Gadis Pilihan Sang Senior #03

0
68
views
Gadis Pilihan Sang Senior

Salah Paham


Aku sangat terkejut karena teriakan seorang gadis begitu juga dengan Mahendra ia juga terbangun karena terkejut dengan suara teriakan itu. Aku dan Mahendra melihat seorang gadis yang tengah berdiri di depan pintu, dia melihat ke arah kami.

“Kak Mahen,” ucapnya dengan raut wajah heran menghampiri Mahen yang masih duduk di sofa.

“Kenapa, ngagetin aja lu?” tanya Mahendra pada gadis cantik yang memakai rapi seragam sekolah.

“Dia siapa, jangan-jangan dia cewek kakak, kalian,” jawab gadis itu sembari melirik ke arah Mahendra lalu dia memperhatikan diriku.

Betapa terkejutnya diriku ketika Mahendra memberitahu kepada gadis itu yang tak lain adalah adik sepupunya, mengatakan jika diriku adalah pacarnya kami baru saja jadian seminggu yang lalu. Mahendra menjelaskan jika aku terpaksa menginap di rumahnya karena diriku di usir dari rumah. Aku dan adik sepupunya pun berkenalan.

“Mutiara,” ucapku sembari mengulurkan tanganku

“Olivia,” ujarnya menjulurkan tangannya.

Dalam hati, aku merasa kesal karena Mahendra berbohong dengan Olivia mengaku jika aku adalah pacarnya padahal kami baru kenal kemarin. Saat aku ingin memberitahu tentang sebenarnya namun Mahendra malah menginjak kakiku.

Mahendra menjelaskan kepada Olivia yang salah paham tentang aku dan dirinya sudah melakukan hal yang tidak-tidak. Mahendra menjelaskan jika semalam aku tidur di ranjang tempat tidurnya sementara dirinya tidur di sofa namun Olivia tidak percaya. Ia malah mengatakan jika ia tahu bagaimana sikap Mahendra. Jujur apa yang dikatakan oleh Olivia membuatku binggung.

“Ya sudah kalau tidak percaya, sekarang aku sudah berubah,” ucap Mahendra.

“Iya, kami tidak melakukan apapun Via,” jawabku.

Mahendra melihat jam tangannya. Ia terlihat begitu terkejut dan mengatakan.jika sudah siang, pukul 06:30 WIB dia belum bersiap-siap berangkat ke sekolah. Mahendra terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi. Lalu Olivia pun pergi.

“””

10 kemudian. Mahendra berteriak manggil ku dari dalam kamar mandi.

“Tiara, tolong ambilkan gue handuk, gue lupa membawanya!”

“Tidak!” Tolakku padatnya.

“Cepetan, di lemari paling bawa!” Teriaknya lagi

“Iya!”

Aku pun bergegas mencari handuknya di lemari pakaian.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here