Dahsyatnya Berpuasa Saat Hamil dan Menyusui

0
76
views

Bismillahirrahmanirrahim, mohon maaf sebelumnya, jika ada yang kurang berkenan dengan postingan saya. Karena saya akan membahas berpuasa di bulan ramadhan saat hamil dan menyusui. Ini atas dasar pengalaman saya pribadi.

Jangan bersedih untuk para ibu menyusui atau ibu hamil yang tidak bisa berpuasa karena keadaan yang tidak memungkinkan. Karena sejatinya Allah tetap memberikan pahala yang berlipat ganda karena pengorbanan seorang ibu yang tiada hentinya, untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Memang beberapa ibu diantaranya yang merasa anaknya akan sakit jika ibu berpuasa. Itu bagaimana kondisi si anak dan ibunya juga. Jika tidak berpuasa karena terdesak, silahkan saja, soalnya tidak ada yang memaksa untuk selalu bepuasa, ibu hamil atau ibu menyusui bisa untuk tidak melanjutkan puasanya, asalkan di hari lain, di qodho dan membayar fidyah (untuk ibu menyusui yang tidak berpuasa khawatir bayinya sakit).

****

Sekitar pertengahan bulan Oktober 2007, saya sedang hamil tujuh bulan anak pertama. Ibu mertua menyarankan agar saya tidak berpuasa, karena khawatir ada apa-apanya dengan bayi yang saya kandung. Saat itu memang bidan memprediksi kandungan saya lemah. Tapi, dengan bismillah, saya tetap berpuasa satu bulan penuh tanpa bocor.

Alhamdulillah, sampai bayi saya lahir, tidak kenapa-kenapa, malah yang tadinya diprediksi akan lahir prematur, justru lahir dengan bulan yang cukup, 9 bulan 10 hari. Dengan bobot anak 3,5kg dan tinggi 50cm, melahirkan normal di rumah mertua, dibantu peraji.

Satu tahun kemudian, saya puasa kembali, padahal anak saya saat itu masih 10bulan dan full asi. Alhamdulillah badannya sehat dan tidak mencret atau panas seperti anak balita pada umumnya, yang kebanyakan anak sakit karena sang ibu berpuasa. Saya mensugestikan, mungkin karena anak saya sudah terbiasa sedari dalam kandungan diajak berpuasa, jadi sampai sudah lahirpun, anteng dan sehat diajak puasanya. Alhamdulillah, saya full kembali berpuasa, dan tahun-tahun berikutnya tetap sama.

Pada tahun 2016 akhir bulan april, saya melahirkan anak ke dua. Tepat 40 hari usai melahirkan, tepat juga awal bulan suci ramadhan. Dulunya saat anak saya lahir, hingga 40 hari itu, BAB bayi saya selalu mencret, sehari BAB kadang lebih dari 15 kali. Sudah beberapa kali ke bidan bahkan ke dokter, tapi diare anak saya tak kunjung sembuh. Alhamdulillah, saat itu masa nifas saya telah usai, darahpun sudah bersih.

Dengan bismillah, saya mencoba berpuasa. Meski anak saya saat itu masih bayi berumur 40 hari dengan full asi, tapi saya yakin anak saya akan baik-baik saja, sehat seperti anak pertama saya saat balita diajak puasa.

Qodarullah, sejak awal puasa, bayi saya yang tadinya setiap hari BAB 15 kali, kini berkurang jadi 10 kali, 5 kali, dan berangsur BABnya normal. Masyaa Allah, puasa buat saya benar-benar obat paling mujarab diantara obat yang lainnya. Hingga saya merasa selalu semangat untuk menjalankan puasa meski dalam keadaan hamil ataupun menyusui.

Yang terpenting, setiap buka dan bersantap sahur, usahakan makan makanan yang bergizi, seperti banyak makan sayur, buah, dan makanan sehat yang lainnya. Jangan lupa juga, biasakan meminum sari kurma dicampur susu bear brand (benar nggak sih nulisnya? Takut salah, hihi.) saat akan menjelang imsak. Insyaa Allah, anak sehat, ibupun bisa berpuasa tanpa khawatir si kecil sakit.

Penulis : Shella

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here