Dia yang Kucari # 29

0
48
views

Bagian dua sembilan


Renata menatap nanar Frans. Ia juga bingung jalan keluar atas semua ini apa. Zahra berubah total. Memang sifat lembut dan pembawaan khas Zahra masih sama. Tapi sikapnya Zahra kepadanya yang berbeda. Bagaimana jadinya nanti jika kak Frans dan kak Zahra bertemu. Batinnya.

‎”kamu memikirkan apa renata “tanya seseorang. Ia tersentak dan menoleh menemukan ayahnya disana.

‎”Apa ada sesuatu “tanyanya lagi.

‎”Saya bertemu kak Zahra pa, tapi dia blg tdk kenal dengan saya. Bahkan mama. Dia juga mengatakan bahwa Arham adalah suaminya bukan Frans”jelas renata.

‎Andreas mengerutkan keningnya. “Arham….?? “Ucapnya dengan nada bertanya tetapi bingung juga.

‎”Iyyaa.. Arham…. Arham Nicholas. “Andreas tertegun. Laki-laki itu adalah rekan bisnisnya. Dan baru saja mereka memulai kerjaa samanya kemarin. Ia lalu berjalan keluar. Bahkan panggilan renata tdk ia hiraukan.

***

Arham memejamkan matanya sejenak. Setelah mendengar cerita Zahra. Jika perempuan itu mengingat sekilas tentang masa kemarin. Arham mengepalkan tangannya. Itu berarti Zahra menangis setelah hari pernikahannya.

‎Inilah tujuannya. Ia ingin mengetahui apa saja yang Zahra lalui kemarin. Sakit apa yang Zahra rasakan. Karena dirinya tau jika Zahra mengingat sesuatu pasti diceritakan padanya. Dan juga ini sebagai pembalasan dendam untuk Frans karena telah melukai Zahra.

“Kak Arham, perempuan itu siapa”tanyanya pada Arham sambil memandang ke jendela.

“Zahra, kaka juga tidak tau  bukankah kakak sudah bilang bahwa kaka baru bertemu lagi denganmu saat usia pernikahanmu satu minggu “jelasnya sambil melihat punggung Zahra. Karena perempuan itu sadari tadi hanya menatap jendela.

“Apa itu saya,”ucapnya sambil membalikkan badannya dan melihat Arham yang sedang tertunduk disofa.

Yang Zahra dapatkan hanyalah gelengan dari Arham. Arham tak bisa menjawabnya. Melihat itu Zahra berlalu melangkah kan kakinya kekamar.

Melihat punggung Zahra yang berlalu Arham melempar gelas yang ada di meja itu. Ia geram atas perlakuan Frans pada Zahra.

‎”ingat ini Frans laksamana. Kau akan mendapatkan sakit yang setimpal. “Ucapnya dengan nada menahan emosi. Rahangnya mengeras. Matanya menajam seakan sofa dilihatnya adalah musuh besarnya. Frans laksmana.

***

Zahra menjatuhkan dirinya dilantai. Ia tak tau teka-teki apa ini. Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu. Kenapa wanita itu menangis di hari pernikahannya.

Orang itu terlintas di fikirannya. Siapa laki-laki yang ia lihat di rumah sakit. Orang itu membuatnya mengingat sesuatu.

“Saya sengaja tidak memberitahukan kak Arham. Saya akan mencari sendiri ini tanpa sepengetahuan kak Arham,”gumamnya..

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian dua delapan

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here