Guru Killer Vs Siswi Bandel #13

0
118
views

Risalah Hati


Belajar dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang luar biasa.

Namun berbeda dengan gadis yang bernama Azalea, ia tak menghiraukan pelajaran sama sekali. Gadis dengan perawakan putih tersebut, tidak menghiraukan gurunya pada saat mengajar atau melakukan les privat.

Ia malah sibuk sendiri dan bahkan berani menggombal gurunya.Sedangkan sang guru dengan sabar menghadapi sifat siswi bandel itu, walaupun hatinya sebenarnya sudah lelah menghadapi tingkah lakunya. Namun kekuatan sabar membuat nyalinya harus bertahan untuk membimbingnya.

Ia yakin bahwa suatu saat nanti pasti bisa menaklukan hatinya….Sudah dua bulan lebih, Azalea les privat, tetapi belum ada hasilnya.

Yang ada hanya gombalan-gombalan receh yang beruntun menghiasi hari guru tampan tersebut.

Sudah berulang kali ia mengatakan jangan ada gombal diantara mereka namun siswinya itu semakin suka melontarkan gombalan mautnya dengan bijak.

Benar-benar siswi legendaris kata kebanyakan orang, Seperti biasa guru dan siswi itu akan melanjutkan les privatnya.

Namun sang siswi tak mendengarkan pada saat menjelaskan pelajaran. Sudah berulang kali ia mengulang untuk menerangkan dengan baik, namun luruh jua kesabaran yang ia pertahankan selama ini. Radit sudah mengeluarkan emosinya yang dari tadi ia tahan.”Pak Guru l Love you bertubi-bertubi.” Azalea berteriak pada saat menerangkan.

Seketika Radit menghentikan aktivitasnya.”Azalea selama ini saya selalu sabar menghadapi sifatmu yang sangat bandel, tapi kenapa tak ada henti-hentinya membuatku tak nyaman!” Radit membuang buku dengan keras tepat dihadapan Zela. Gadis dengan ikatan rambut dikepang itu kaget.

Baru kali itu melihat sang guru memarahinya.”Sampai kapan kamu seperti ini! Saya capeh menggapai sifatmu. Saya juga manusia biasa yang punya kesabaran.

Ya, sudah jika kamu tak niat untuk belajar silahkan.”Azalea yang tadinya mengoceh dengan berbagai kata-kata indah yang dibuat-buat, kini ia terdiam seribu bahasa, kepalanya menunduk ke bawah.”Saya sudah berusaha semampuku untuk membuatmu baik, tapi kamu tak menghargainya.

Ya, sudah les privatnya kita akhiri sampai di sini. Silahkan cari kesenanganmu sendiri.” Tiba-tiba seorang gadis datang dengan mengucapkan salam.”Assalamualaikum, Pak Guru,” sapa sang gadis yang bernama Filda.”Wa’alaikumssalam, Eh, Filda sudah datang,” balas Radit.

Filda menyeritkan dahinya ketika melihat Zela ada juga di sana. Sedangkan Zela juga tak menyangka jika akan ada Filda datang ke rumah Radit.

Bahkan Gadis dengan rambut terurai itu datang dengan sutuasi tidak tepat ia sedang dibentak.”Ya, sudah Filda kita mulai belajarnya ya?”Ya, Filda akan belajar matematika, karena gadis cerdas itu akan mengikuti olimpiade matematika ditingkat provinsi. Dan tepatnya akan diajari oleh Radit.

Memang Filda sudah mengikuti berbagai lomba, namun kali ini ia dipercayakan untuk mengikuti lomba matematika ditingkat provinsi dengan sekolah-sekolah lain.

Bukan cuma Filda yang mengikuti lomba ada juga beberapa siswa lain, tetapi berbeda-beda pelajaran ada fisika, kimia biologi dan PKn. Dan pelajaran matematika yang akan dibimbing oleh Radit.”Gimana Zela, kamu mau ikut belajar atau tidak?” tanya Radit.”Emang Zela mau ikutan Pak?” tanya Filda bingung.

Zela hanya terdiam.”Ya, sudah kita lanjut jangan hiraukan dia.”Deg.Seketika hati Zela seperti keluar dari peranduan setelah mendengar kata tersebut.

Memang kalimat itu terdengar biasa namun menurutnya kalimat itu membuat hatinya terluka.

Zela hanya terdiam ditempat sedangkan Radit dan Filda belajar dengan serius.

Sesekali tawa menghiasi hari mereka di sore yang sudah mulai senja.”Ternyata Filda ini sangat pintar, bahkan soal saya sudah buat sesusah mungkin langsung dijawab tanpa menunggu lama.

Pasti kamu juara ini.” Radit memuji Filda.”Oh, ya, Pak boleh saya ke toilet sebentar dulu,” ucap Filda.”Boleh, silahkan.”Filda berdiri, tak disengaja gadis berambut panjang itu hampir terjatuh kesandung buku tebal dihadapannya.

Namun dengan cepat Radit meraih tangannya.Lagi-lagi Zela melihat pemandangan yang membuatnya seketika merasa ada yang ganjal dalam hati.

Kenapa ya, kok rasanya sekarang berbeda?Entah kenapa hati Zela merasa ada sesuatu yang menggumpal di dalam dada.

Air matanya terang-terangan keluar tanpa permisi.”Maaf, Pak saya permisi,” ucap Zela langsung berlari menuju jalan raya.

