Guru Killer Vs Siswi Bandel #39

0
98
views

Menyatakan Cinta Namun Ditolak


Duduk berdua di tepi pantai, menikmati indahnya panorama alam. Semiliar angin sepoi-sepoi menerpa wajah keduanya.

Senyum melekat di bibir gadis berlesung pipi tersebut. Pandanganya tertuju pada pria yang tak henti-hentinya berbicara ria.

“Kamu tahu, laut adalah temanku,” ucap lelaki berkacamata.

“Maksudnya?” tanya sang gadis.

“Jika di kampung, saya sering berenang. Itu adalah hobiku.” Zain tersenyum, lalu berdiri membuang batu ke dasar air.

“Wow, luar biasa.” Filda memuji.

“Kalau kamu apa hobimu?”

“Memangdangmu tersenyum.”

Zain seketika menghentikan aktivitasnya melempar batu, lalu menatap Filda dengan tatapan bingung.

Zain tidak canggung lagi terhadap Filda. Mereka sudah sering bersama baik dalam mengerjakan tugas sekolah ataupun hanya sekedar jalan-jalan.

Filda selalu memperlakukan Zain dengan baik. Tidak seperti dulu yang sering dibully. Ia selalu menunjukkan sikap yang baik. Sering memberikan kejutan dan hadiah.

“Maksudnya?”

Filda mendekat ke arah Zain. Lalu menatap wajah Zain dengan lekat.

“Za, jujur saya tak bisa jauh darimu. Kamu adalah orang yang pertamakali saya dekati, selama ini saya tak perna dekat sama siapapun, selain Rasti dan Farisa.” Filda berbicara serius.

Zain hanya terdiam, lalu memfokuskan pandangnya ke arah pantai. Posisinya membelakangi Filda.

“Zain, kenapa cuma diam?” tanya Filda.

“Zain, saya mencintaimu.”

Deg

Filda telah menyatakan perasaan cinta terhadap Zain.

Lagi-lagi Zain hanya terdiam. Tidak mungkin, jika Filda mencintainya. Mungkin ini hanya mimpi atau salah dengar.

“Za! Kenapa diam?!” teriak Filda dihadapan Zain.

“Zain Alfaro! Saya lagi ngomong!”

“Kamu jangan main-main dengan cinta Filda. Ngga mungkin kamu jatuh cinta sama orang seperti saya. Ngga mungkin.” Zain menoleh ke samping tak mau bersitatap dengan sang gadis yang sudah menyatakan cinta tersebut.

“Kenapa? Salah?” tanya Filda meraih tangan Zain dan menggegamnya erat.

Zain tersenyum. “Jelas salah Filda.” Zain melepaskan tangan Filda.

“Za, kita dekat sudah lama, saya juga butuh status dan kejelasan dengan kedekatan kita.”

“Maaf.”

Zain berlari menyusuri pantai, namun Filda tak menyerah ia berlari lalu memeluk Zain dari belakang.

“Zain, jangan tinggalkan saya. Jujur tanpamu hatiku akan hancur.”

“Lepasin Filda!” teriak Zain

“Tidak!”

“Saya tidak cinta denganmu,” ucap Zain pelan.

Seketika Filda melepaskan pelukannya. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Kenapa Zain? Kenapa?!”

“Jahat! Kamu jahat! Jahaat!” Filda melayangkan pukulan di bahu Zain. Lalu gadis tersebut berlari menuju batu besar nan tinggi.

Sesampainya di atas ia merentangkan tangan lalu …

Byur

Filda menjatuhkan tubuhnya ke dasar air.

Zain menyaksikan kejadian itu langsung berlari dan menatap ke bawah.

“Filda!!”

Nekat sekali!

Zain tanpa membuang waktu ia ikut menjatuhkan tubuhnya ke air demi menyelamatkan Filda.

Bersambung

Baca sebelumnya

Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here