Dia yang Kucari # 16

0
221
views

 

Bagian enam belas


Mirani tertegun, ia benar-benar menyesal atas semuanya. Ia harus mengorbankan rasa sakit zahra demi kebaikan putranya. Ia mengingat zahra berbicara sambil bercerita. Dan mendengar semuanya.

‎Frans menyiksa batin menantunya. Dan perempuan itu hanya diam saja. Mirani hanya bisa terisak atas semuanya. Ia bisa apa. Zahra sudah terlanjur terluka. Setelah mendengar ucapan zahra ia pergi. Niatnya ingin berbicara pada zahra malah berakhir mendengar luka itu. Ia memang bermalam disana. Tanpa sepengetahuan zahra. Karena mendengar renata datang. Dirinya langsung bergegas menuju kesana.

‎Esoknya ia kembali .dan membujuk renata tinggal dirumahnya. Dan renata setuju. Membiarkan frans dan zahra saling memperbaiki. 3 minggu berlalu. Dan dirinya tak tau bagaimana kondisi hati zahra sekarang.

‎Keputusannya sudah bulat .ia akan menelpon frans, menyuruhnya kesini. dan menanyakan semuanya. Jika dirinya menanyai zahra pasti perempuan itu mengelak. Dan mancari alasan. Agar terlihat bahagia dihadapannya.

***

         Mereka berdua saling diam. Tak ada yg memulai percakapan.

‎”jadi… “Tanya laki-laki yg berstelan jas rapi.

‎”Jika kau tidak menginginkan zahra sama sekali, lepaskan dia untukku “jawabnya dengan nada tegas.

‎”Memangnya kamu siapa “tanyanya lagi.

‎”Kau tak perlu tau, kau telah melukainya perlahan “ujarnya sambil menahan emosinya

‎”Ini bukan urusanmu, ini adalah pernikahanku dengannya. Kau tidak usah ikut campur “ucapnya dengan nada dingin. lalu berdiri baru beberapa langkah ucapan laki-laki dibelakangnya membuatnya berhenti melangkah

‎”Ingatlah ini  ,aku adalah arham  .aku akan mengambil zahra darimu frans laksmana. “Setelah mendengar itu frans melanjutkan langkahnya sambil terseyum miring”ternyataa kau memiliki pahlawan zahra “batinnya.

Arham mengepalkan tangannya. Ia sudah meminta zahra dengan baik tapi laki-laki sombong dan tak tau diri itu malah mengoloknya. Jika dengan baik-baik tidak bisa. Maka dengan cara lain juga bisa. Ucapnya dalam hati sambil tersenyum miring. “Kau akan berhadapan dengan arham Nicholas “batinnya.. Ia berdiri juga dan pergi meninggalkan restoran itu.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian lima belas

Baca dari awal

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaDia yang Kucari # 15
Berita berikutnyaDia yang Kucari # 17
Menulis itu sebuah pengembangan dalam diri, dengan jalur ini mungkin sebagian keresahan hati. Maka dari itu saya menyukai dunia literasi dapat mengungkap berbagai genre cerita dan memotivasi para pembaca di waktu yang sama.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here