Guru Killer Vs Siswi Bandel #40

0
149
views

Halalkan Aku


Taman yang dulu perna menjadi tempat privat. Dimana tempat tersebut Azalea sering menggombal gurunya dengan kata-kata puitisnya. Jika mengingat kejadian tersebut bergidik ngeri. Lucu bercampur lucu.

Taman di depan rumah Radit. Ya, guru dan siswi tersebut lagi rebahan di tikar dengan aktivitas masing-masing. Radit sedang berhadapan dengan laptopnya sementara Zela lagi duduk di bawah pohon mangga sembari memainkan gitar milik Radit.
Melihat sang ke kasih sibuk dengan urusannya sendiri, membuat jiwa gadis cantik tersebut merontah-rontah ingin diperhatikan. Ah, ia sibuk sekali. Laptop menjadi titik fokusnya sekarang.

“Pak Radit ngga kangen sama Zela? Sudah satu Minggu lho, kita tak berjumpa,” ucap gadis yang duduk bersandar di pohon mangga sana.
“Maaf, ya, Zela akhir-akhir ini memang saya lagi sibuk,” ucapnya fokus pada layar laptop.

Ke dua insan tersebut memang baru berjumpa, sebab Radit akhir-akhir ini sibuk mengurus bisnis.

Selain menjadi seorang guru matematika di sekolah. Pria berperawakan tinggi tersebut, kini sibuk dengan berbagai bisnis, sebab bisnis tersebut harus ia tangani secepatnya agar terhubung dengan kuat dan baik dikalangan persaingan sekarang.
Perusahan lmphone Gebyar/IG, itulah salah satu perusahan terbesar. Perusahan milik pengusaha kaya, kakek dari Radit Pradana yakni Ramli Pradana. Sang kakek telah memberikan instruksi bahwa secepatnya ia harus menjabat sebagai pimimpin sebab kakeknya sudah lansia.

“Emang sibuk apa? Dari tadi saya ngga dilirik,” ucap Zela cemberut.
“Untuk masa depan,” balas Radit.
“Owh,” ucap Zela lesu.
“Oh, ya, Zela masih ingat ngga, di sini dulu kamu sering gombal. Gombalin dong,” ucap Radit tersenyum.
“Emang mau digombalin?”
“Pengen saja, pasti seru.”
“Oke, tapi hentikan dulu aktivitasmu sebentar.”
Radit menatap ke arah gadis yang jauh sekitar satu meter darinya.
“Tau ngga bedanya Pak Guru dengan gitar?”
“Ngga.”
“Jika gitar akan menciptakan sebuah irama melodi yang merdu nan indah. Kalau Pak Guru pasti bedah. Bedahnya adalah kamu menciptakan kedamaian cinta dalam hidupku.”
Ea … eaaa
“Gimana? Bagus kan?”
“Mantab … mantab.” Radit mengajukan satu jempol lalu melanjutkan aktivitasnya.
“Sekarang giliran Pak Radit yang gombal. Ini merupakan tantangan untukmu, apakah bisa?”
“Harus?”
“Ho’oh.”
Radit berpikir sejenak lalu ide jahilnya muncul.
“Tahu ngga pantat panci gosong?”
“Ya, tahu dong.”
“Tepat sekali, kamu mirip itu.”
What?
“Disamain dengan pantat panci gosong?!”
“Ya, kira-kira begitu.”
Zela membuang gitar ke sembarangan arah, lalu berdiri mengejar Radit, yang sudah lama lama berlari. Ranting kayu mangga menjadi senjata.
“Astaga! Di samain dengan pantat panci gosong hadeww. Haruduang haruduang haruduang, panas panas panas, hateko,” ucap Azalea sembari bernyanyi, tangannya memukul betis Radit hingga memerah.
“Sudah Zela! Hentikan, geli!”
“Itu namanya bukan gombalan, tapi hinaan, beud!”
Mata membola, ekspresi wajahnya menggemaskan, membuat Radit geli melihat muka siswi kesayangnya itu.
Tiba-tiba tangan Zela ditarik dalam dekapan. “Rindu.”
“Pak Radit?”
“Apa?”
“Aishiteru.”
Radit tertawa renya, sembari mengacak rambut siswinya itu.
“Lebay.”
“Ngga kok, emang gitu adanya.”
“Belajar dengan baik, mimggu depan ulangan penaikan kelas,” ucap Radit.
“Humm, kalau saya dapat rangking, Pak Radit mau ngasih hadiah apa?”
“Yakin dapat rangking?”
“Yakin 100% setidaknya targetku harus masuk tiga besar.”
“Bagus, saya suka semangatmu. Buktikan, jika kamu masuk tiga besar saya beri hadiah.”
“Benaran?” tanya Zela mendonggakan wajahnya menata Radit.
“Hum.” Radit melepaskan pelukannya lalu menuju tikar untuk melajutkan ketikanya.

