Guru Killer Vs Siswi Bandel #44

0
45
views

Surprise


Di malam yang sunyi. Bintang-bintang bertaburan indah di atas langit sana. Bulan purnama ikut menerangi kegelapan.

Wajah yang diterpa oleh hembusan angin. Angin yang mendera menjadi untaian mutiara cinta romantis bagi sebagian orang.

Gadis yang tengah duduk di sebuah taman, ditemani temaram lampu-lampu yang begitu indah. Sebuah taman yang sengaja dihiasi dengan berbagai jenis bunga bahkan balon berwarna-warni menambah suasana menjadi lebih indah dipandang netra.

Berjalan menyusuri tanaman yang sengaja dibuat tersebut, sang gadis merentangkan tangannya lalu memejamkan mata. Rasa bahagia menyelimuti hati.

“Kamu suka?” Tiba-tiba ada suara dari arah samping sang gadis.
“Ini, apa? Kok, taman rumahmu dihias seperti ini?”
“Sengaja.”
“Untuk?”
“Kejutan.”
Seketika mata si gadis ditutup oleh kain.
“Maaf ya, matanya ditutup dulu.”
“Emang kita mau kemana?”

Radit menuntun pujaan hatinya untuk memperlihatkan sesuatu.
“Surprise!” Kain yang menutup mata Zela dibuka
Mata membola, menatap disekelilingnya.

Taman mini di samping rumah sang guru, malam ini disulap menjadi taman yang indah. Ya, taman tersebut dilukis dengan taburan bunga marah merah putih sehingga berbentuk hati. Di tengah-tengahnya ada lilin yang menyala dengan bentuk tulisan RA
“Lilin berbentuk RA?” tanya Zela menatap lilin.
“Hm, gimana?”

“Wah, Pak Guru, beautiful and wonderful!” teriak Zela kegirangan.
Gadis dengan pakaian dress warna putih tersebut berpose dengan gaya ala-alannya. Membuat Radit menggelengkan kepala melihat tingkah muridnya yang mendapatkan peringkat satu itu.
“Saya tahu ini kejutan, karena sudah dapat rangking satu?” tanya Zela sambil menarik tangan Radit untuk berfoto di tengah-tengah lingkaran gambar bentuk hati.
“Senyum manis dong Pak Guru, jangan dijelekin gitu mukanya.” Zela memanyunkan bibir usai melihat hasil jepretan kamera, yang ternyata muka Radit sengaja ia jelekin.
“Ngambek,” ucap Radit sembari memeluknya.

“Makasih sudah belajar dengan baik. Tetap pertahankan rangkingmu sampai selesai sekolah. Dan tentunya kejar cita-citamu sampai tuntas.” Radit mengusap rambut Zela.
”Iya Pak, ini juga berkatmu yang selalu nyemangatin Zela,” jawab Zela dengan senyum khasnya.

Radit mengambil sebuah kotak kecil dari kantong celananya lalu di berikan kepada Zela.
“Kotak apa?” tanya Zela menyeritkan dahi.
“Coba dibuka kotaknya!”
Zela membuka kotak kecil berwarna merah. Lagi-lagi ia terkejut.
Cincin putih
“Untuk saya?” tanya Zela.
“Menurutmu?”
“Mutiaranya berbentuk RA lagi?”

Lagi-lagi hadiah yang diberikan sang kekasih berbentuk perhiasan dengan tulisan RA.
“R artinya Raditya dan A artinya Azalea. Jangan heran gitu, lagian kamu juga sudah tahu,” ucap Radit tertawa renyah melihat ekspresi wajah lucu Zela.
Radit mengambil cincin putih tersebut dari tangan Zela lalu dipasangkan di jari manis milik Zela.

“Pak Radit, terimakasih,” ucap Zela terharu.
“Pak Guru, bisa minta tolong?”

“Apa?”
“Bisa duduk sebentar.”
Radit duduk dan Zela membuka kalung liontin yang ada di lehernya.
“Maaf, Pak.”

Zela memasangkan kalung tersebut di leher Radit.
“Karna Pak Radit sudah masangin cincin berati liontinya untukmu, supaya adil. Saya pake cincin dan Pak Radit pake kalungnya. Ngga apa-apakan?”
Radit hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu Zela malam ini.

***
Jangan lupa komen. Supaya tambah semangat untuk ngetiknya.

Bersambung

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here