Dilema Cinta #08

0
171
views

Tak terasa dua minggu sudah Chiara berada di Jakarta, selama ini ia sudah menyukai sekolah barunya itu. Selain sekolahnya yang luas dan lengkap, disana juga ada seseorang yang membuat harinya selalu berwarna.
Ridho, lelaki itu kini menjadi satu-satunya temannya di sekolah itu. Mereka selalu bersama, pulang-pergi ke sekolah bersama. Ridho selalu menjemputnya di rumah, kedua orang tuanya pun senang saat Ridho berkunjung ke rumah.

Namun selama berada di sekolah itu ada satu hal yang membuat dirinya penasaran, mengenai hubungan Ridho, Risky dan Cinta. Bukannya dia tidak tahu sikap Ridho yang sangat dingin kepada kedua orang itu, dan Ridho tampak menghindari kedua orang itu. Tapi kenapa? Dari cerita yang ia dengar Ridho dulu sangat dekat dengan keduanya sebelum akhirnya terdengar kabar bahwa Risky dan Cinta adalah sepasang kekasih.
Apakah ada sesuatu yang Ridho sembunyikan?
Dan ia sangat ingin tahu.

Chiara berkeliling mencari sosok Ridho yang tak ia temui dimana pun, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung mau mencari Ridho dimana lagi.

“Ah, perpustakaan. Ridho pasti ada di sana!” Ingatnya, gadis itu segera melangkah cepat menyusuri koridor.

Chiara mendapati Ridho di salah satu bangku menghadap jendela, laki-laki itu tampak duduk melamun menatap keluar jendela. Dua minggu mengenal Ridho membuat Chiara tahu akan kebiasaan laki-laki itu yang suka menatap keluar jendela. Berniat menganggetkan Ridho ia melangkah penuh hati-hati mendekati laki-laki itu, akan tetapi ia malah terkejut saat melihat pipi laki-laki itu yang basah. Ridho menangis. Apa penyebabnya?
Tak sengaja matanya menoleh keluar jendela, disana di bawah pohon beringin ia dapati sosok Cinta, Risky dan yang lain tampak sedang duduk-duduk santai. Tampak disana Cinta sedang tertawa, entah apa sebabnya.

@Cinta VOC.

Aku, Risky, Naumi dan Ferdy kembali berkumpul bareng di taman sekolah ini, menikmati waktu dengan bersantai-santai disana. Sambil menunggu waktu pelajaran selanjutnya di mulai.
Aku sedikit bersedih sudah dua minggu lebih Ridho menghindari kami, dia sekarang lagi dekat dengan anak baru itu bahkan mereka selalu terlihat bersama.
Aku kehilangan sosok Ridho yang dulu.
Saat aku melihat Ridho lebih terlihat dekat dengan gadis itu, Chiara namanya. Ada sesuatu yang membuat dada ku sesak saat melihat mereka.

“Mungkin Ridho suka dengan Chiara atau bisa jadi mereka sudah pacaran!” Aku berpaling cepat menatap Risky, apa yang barusan laki-laki itu katakan?

“Hmm, mungkin. Mereka sekarang dekat banget!” Ferdy membenarkan ucapan Risky barusan.

Oh, rupanya Risky lagi membicarakan kedekatan Chiara dengan Ridho, mendengar ucapannya tadi membuat jantungku seakan berhenti. Aku hanya bisa terdiam. Sebenarnya ada apa dengan diriku?

“Iya deket, hingga sanggup jauhi kita. Nggak setia kawan banget dia!” sewot Naumi, ia kesal dengan kedekatan kedua orang itu.

“Mungkin Ridho ada alasan kenapa jauhi kita!” Aku ikut nimbrung tak ingin Naumi berprasangka buruk pada Ridho.

“Alasan apa Ta, alasan ingin fokus ke cewek itu. Basi tahu gak!”

Aku nggak tahu kenapa Naumi bisa semarah itu, tidak mungkin hanya karena menghindari kami semua Naumi sekesal itu pada Ridho.
Apa ada yang Naumi sembunyikan?
Dan apa itu?

___

Chiara ingin tahu semuanya, dia sangat ingin Ridho menjelaskan semuanya kepadanya. Dengan tangan kanannya, ia menyentuh pundak Ridho membuat laki-laki itu tersentak lalu terburu-buru menghapus air matanya. Tak ingin Chiara melihatnya, tetapi terlambat Chiara sudah tahu.