Biasanya jika pada pasangan biasanya ada panggilan khusus untuk panggilan kekasih tercinta, namun berbeda dengan mereka. Ia lebih baik saling memanggil dengan nama secara formal. Itu menurut mereka lebih baik.

“Saya hibur ya, Pak, supaya semangat!” teriak Zela ditempatnya semula.
“Emang dihibur dengan apa?”
“Satu, dua, tiga.”
Gadis imut itu memainkan gitar sehingga menghasilkan nada yang indah. Alunan setiap irama begitu menyadayu-dayu di telinga, sehingga menciptakan suana sore menuju senja begitu syahdu.

Azalea bernyanyi dengan suara versinya.
-Bukanya aku tak percaya yang namanya cinta
-Tapi aku menyakinkan setiap insan pasti merasakanya.
-Buktikanlah bukan hanya ucapan semata
-Sampai tiba saatnya yakinkan diriku kepadamu.
-Halalkan aku agar cinta kita menjadi sempurna
Ho … ho … ho
Aku akan berjanji
Mencintaimu sampai mati
Dan kelak ditadirkan bersama
Ku harap karna ridoh-Nya.
Dan aku akan menjadi
Milikmu sepenuh hati
Tanpa ada kata berpisah
Bersamamu selamnya
Hahalkan aku
Agar cinta kita jadi sempurna.
Radit yang asyik mendengarkan lagu Zela, ia ikut nimbrung.
Aku juga berjanji Mencintamu sampai mati
Kelak kita akan bersama
Menuju jalan ridohn-Nya.

Radit bertepuk tangan dengan meriah. Sekali menaikkan kedua jempolnya ke arah gadis yang tengah usai bernyanyi.

“Tapi lagumu menohok hati Zela?”
“Maksudnya?”
“Halalkan aku.”
“Ya, emang. Peka dong.”
“Ya, ampun sayang. Kamu itu masih sekolah selesai pendidikanmu dulu baru saya pinang.”
“Kalau keduluan sama yang lain gimana?”
“Berati bukan jodoh.”
“Ah, Pak Radit, ngesalin!”
“Zela sini ada yang saya mau bicaraain.”
Zela langsung berdiri menuju Radit. Dan duduk di sampingnya.
“Kenapa? Kok tiba-tiba serius gitu wajahnya?”
“Umm, ah, gimana cara ngomongnya.” Radit menggaruk kepala yang tak gatal. Bingung.
“Apa ya?”
“Astaga, ngomong saja kali, Pak.”
“Maaf Zela besok saya mau ke Singapura.”
“Hah?”
Zela kaget, bagaimana tidak, kenapa baru dibicarakan sekarang, jika gurunya itu akan pergi jauh.
“Karna ada urusan bisnis. Minggu depan baru masuk, pas kalian sudah ulangan,” lanjutnya.
“Lagian saya sudah siapkan kisi-kisi soal, untuk kalian pelajari.”
Zela mulai berkaca-kaca. “Kenapa baru ngomong Pak?”
“Maaf, ini mendadak.”
“Tapi saya yang mendadak nyaris pingsan.”

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here