Dia yang Kucari #02

0
382
views

Bagian Dua


Mobil itu melaju melewati jalanan dengan santai padahal sadari tadi teleponnya sudah berdering minta diangkat. Ia sudah memikirkannya dengan matang, ia akan mencoba menjalin hubungan dengan perempuan pilihan orang tuanya. Teleponnya berdering lagi. Ia tau itu adalah mamanya.

“Iya ma, ini aku lagi dijalan….. Iyya. .iyya bentar lagi sampai… Iyya maa.. “Selepas menjawab telepon mamanya ia berfikir kembali apakah bisa?

Setelah memarkirkan mobilnya ia segera  masuk kedalam restaurant ia sudah sangat terlambat.

“Akhirnya ,datang juga,” Ucap mamanya setelah melihat puteranya sampai.

“Maaf telat tadi ada urusan dulu”padahal dirinya sengaja terlambat.

“Tidak papa,” Jawab mamanya “Oh iyya ini Zahra yang akan menjadi istrimu” lanjut mamanya.

Frans kaget bukan main, calon istrinya memakai cadar, dan mamanya tidak mengatakan ini semalam. Ini jebakan. Batinnya.

“Mama tidak bilang kalau dia memakai cadar,” Ujar Frans dengan suara datar hanya memandangi Zahra sekilas lalu membuang muka.

“Mama sudah bilang, dia wanita sholehah bukan? “Ujarnya “tapi mama tidak bilang kalau dia memakai cadar,”Jawabnya lagi, sambil menahan emosinya. Istrinya bercadar. Yang benar saja. Batinnya

“Mama tidak mau tau, kalian akan menikah dua minggu lagi ini sudah final. Mama tidak mau dibantah,” Ujar wanita itu dengan suara tegas

“Baiklah aku setuju, ” Jawab frans lagi akan tetapi dengan suara menyeramkan dan bernada sinis,” Aku ada meeting ma, permisi,” lanjutnya dan mamanya hanya mengangguk.

“Aku akan membuat hidupmu menderita,” Ujarnya dalam hati, sambil melangkah menuju mobilnya untuk menuju ke kantornya kembali.

 Baca selanjutnya

Kembali ke bagian satu

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here