“Percuma loe hapus, gue udah lihat kok!” Kata Chiara memberitahu, dia duduk di bangku kosong di sebelah Ridho yang menundukkan kepala.

“Loe bisa cerita masalah loe ke gue!” Sambung Chiara membuat Ridho mendongak ingin menyangkal ucapan Chiara tetapi gadis itu keburu bersuara.

“Jangan bilang loe nggak punya masalah, gue bukan mereka yang bisa loe bodohi dengan senyuman palsu loe itu!”

“Maksud loe apa?”

“Nggak usah berlagak bodoh deh Dho!” Chiara tersenyum, senyuman yang tampak hambar di wajahnya.

“Loe bisa menyembunyikan kesedihan loe dengan tersenyum, jadi orang-orang yang melihatnya beranggapan loe sedang baik-baik saja. Akan tetapi loe nggak bisa bodohi gue Dho!” Chiara berpaling menatap Ridho yang mendiamkan diri disampingnya, di detik berikutnya ia kembali menengok keluar jendela.

“Dimata gue loe lagi berduka, gue ngeliat kesedihan yang loe rasain lewat mata loe Dho. Hanya lewat mata loe gue tahu apa yang lagi loe pendam, termasuk perasaan loe terhadap Cinta. Loe cinta dia kan?” Terucap juga kalimat itu dari mulut Chiara, sungguh betapa beratnya kalimat itu tadi ia ucapkan. Dia pun terpaksa mendongak agar air matanya tak segera keluar merembes di pipinya, ia menahan hati bersiap-siap mendengar jawaban dari laki-laki di sampingnya.

“Loe benar Ra, gue emang cinta ama Cinta. Menyukai wanita yang notabennya adalah kekasih kembaran gue sendiri, mencintai dia jauhhh…. sebelum mereka pacaran. Bahkan gue pernah jadi secret admirer dia, ngirimin dia bunga tiap hari tanpa dia tahu kalau gue lah ngirim tu bunga!” Jelas Ridho dengan pandangan tertuju pada Cinta di bawah sana, di sampingnya Chiara sudah meneteskan air mata. Tidak ingin Ridho melihatnya, air mata itu segera di hapusnya.

“Lalu kenapa loe nggak nembak dia?”

“Gue keduluan Risky Ra, dan saat itu gue sadar bahwa Cinta hanya mencintai Risky bukan gue!” Jelas Ridho, ia tak menceritakan hal sebenarnya pada gadis itu. Biarlah hanya dia sendiri yang tahu cerita sebenarnya.

“Dan loe nyerah gitu aja!” Chiara menatap Ridho tak habis pikir, Ridho berpaling menatap ke arahnya. Kedua mata mereka saling bertemu, tetapi Chiara segera berpaling sebelum jantungnya bereaksi lebih kencang lagi.

“Loe pernah dengar pepatah nggak yang isinya gini ‘Cinta itu tak harus memiliki’ melihat orang yang loe cintai bahagia dengan orang lain, loe juga bakalan ikut bahagia” beritahu Ridho yang lantas Chiara balas dengan dengusan.

“Bulshitt, semua itu nggak bener. Dimana-mana cinta itu harus memiliki, percuma cinta kalau nggak dapet orangnya. Bahagia loe bilang?” Chiara tersenyum sinis menggeleng tak habis pikir.

“Loe lihat diri loe sekarang, apa loe bahagia melihat mereka bersama!” Tunjuk Chiara ke arah Cinta dan Risky, Ridho mengikuti arah pandangan Chiara seketika dia terdiam.

“Nggak kan? Kalau loe bahagia mereka bersama, loe pasti gak akan menghindari mereka. Loe pasti ada bersama mereka disana, tertawa bareng, bercanda bareng. Bukannya di sini meratapi diri yang sedang berduka” tambah Chiara lagi, Ridho tetap mendiamkan diri.

“Berjuang dong Dho, loe harus ngelakuin sesuatu supaya Cinta tahu perasaan loe!”

“Percuma Ra, semuanya gak bakalan berubah!” Ridho bangkit menatap Chiara sendu lalu segera beranjak pergi meninggalkan Chiara seorang diri.

Chiara mengantar Ridho lewat pandangan matanya, barulah ia membiarkan air matanya mengalir. Disana ia terisak-isak meratapi kisah cintanya yang belum di mulai namun sudah merasakan sakitnya patah hati.

“Gue nggak sanggup lihat loe begini terus Dho, gue akan ngelakuin sesuatu buat loe!” Tekadnya bulat, menghapus air mata dia segera menyusul Ridho.

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Halaman sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here