Dia yang Kucari # 30

0
73
views

Bagian tiga puluh


Arham tetap tak bergeming dan tetap memandangi jalan Raya dibawah sana tanpa niat membalikkan badannya. Padahal sadari tadi ada seseorang yang selalu mengoceh di depan meja kerjanya.

‎”Pak Arham, saya mohon. Saya dan keluarga tdk tau lagi harus apa. Hanya istrinya yang mampu mengatasi semua ini. “Ucap orang tersebut.

‎”Bapak tau. Sakit Zahra tdk sebanding dengan sakit Frans saat ini”ujarnya sambil membalikkan badannya menatap Andreas sekaligus ayah Frans juga.

‎Tadi ia mendapat pemberitahuan dari sekertarisnya ada tamu yang ingin bertemu dengannya. Dan ternyata orang itu adalah laki-laki dihadapannya. Dan meminta dirinya membawa Zahra kerumah Frans. agar mereka bisa bertemu.

‎”pak Arham…. “Panggilnya dan berdiri “jika berlutut dihadapan bapak akan membuat Zahra menemui Frans akan saya lakukan”andreas sudah membungkuk. Tapi Arham segera menahannya. Memegang pundaknya. Menuntun orang itu untuk  berdiri.

“Baiklah saya akan membawanya. Tapi hanya sebentar. Maaf kalau saya lancang. Pak Andreas boleh pergi “ujarnya. Arham tdk tega. Andreas lebih tua darinya. Seandainya  bukan pak andreas ia mana mungkin mempertemukan Frans dan Zahra.

***

Laki-laki paruh baya itu berjalan meninggalkan kantor Arham. Kemarin ia sudah memikirkannya .setelah mengetahui bahwa Zahra sedang berada dirumah Arham ia datang ke kantor Frans. Memohon agar laki-laki itu mau menuruti keinginannya. Karena hanya Zahra yang bisa mengatasi semua ini. “Semoga saja. Ini jalan terbaik. “Gumamnya.

Kemarin, Frans memang melakukan hal nekat lagi. Puteranya itu memcahkan gelas dan menjatuhkan dirinya dilantai. Otomatis lututnya terkena pecahan kaca. Anaknya benar-benar kehilangan arah saat ini. “Frans. Mungkin kedatangan Zahra membuat semuanya menjadi mudah “lanjutnya. Dan melajukan mobilnya menuju kantornya.

***

“Begitu banyak pertanyaan di benakku. Tapi aku tak tau. Apa yang terjadi di masalalu .firasatku menyatakan bahwa semuanya tdk baik. Kak Arham tak setuju. Aku harus apa”gumamnya sambil melihat langit-langit kamarnya.

“Allah memberiku teka-teki yang sulit ku pecahkan. Dan laki-laki itu. Siapa dia. “Lanjutnya.

Lamunannya buyar saat ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ia segera bangun memakai cadarnya terlebih dahulu. Bangkit dari ranjang.

‎”Eehh kak Arham. Kenapa”setelah melihat siapa yang datang ia jadi bingung kenapa Arham pulang jam segini.

‎”Aku hanya ingin memberitahukan kamu bahwa besok kita akan bertemu suamimu.aku pamit kembali ke kantor. “Zahra memandangi punggung Arham yang menjauh.

‎”Ada apa dengan kak Arham, kemarin dilarang. Tapi sekarang. Dia yang akan membawaku kesana. Benar-benar membingungkan. “Zahra menutup pintu kamar. Dan membaringkan dirinya. Dan lama-kelamaan ia terlelap.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian dua sembilan

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here