Guru Killer Vs Siswi Bandel #35

0
82
views

Radit feat Azalea, Mahligai Cinta


Usai menyanyikan sebuah lagu berjudul l Mis You, yang di populerkan oleh Irwansyah dan Saskiyah, kamar seketika hening. Azalea hanya menunduk malu, seharusnya tadi tak usah ikutan menyanyi. Ah, jadi serba salah.

Radit duduk di depan piano sambil menatap siswinya. Tak menyangka, ternyata Azalea bagus sekali suaranya.

“Bagus sekali suaramu.” Radit memuji, lalu melanjutkan memainkan irama piano.

“Maaf Pak, saya sudah lancang. Tapi saya ke sini hanya sekedar menjenguk saja,” ucapnya belum berani mendoggakan wajahnya.

Radit tersenyum. “Tak ada masalah.”

“Pasti Pak Radit sakit, gegara nyembur di kolam waktu itu kan?” tanya Zela hati-hati.

Radit tak menjawab, ia malah serius memainkan piano.

“Bole kita ulang sekali lagi, bagian reffnya saja.”

Azalea menaikkan wajahnya, melihat sang guru dengan menautkan alisnya.

“Boleh, Pak.” Azalea dengan bahagia menganggukkan kepala. Duh, romantis uy.

“Umm, kalau lagu lain boleh?” tanya Zela malu-malu.

Radit mengehetikan aktivitasnya lalu menatap Zela serius.

“Maaf, Pak, hehehe.” Zela menunduk sambil nyengir kuda.

“Boleh,” jawab Radit.

“Sini duduk di samping.” Radit mengajak Zela duduk di sampingnya, membuat Zela semakin salah tingkah.

Duet lagi, gays.

Romantis!

Zela sudah berulang kali menyebut kalimat tersebut dalam hatinya. Entah kenapa hari ini seperti mendapatkan durian runtuh. Hari ini harus dicatat dalam sejarah sebagai kenangan hidup yang tak akan terlupakan. Harus.

Seandainya Radit menyatakan cinta, lalu setiap hari menyanyi duet seperti ini. Wah, bukan romantis lagi, tapi Roma biskuit kelapa! Enak banget kayak ada manis-manisnya. Duh, kok malah iklan.

Gadis masih dengan seragam sekolah tersebut, duduk di samping Radit, rona di wajahnya semakin jelas, bahwasanya ia sangat bahagia.

“Kenapa senyam-senyum gitu, ada yang lucu?” tanya Radit.

“Romantis.” Refleks, Azalea mengeluarkan kata itu dari bibir mungilnya.

“Hah?”

“Upss, maaf,” ucap Zela menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Salting, woy, salto ingin kuteriak, ingin kumenagis.

“Mau lagu apa?” tanya Radit.

“Umm, lagu yang romantis Pak,” jawab Zela tanpa dosa.

“Lagu yang seperti apa?”

“Kubahagia membayangkan betapa romantisnya dirimu atas diriku.” Ulala, lagu Rossa yang nge-hits di Indosiar diganti liriknya oleh Zela lantaran bapernya. Bahkan menirukan suaranya seperti lagu Rossa tersebut.

Astaga naga di telaga, airnya jernih. Kok, Zela malah bikin malu sendiri.

“Astaga! Maaf, Pak, saya refleks,” ucap Zela sembari memukul kepalnya.

Eror

Ya, mulai eror memang. Bagaimana ngga eror? Guru matematika yang sangat guateng, dianjak nyanyi duet. Moments yang tak terduga. Langka, saudara-saudara.

Sedangkan Radit hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya melihat tingkah muridnya.

“Mau nyinyi duet atau solo, dek?”

Dek?

Brapang pang …

‘Bagaikan kilat yang menyambar hatiku di siang bolong. Kata yang paling uwu terdengar merdu meredupkan jiwaku. Jiwa jombloku merontah-rontah.’

Bagaikan langit di sore hari berwarna biru. Sebiru hatiku.

Bambang tampan sekarang sudah manggil dek. Ya, romantis tingkat dewa. Zela seperti melayang-layang di angkasa, terbang seperti burung merpati. Hari ini suasananya bedah, bedah banget. Pokoknya bedah. Apa bedanya? Ah, entah tak bisa diungkapkan dengan kata.

“Hey!” Radit mengibaskan tangannya di muka Zela.

“Eh, maaf, Pak,” ucap Zela kaget.

“Kenapa?” Kali ini Radit, benar-benar tertawa melihat Zela.

“Kita nyanyi duet saja, bang,” ucap Zela pelan, namun suaranya terdengar jelas oleh Radit.

Dek? Dan bang? Panggilan teruwu. Lihat, Radit belum mengatakan cinta saja Zela, sudah bahagia setengah mati. Apalagi status nama cinta sudah terucap dengan jelas, astaga apa yang akan terjadi, Zela mungkin nyembur di got depan rumahnya.

“Judulnya?”

“Boleh yang romantis-romantis gitu?” tanya Zela menahan senyum di bibirnya.

“Terserah Zela saja.”

“Umm, gimana kalau lagu Mahligai Cinta?”

“Yang mana ya?”

“Itu yang dinyayikana oleh Cut Zuhra dan Jie Komuya.”

Radit berpikir, lalu mengagguk. “Oke, siap-siap, pasang handsetnya.”

Wao.

Semacam langsung siaran di YouTube, paling asyik tiada duanya. Asyik asyik gini hanya untuk dirimu, eh, salah.

“Kita mulai, sudah siap?”

Azalea mengagguk mantap.

“Oke, satu, dua tiga.” Radit mulai menekan tombol-tombol piano dengan seksama dan syahdu. Iramanya yang begitu merdu, alunan melodi yang terpukau.

“Pak tunggu.” Tiba-tiba suara Zela menghentikan irama musik.

“Ada apa?”

“Maaf, Pak, boleh saya Vidio sebagai kenang-kenangan?” tanya Zela.

“Ya.”

Zela dengan senang hati meraih handponenya di tas, lalu menyimpannya tepat dihadapan Meraka.

“Oke, Pak, cap cus, mulai!”

Musik lagu dimulai …

Satu, dua, tiga. Mari kita menyanyi bersama.

….

Radit

Mengenalmu

Anugera terindah yang pernah kumiliki

Kan kujaga kau sepenuh hati

Akhir nafas hidupku

Azalea

Bersamamu

Kutemukan arti cinta sejati

Ingin slalu bersama dirimu

Engkaulah takdirku

Reff

Azelea

Kisah cinta kita kan abadi slamanya

Setia hingga akhir tua

Ku bersumpah slalu di sampingmu

Kan kulalui bersamamu

Radit

Butir-butir cinta memercihkan cahaya

Bertasbih melafazkan cinta

R dan A

Di bawah lagit-Mu bertalihkan kasih

Dua insan bersatu dalam mahligai cinta.

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here