Guru Killer Vs Siswi Bandel #38

0
90
views

Takkan Terganti, Raditya


Malam malam aku sendiri tanpa cintamu lagi … hoooo

Zain mendengarkan musik sambil membaca buku, begitulah kebiasaanya. Tiba-tiba ada notifikasi pesan WhatsApp.

Nomor tak dikenal?

Menyeritkan dahi sambil menatap layar handpone, nomor milik siapa?

[Hay]

Begitulah isi pesannya.

Sekitar lima menit, muncul lagi pesan dengan nomor yang sama. Tapi kali ini mengirim foto.

“Filda Angraini?” gumamnya dengan mata membola.

[Kok, ngga dibalas, saya Filda]

Filda mengirim pesan lagi.

Dibalas tidak, dibalas, dibalas tidak, dibalas. Zain menghitung sepuluh jari tangannya. Ah, bingung, lalu mengacak rambutnya dengan frustasi.

Kenapa tiba-tiba Filda baik dengannya? Sekarang ia mengirimkan pesan segala?.

….

“Kurang asam, chatku ngga dibalas, benar-benar!!” Filda merasa geram sebab dari tadi ia menunggu balasan pesan.

Dengan emosi ia kembali mengetik.

[Marah, ya, sama saya? Karena selama ini saya sering membulimu. Kalau masalah itu saya minta maaf. Mau kah kamu memaafkan ku?]

Sed

Sudah centang biru, namun belum ada balasan juga.

Bhulsit!

[Ngga ada masalah, Filda. Sebelum kamu minta maaf saya sudah maafin]

Filda tersenyum bahagia, ternyata bisa saja dibodohi. Melancarkan aksi dengan pura-pura jatuh cinta ternyata akan muda.

“Dasar cupkamseupai, bodoh sekali kamu. Mau saja dibodohi. Cuma otakmu saja pintar dengan pelajaran. Namun, dalam hal sandiwara cinta, sangat tolol.” Filda merasa puas.

[Malam mingguan, Yuk]

[Di mana?]

[Di hatimu yang akan menyatuh dengan hatiku]

Dikirim dengan emot ngangak.

Kali ini Zain tidak lama lagi membalas chat dari Filda.

[Saya, jemput ya, kita jalan-jalan, pasti seru. Jangan belajar terus, butuh refreshing Thu otak]

….

Sementara ditempat lain, diruang kerja. Ada seorang guru dan siswi. Sang guru serius mengetik di layar laptop. Sedangkan siswi mengerjakan soal.

“Orang malam mingguan pada jalan-jalan. Ini, saya malah disuruh belajar dengan mengerjakan soal matematika, try out pula. Saya kan, bukan kelas 12, Pak.” Zela uring-uringan dari tadi.

Ya, gadis itu lagi ngambek sebab dari tadi ia hanya mengerjakan soal-soal yang diperintahkan Radit.

Awalnya Zela bahagia, dikiranya ia akan diajak jalan-jalan seperti pada pasangan umumnya, yakni malam mingguan. Ah, ternyata tebakannya salah.

Biasanya orang pada malam mingguan, seperti menjangak pasangan dinner atau jalan-jalan lalu diberi kejutan. Ah, lagi-lagi Zela tebakannya salah.

Menjadi pasangan seorang guru itu ternyata tidak semudah dalam bayangan, namun malah nyiksa diri. Bagaimana tidak, contohnya malam ini, Zela malah disuruh membantu memeriksa lembar jawaban matematika kelas 12. Usai itu, disungguhkan dengan menyelesaikan soal pilihan ganda 40 nomor pula.

Ah, membosankan!!

“Pak Radit, kita jalan, yuk, setidaknya kita makan somai kek, bakso gitu.” Zela merengek.

Namun, Radit serius dengan mengetik di layar laptopnya. Membuat yang berbicara tambah pusing.

Dikacangin, dianggurin, bukan diapelin.

“Jangan gitu, Zela! Kerjakan apa yang saya perintahkan!” teriak Radit tanpa menoleh.

“Ini, penyiksaan Pak, dari tadi saya sudah bantu memeriksa lembaran jawaban, mana banyaknya lagi. Ih, ngga romantis,” ucap Zela kesal dengan memanyunkan bibirnya.

“Selesai kerja yang ini, saya akan periksa, awas kalau ada yang salah, dihukum,” ucap lagi Radit.

“Lah, wajarlah Pak, kalau ada yang salah. Lagipula soalnya banyak ini. Saya ngga sanggup Roma!” teriak Zela dengan suara dibuat-buat.

“Serius Zela!!”

Beberapa menit kemudian, Zela merentangkan tangannya tandanya ia sudah selesai mengerjakan soal. Namun, Pak Radit masih betah dengan layar laptop.

“Pak Radit, emang ngga capeh dari tadi matanya di layar terus. Sesekali dong, lirik Zela yang cantik membahana ini, supaya otaknya segar.” Zela mendekat.

“Sudah selesai?”

“Ho’oh.”

