama akan dimulai.

“Kebiasaan, absen kelas belum diambil!” Zain angkat bicara, tatapannya melayang ke arah Filda yang sedang duduk di kursinya yang tengah mencatat.

“Yang merasa sebagai sekretaris, silahkan ambil absen!” teriak lagi Zain.

Filda tak ambil pusing, ia hanya sibuk dengan aktivitasnya sendiri, membuat ketua kelas yang berbicara di depan sana, emosi.

“Kamu tuli, saya sedang bicara!” Zain memukul meja yang ditempati Filda.

“Ambil absen sekarang!

Zain sudah berbeda dengan yang dulu. Ya, dulu sering dipanggil cupkamseupai oleh Filda, namun nyatanya sekarang sudah berubah menjadi monster menakutkan.

“Kembalikan buku dan penaku,” ucap Filda ingin mengambil bukunya, akan tetapi benda tersebut diangkat ke atas oleh Zain.

“Jangan, itu buku tugasku!”

“Oh, ya.”

Tanpa basa-basi Zain merobek buku tersebut. Lalu dihamburkan di depan Filda.

“Wow, primitif. Sepertinya di sini belum ditemukan tatakrama,” ucap Desya melongo.

Yang lainnya pun kaget bukan main dengan Zain yang berani merobek buku tugas Filda dengan tangannya sendiri. Inikah yang dinamakan balas dendam?

***

Gimana ni lanjut kha?

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here