Refleks Radit langsung menjatuhkan Filda….Radit menghela nafas, seharusnya minggu kemarin tidak membentak Azalea seperti itu.

Rasanya menyesal sudah membentaknya.”Dit, kok, Zela ngga ada, bisanya kalian belajar di taman?”Tiba-tiba sang ibu bersuara dari ambang pintu.’Waduh kalau saya cerita ke mama bahwa saya dan Zela kami lagi marahan, bisa habis,” batin Radit.”Radit, malah bengong.

Zela mana?” tanya Linda mendekat.”Oh, Zelanya masih diliburkan, karena saya masih fokus ke Filda untuk belajar, karena dia akan ikut olimpiade.” Hanya kata itu yang keluar dari bibirnya.”Umm, padahal Mami kangen dengan gadis comel itu.

Ya, sudah besok ajak ke sini lagi, sekalian Mami ajak tidur di rumah.””I-i-iya, Mi.”…Kamar minimalis indah, ruangan yang penuh dengan berbagai koleksi boneka menghiasi seantoro ruangan, ada boneka Teddy, Dora Emon, Barbie bahkan mobil-mobilan taiyo dan kawan-kawan bertengger di lemari boneka koleksinya.

Kamar yang indah, namun tak seindah hatinya.Irama gitar yang menemani kegundahan hatinya, mengingat hari-hari bersama Radit yang indah kini terasa sudah hilang.

Ia rindu masa-masa dimana ia selalu mengombalinya bahkan menjahilinya dengan berbagai cara.

Namun hal itu sepertinya sudah menjadi kenangan. Entah kenapa rasanya sakit jika Radit bersama Filda. Rasanya tak tak relah.”Bunda, Zela kangen. Sekarang Zela sendiri tak ada yang sayang lagi.

Ayah. Ayah, lebih perhatian sama Diana dan anaknya. Sedangkan saya, kesepian Bunda.” Tangisan gadis imut itu pecah.

Sesat kemudian ia serius menyanyi demi menghilangkan kegundahan hatinya. Irama gitar bermelodi dengan indah menjadi saksi bahwa hatinya sedang terluka.

Risalah HatiHidup tanpa cintamuBagai malam tanpa bintangCintaku tanpa sang utuhBagai deras tanpa hujanJiwaku berbisik lirihHarus milikmuAku bisa membuatmuJatuh cinta kepadaku Meski kau tak cinta kepadakuBeri sedikit waktuBiar cinta datang karna telah terbiasa.

Simpan mawar yang ku beriMungkin wanginya mengilhamiSudikah dirimuUntuk kenali aku duluSebelum kau ludahi akuSebelum kau robek hatiku….Pagi yang cerah, tak secarah hati Zela.

Gadis bandel itu, masih terbaring di atas ranjang dengan posisi menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Ia sengaja hari ini tak mau ke sekolah.

Ia tak mau melihat wajah Radit yang sudah berani membentaknya.

Lebih baik sendiri daripada melihatnya. Malu karena sudah melontarkan kata ‘I Love You’.

Ah, kenapa gadis itu jadi malu sendiri. Makanya jadi orang itu jangan kepdean terlalu level tinggi.

Jadi, malu sendiri kan? Bahkan sakit ati, kwkwk.”Sayang, kenapa masih tidur? Ngga ke sekolah, sudah satu Minggu ngga ke ke sekolah loh,” ucap Diana mengetok pintu kamar anak tirinya.”Kok, ngga nyahut?”Diana membuka pintu, alangkah terkejutnya ia melihat ruangan kamar yang selalu terlihat rapi kini terlihat berantakan.

Tisu-tisu berserakan dimana-mana bahkan boneka-boneka yang tertata rapi ikut berantakan.

“Astagfirullah, apa yang terjadi?” gumam Diana bingung.

“Zela sayang, kamu kenapa? Kok berantakan seperti ini? Kamu ada masalah sayang?””Pergi! Saya pengen sendiri, jangan ganggu saya perusak kebahagiaanku!” teriak Zela bangung dan melihat sang ibu sambung dengan sinis.”Sekarang puas telah mengambil semuanya dariku, ayah lebih sayang kamu dan anakmu daripada saya. Benci dengan semua ini!” Zela sepertinya frustasi.

Hatinya lagi galau.
“Pergi jangan ganggu saya!””Ada apa Ma?” Ayah Zela datang dengan panik.

“Astaga, kamu kenapa sayang?” tanya Lesmana bingung melihat ruangan berantakan.”Saya pengen sendiri.

Tolong keluar dari kamarku,” ucap Zela melirik kesamping tak mau melihat wajah ayahnya.
“Tapi sayang, kamu …”
“Tolong keluar! Saya pengen sendiri!
“Suami istri itu dengan berat hati keluar dari kamar sang gadis.

….Malam kelabu menyusuri kesunyian, Radit berniat ke rumah Zela untuk mengembalikan Handphone milik Zela, yang beberapa bulan kemarin ia sita….

Aduh, gimana ni ceritanya makin ke sini, makin berantakan yaa. Sebenarnya sih ceritanya pengen distop.

Kerena masih banyak ya suport yaa, begituh deh.

Gimana masih pengen dilanjut atau gimana? Kepada pembaca setia dan komen2nya terimakasih, sejauh ini sudah menyemangati.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here