“Buatin saya kopi.”

“What? Belum jadi istri saja, saya sudah disiksa kayak gini, gimana kalau sudah jadi. Mamae, tak terbayangkan.”

Zela meradang, menepuk jidatnya sendiri. Baru selesai yang satu, disuruh yang lain lagi. Duh, malam minggu yang menyebalkan.

“Ikhlas ngga?”

“Baik, Pak Guru yang tampan sejagat raya!” teriak Zela tepat ditelinga Radit.

Usai membuat segelas kopi, Zela menyimpannya di atas meja, di samping laptop.

“Ini kopinya, Pak.”

“Umm makasih cantik.” Radit tersenyum ke arah yang telah membuat kopi namun ia, hanya manyun tak membalas senyuman.

“Senyum itu ibadah Zela, jangan dibalas manyun gitu,” ucap Radit.

“Biarin, Pak Radit nyebelin, ngeseselin, jeles saya malam ni,” balas Zela sembari duduk di kursi.

“Pak Radit, saya mau pulang saja deh.”

“Eh, kenapa? Bukanya tadi Mama sudah nelpon ayah dan bundamu, kamu nginap di sini? Ngga boleh pulang duduk!” Radit melotot.

“Kumenagis membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku,” Zela menyanyi dengan gaya menarik pintu sebagai temanya.

….

Zain dan Filda sudah sampai di sebuah restoran mewah.

Sesekali mata Zain hanya bisa melongo melihat ruangan yang begitu fantastis menurutnya, meja bernuansa kaca dipadu dengan tempat duduk yang empuk. Perpaduan yang luar biasa.

“Hey, kenapa bengong. Ayo, silahkan pesan.” Filda menyentuh tangan Zain.

“Eh, maaf.” Zain langsung tersentak kaget.

“Kenapa?”

Zain menggeleng.

“Ya, sudah, tunggu di sini, saya ke belakang dulu. Ingat jangan kemana-mana,” ucap Filda sembari berjalan pergi.

Beberapa menit kemudian ia datang membawa beberapa kariyawan dengan nampan berbagai jenis makanan.

Zain lagi-lagi terkejut, kini meja penuh dengan hidangan makanan lezat.

“Santai saja, Za, ini restorant milik ibuku. Jadi, kalau mau makan, makan saja jangan malu-malu.” Filda tersenyum dengan megedipkan satu mata, membuat Zain salah tingkah.

“Kenapa malah diam? Kamu itu dari tadi diam terus. Ngga suka?” tanya Filda. Zain menggeleng yang sekian kalinya.

Pria berkacamata tersebut, dari tadi banyak diam. Melihat Filda yang tiba-tiba berbuat baik padanya. Nah, sekarang ia mengajaknya di restoran milik ibunya. Benar-benar aneh.

“Za, makan dong, jangan diliatin doang. Ini anggap saja sebagai permohonan maafku. Tapi kalau kamu ngga maafin saya, ngga ada masalah. Yang penting saya sudah berusaha untuk memperbaikinya.” Filda berkaca-kaca.

Air mata benaran atau hanya buaya. Entah.

“Maaf, Filda.”

“Ya, sudah kalau gitu saya siapin. Okey,” ucap Filda semangat membuat Zain melongo.

Hah, disuapin?

Zela dari tadi sudah menguap tandanya ia mengantuk.

“Sudah ngantuk?” tanya Radit sembari mungusap rambut Zela, yang dari tadi ia baringkan di atas meja.

“Umm,” jawab Zela membangunkan kepalanya lalu mengucek matanya.

“Saya minta maaf, tadi sudah ngerepotin.”

“Ngga apa-apa Pak, hehe. Santai saja.”

“Karna kamu sudah membantuku, jadi ada kejutan untukmu. Mau ngga?”

“Emang kejutan apa?”

Radit matik tangan Zela lalu menuju ruangan musik.

“Karna kamu sudah membantuku, saya akan menyanyikan sebuah lagu untukmu. Mau?”

Zela kegirangan, rasa mengantuknya seketika hilang.

“Mau, Pak.”

“Oke, dengarin, yaa.”

Radit mulai menekan tombol piano. Iramanya begitu syahdu menyadu-dayu. Melodi setiap nada begitu merdu terdengar. Sungguh indah.

Takkan Terganti

Ku bersyukur memiliki kamu

Ku bahagia ada di sampingmu

Hati ini terasa tenang

Bila bersama dirimu

Ku terima kekurangan kamu

Kau terima kekurangan aku

Lengkap lembaran jalanku,

untuk mengarungi disetiap langkahku

Dari dalam hati kau takkan terganti

Sampai nanti aku pergi

Dari dalam hati kau tak akan terganti

Ku cintai kau setulus hati

Ku sayangi sepenuh hati

Ku mohon kau tetap di sini

Menemani sampai akhir waktu nanti

Kan ku jaga slama-lamanya

Sampai raga tak lagi bernyawa

Ku mohon kau tetap setia

Menemaniku sampai akhir dunia.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here