Cinta yang Menuntun Langkahku #15

0
521
views
Cinta yang Menuntun Langkahku

“Aku suka kamu Nelisa, kamu mau gak jadi pacar aku!” Ungkap Edward pada suatu sore yang mendung.

Edward menarik tangan Nelisa dari gitar yang ada di pangkuannya lalu di genggamnya, ia menatap Nelisa dengan hangat. Nelisa hanya mampu terdiam dengan pernyataan Edward barusan.

Kebetulan saat itu Evan keluar dari studio latihan dan tak sengaja melihat kedua orang itu yang berpegangan tangan, penasaran ia pun melangkah mendekat.

“Sudah lama aku menyukai kamu Nel, aku sayang banget sama kamu!”

Seketika langkah Evan berhenti mendengar pernyataan Edward, memang ia sudah menjauhi Nelisa seperti apa yang gadis itu mau. Tetapi tak menyangka Edward juga memiliki perasaan yang sama pada gadis itu, bedanya Edward mampu mengungkapkannya pada gadis itu.

“Jadi gimana dengan jawaban kamu Nel?” Tanya Edward membuat tatapan Evan beralih ke arah Nelisa.

Evan seketika hancur saat satu anggukan Nelisa berikan menandakan gadis itu menerima Edward sebagai pacarnya, ia tersenyum miris. Tanpa sadar setetes air mata basahi pipinya, ia tertawa dalam hati merayakan kehancurannya.
Tak kuat ia melangkah pergi dari situ.

“Makasih ya Nel!” Ungakap Edward sambil meluk gadis yang barusan resmi menjadi kekasihnya.

●●●

2 MINGGU KEMUDIAN.

“Gue keluar dari band ini!” Ungkap Evan pada suatu siang saat mereka berempat sedang ngumpul di Cafe, sekedar nongkrong biasa di kala wekeend.

“Apa? Loe bercanda ya!” Kaget Revan, ia menatap Evan yang tampak sedang tak bercanda.

“Gue serius!”

“Tapi kenapa? Loe jangan bercanda deh, kita kan udah melejit sukses. Kenapa tiba-tiba loe pengen keluar gini!” Ungkap Virgo tak terima.

“Apa pun alasannya kalian gak perlu tahu!”

“Wah, nggak boleh gitu dong Van. Kalau loe ada masalah cerita dong ke kita, jangan begini!”

“Gue nggak ingin cerita ke siapa pun, udahlah. Gue pergi!” Pamitnya, Evan beranjak pergi tetapi tertunda saat tiba-tiba Virgo menariknya.

“Brengsek!” Marah Virgo, seketika melayangkan tinjunya ke wajah Evan, bukan sekali tetapi berkali-kali hingga membuat Evan jatuh tersungkur di lantai.

Kaget dengan tindakan Virgo yang kalap, Edward dan Revan segera melerainya, tak ingin melihat hal ini terjadi.

“Egois banget loe, seenaknya keluar dari band ninggalin kita gitu aja tanpa alasan yang jelas. Band yang udah kita rintis sejak bertahun-tahun yang lalu, dari band abal-abalan hingga jadi sukses gini, dan dengan bodohnya elo ingin keluar. Loe bisa ngehancurin band kita tahu nggak!” Jelas Virgo penuh emosi, ia berusaha melepaskan diri dari pegangan Edward.

“Lepasin gue Ed, dia pantas menerima pukulan gue. Dia hanya pentingkan dirinya sendiri, dasar egois”

“Udah, jangan pada berantem disini deh. Malu tahu di lihat banyak orang!” Ungkap Revan menengahi.

Tak terima di katakan egois Evan bangkit lalu menerjang ke arah Virgo, balas memukul laki-laki itu. Edward dan Revan tak dapat mencegahnya, mereka tersingkirjauh oleh perkelahian antar sahabat itu.

“Loe bilang gue egois, lalu gimana dengan kalian? Loe semua selalu sibuk dengan urusan kalian, tanpa peduli dengan keadaan gue disini. Adakah loe semua ada di saat gue butuh teman berbagi? Kita semua ada di sini berkat gue yang maksa kalian buat datang!” Ungkap Evan saat ia telah lelah untuk berkelahi.

“Loe Revan!” Sambil menatap Revan yang balas menatapnya. “Gue yakin loe gak bakalan lama ngumpul bareng karena loe ada janji buat nonton bareng Vika sore ini kan, loe terlalu sibuk pacaran!”sambungnya membuat Revan terdiam.

“Loe juga sama Edward!” Sambil menatap Edward.

“Dan loe!” Sambil menujuk Virgo yang sedang menatapnya dingin.

“Loe selalu gak bisa buat gue ajak ngomong walau sedetik pun, loe sibuk dengan not not lagu loe itu. Jadi apa gue salah keluar dari band? Egoiskah gue!”

Ucapan Evan membuat ketiga temannya terdiam, sadar akan kesalahan mereka selama ini. Tak perlu berdiam lama di situ, Evan beranjak pergi meninggalkan ketiga sahabatnya disana.
Dia sudah terlalu capek dan lelah, ia ingin pulang dan beristirahat di sana.

■■■□□□

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here