Dilema Cinta #01

0
369
views

Ada tiga orang bersahabat baik, mereka sudah bersahabat sejak masih kecil. Ketiga orang itu bersekolah di SMA yang sama yaitu, High School Go Internasional. Sekolah yang cukup terkenal di kalangan keluarga elit. Ketiga orang itu adalah Cinta, Risky dan Ridho.
Cinta seorang gadis yang cantik, kecantikannya mampu menarik seluruh perhatian setiap laki-laki yang melihatnya. Baik itu masih berada di SMP mau pun SMA. Sudah banyak laki-laki yang menyatakan suka padanya, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang Cinta terima. Sama halnya dengan Risky ia juga cukup populer di kalangan anak-anak perempuan di sekolahnya mau pun di sekolah lain, sebagai laki-laki yang berwajah tampan Risky banyak di sukai para gadis. Risky juga kapten basket di sekolahnya, ia banyak kali mengharumkan nama sekolahnya selalu berhasil membawa kemenangan setiap kali bertanding. Beda halnya dengan Ridho, dia adalah saudara kembarnya Risky. Mereka memang kembar tetapi kepribadian mereka sangatlah berbeda jauh. Ridho seseorang yang pendiam, terkesan cuek dan dingin. Tak banyak orang mengenalnya, ia di kenal pun karna dirinya sering ngumpul bersama kedua sahabatnya yang populer.

Matahari bersinar terik siang itu membuat siapa pun yang terkena sengatannya merasa terbakar dan dahaga, selesai pelajaran berlangsung Risky dan Cinta beranjak ke Kantin. Ingin segera membasahi kerongkongan dengan jus orange dan semangkok soto. Sambil menunggu mereka bersenda gurau, menghilangkan kebosanan. Cinta tertawa mendengar lelucon yang Risky buat. Sementara itu tampak seseorang sedang berjalan menuju loker, ada setangkai mawar merah di tangannya. Orang itu tak terlihat, ia menutupi dirinya dengan jaket dan masker, seperti tidak ingin seseorang pun mengenalinya. Tangannya membuka salah satu loker lalu mawar yang ada di tangannya ia letakkan disana, mawar untuk seseorang yang begitu berarti di hidupnya. Setelah urusannya selesai ia bergegas pergi.

Naomi mengintip ke dalam perpustakaan, matanya mencoba mencari sosok yang ingin ia temui. Saat matanya menemukan objek tersebut, bibir tipisnya segera membentuk lengkungan manis membentuk bolongan kecil di sudut pipinya. Perempuan berambut pendek itu segera beranjak masuk mendekati laki-laki yang sepertinya begitu asyik dengan dunianya.

“Hai Dho!” Sapanya yang ternyata laki-laki itu adalah Ridho. Sapaannya hanya di jawab Ridho dengan dehaman, tandanya ia masih menghormati teman perempuan dari sahabatnya itu.

Naomi memilih duduk di samping Ridho memperhatikan laki-laki itu yang sedang membaca sebuah buku.

“Tumben loe gak gabung ama Cinta dan Risky, tampaknya mereka happy banget gitu!” Beritahu Naomi.

“Lalu apa hubungannya dengan gue?”

“Loe gak niatan mau nyamperin mereka gitu?”

“Nggak!”

“Lho, kenapa? Bukankah loe selalu bareng mereka ya?”

“Tidak untuk hari ini”

“Kenapa?”

“Gue sibuk”

“Sibuk apanya? Dari tadi gue lihat loe hanya membaca buku, nggak ngelakuin apa-apa!” Dumel Naomi membuat Ridho berpaling menatap Naomi dengan kesal.

“Gue sibuk belajar, ke kantin hanya buang-buang waktu!” Jelas Ridho, ia kembali berpaling menatap buku di hadapannya.

Naomi menatapnya dengan pandangan kagum, sekali lagi ia mengukir senyuman. Takjub.

“Gue salut lho ama loe Dho, jarang banget ada cowok seperti loe. Yang lebih mementingkan pelajaran, biasanya kan cowok itu lebih suka gangguin cewek atau nggak main bola. Loe berbeda Dho” beritahu Naomi tak melepas pandangannya dari wajah Ridho yang memakai kaca mata minus.

kedatangan Ferdy membuat Naomi mengalihkan perhatiannya, laki-laki berambut jabrik itu datang dengan nafas yang terengah-engah.

“Dari mana aja loe Fer, kok ngos-ngosan gitu?” Tanya Naomi penasaran, ia menatap wajah Ferdy yang di banjiri keringat.

“Mau tahu aja atau mau tahu banget!” Jawab Ferdy malah bercanda, mendengar jawaban itu Naomi memutar bola mata kesal.

“Eh, gue serius tahu. Nggak usah bercanda deh!”

“Hmm,, itu gue dari loker!”

“Ngapain?”

“Oh…, itu rahasiaaaaa!”

“Ish, kebiasaan banget sih loe bikin gue penasaran. Besok kalau gue mati penasaran bagaimana? Loe mau tanggung jawab!”

“Itu mah derita elo, gue nggak mau tuh tanggung jawab!” Mendengar jawaban yang Ferdy lontarkan seketika membuat Naomi cemberut bin kesal setengah mati terhadap laki-laki itu.

“Ya udah, kalo loe nggak mau ngasih tahu gue. Gak papa, tapi loe harus siap-siap hengkang kaki dari tempat duduk gue. Gue nggak mau semeja sama loe lagi” ancam Naomi seketika membuat Ferdy gelabah, ia tersenyum manis pada Naomi.

“Yaaa,, jangan gitu lah Mi. Loe cepat banget sih ngambeknya, gue kan cuma bercanda. Gue ke loker cuma ngambil komik yang gue pinjem kemarin dari perpustakaan kok, sekarang gue mau balikin!” Jawab Ferdy sambil menunjukkan komik Born From Death di tangannya.

“Lagian loe kenapa sih pengen tahu banget urusan gue?” Sambung Ferdy saat Naomi tak membalas ucapannya, di tanya begitu Naomi nyengir menampakkan deretan giginya yang bersih dan rapi.

“Karna loe itu sahabat gue, wajar dong kalau gue pengen tahu urusan sahabat gue!” Balas Naomi, Ferdy yang mendengarnya menjuihkan bibir.

“Serah apa kata loe deh!” Pasrah Ferdy sambil melangkah pergi ke rak-rak yang menempatkan komik. Naomi mengantarkanya lewat pandangan mata dengan senyuman.

“Oh ya Dho habis ini… eh..” Naomi tak melanjutkan ucapannya saat tak di dapatinya Ridho di sampingnya, ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan perpustakaan. Matanya menangkap sosok punggung Ridho yang sudah berlalu keluar ruangan.

“Hmm,, pergi kok gak bilang-bilang sih!” Gumamnya pelan, lalu ikutan bangkit berlalu menyusul Ridho.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here