Cinta yang Menuntun Langkahku #14

0
530
views
Cinta yang Menuntun Langkahku

Selesai meladeni para fans Revan beserta ketiga sahabatnya segera melagkah ke ruang peristirahatan, dari kejauhan Fasya tersenyum senang mengikuti mereka di belakang. Namun seketika langkahnya terhenti saat mendapati Vika yang duluan menghampiri Revan, menghadang langkah lelaki itu. Tampak Vika sedang berbicara sesuatu ke Revan lalu kembali berlalu pergi, Fasya juga dapat melihat Revan ngomong sesuatu ke teman-temannya yang tentu ia tak dapat mendengarnya. Namun apa pun yang di katakannya itu sudah membuat ketiga temannya berwajah masam, lebih- lebih Virgo, lelaki itu tak terima dengan ucapan Revan.
Fasya melangkah mendekat ingin mengetahui apa yang sedang mereka obrolkan, dan berhenti beberapa meter dari mereka.

“Loe pergi deh temui dia dari pada penasaran!” Kata Evan saat melihat ragu-ragu di diri Revan, antara menemui Vika atau membiarkannya begitu saja.

“Saran gue sih gak usah, dia kan udah ngecewain loe, udah buat loe sakit hati berkali-kali!” Tungkas Virgo.

“Meskipun begitu gue sayang sama dia Go!”

“Udah di sakiti gitu loe masih sayang sama tuh cewek, gue nggak habis pikir deh sama loe Van. Jelas-jelas ada yang lebih baik dari dia, kenapa Vika aja yang loe pikirkan?”

“Maksud loe apa Go?”

“Bukan apa-apa!” Balas Virgo kesal, ia melangkah berlalu pergi meninggalkan Revan yang kebingungan.

“Kalau loe mau temui dia silahkan Van, gue harap loe nggak bakalan menyesal dengan keputusan loe nanti!” Beritahu Virgo tanpa menoleh sedikitpun kebelakang, ia terus melangkah hingga menghilang di tikungan.

“Maksud Virgo barusan apa?” Tanya Revan dengan harapan kedua sahabatnya itu tahu, tetapi keduanya menggeleng tak tahu sama sekali.

“Ya udah deh, gue temui Vika dulu ya. Kalian duluan aja!” Pamit Revan.

“Okey, semoga kali ini loe temui kebahagiaan loe Van!” Ucap Edward dengan senyuman.

“Makasih bro, gue senang dengarnya!”

“It’s okey. Udah buruan pergi sana!” Sambil mendorong Revan untuk pergi menyusul Vika, laki-laki itu memang beranjak pergi, tetapi tidak sendirian, Fasya yang penasaran masih mengikutinya meski harus jaga jarak agar Revan tak mengetahui keberadaannya.

“Moga aja kali ini Vika nggak bertindak bodoh lagi ya Van!” Kata Edward sambil melangkah menyusul Virgo diikuti Evan di sampingnya.

Evan tak bisa membalas ucapan Edward ketika dengan kerasnya I-phonenya berbunyi, menandakan ada panggilan masuk. Ia mengernyit merasa tak mengenali nomor tersebut, tapi tak urung ia menjawabnya juga. Laki-laki itu diam mendengarkan kalimat demi kalimat yang di ucapkan orang dari seberang saluran, seketika wajahnya berubah pucat.

“Oke, gue segera kesana!” Balasnya mengakhiri panggilan, ia menatap Edward yang balas menatapnya ingin tahu.

“Siapa?”

“Gue pergi dulu!” Sambil berlari meninggalkan Edward, tak memperdulikan pertanyaan Edward yang menanyakan kemana ia pergi.

●●●

“Gue udah bilang kan, gue nggak suka sama Evan!”

“Jadi maksud loe, Evan gitu yang suka sama loe. Ngaca dong, Evan gak mungkin suka sama cewek nggak tahu model kayak elo!”

“Kan gue udah bilang tadi, dia yang ngedekatin gue, ngerti nggak sih loe!” Kata Nelisa mulai geram, Nanda menanggapinya dengan sekali lagi menampar gadis itu hingga menyebabkan Nelisa jatuh pingsan tak sadarkan diri akibat tamparan Nanda yang cukup kuat kali ini.

“Nan, gimana dong? Tuh cewek pingsan lagi!” Tanya Lina panik.

“Itu lebih bagus!”

“Apa lagi yang akan loe lakuin?” Tanya Febby.

“Buka bajunya!”

“Ha, kenapa harus buka baju segala Nan?”

“Udah deh, nggak usah banyak tanya, lakuin aja yang gue perintahkan!”

“Tapi Nan!”

“Ih, kalian ini lama banget sih!” Ketus Nanda, ia menarik paksa baju Nelisa hingga sobek. Ia tersenyum senang lalu memotret Nelisa dengan dada yang terdedah.

“Gue akan sebarin foto-foto ini agar cewek itu malu. Hahahaha!” Beritahu Nanda lalu tertawa dengan kerasnya.

BRRRAAAKKKK……

Nanda CS sangat terkejut saat tiba-tiba pintu gudang terbuka lebar, dan lebih terkejut lagi saat ngeliat cowok yang berdiri di ambang pintu. Laki-laki itu berjalan mendekati Nanda dengan wajah merah menahan emosi, dengan tatapan yang tajam Evan merebut i-phone di tangan Nanda lalu membantingnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

Nanda menatap tak percaya pada kepingan handphonenya yang berserakan di lantai.

“Handphone gue!” Gumam Nanda miris.

“Keterlaluan!” Bentak Evan tiba-tiba membuat Nanda dan kedua sahabatnya kaget sekaligus takut-takut, tak pernah mereka lihat keadaan Evan seperti ini sebelumnya.

“Kali ini loe beruntung Nan, gue nggak balas mukul loe, gue masih sadar kalau loe ini perempuan. Cukup kali ini Nan, setelah ini jangan coba-coba loe nyentuh Nelisa lagi!” Beritahu Evan, kemudian melangkah mendekati Nelisa yang terikat.

Evan membuka jaketnya lalu memakaikannya pada Nelisa, setelah melepaskan ikatannya Evan menggendongnya keluar dari gudang. Sedangkan Nanda CS di gerek keruangan kepala sekolah.

Ada kecemasan di wajah Evan, dia tidak tahu apa jadinya kalau dirinya terlambat datang. Mungkin foto-foto memalukan itu sudah tersebar di media sosial, dan tentunya ia pasti akan sangat menyesal.

●●●

“Jadi gimana tentang hubungan kita Van, apa kamu masih mencintai aku?” Tanya Vika dengan tatapan miris.

“Aku sangat bodoh karna tidak peka akan perasaan mu pada ku, kalau saja Virgo tak memberitahu ku, mungkin sampai kapan pun aku tidak tahu tentang perasaan mu. Aku baru sadar setelah sebulan ini kamu jauh dari aku, aku kehilangan kamu banget. Aku menyukai kamu Van!” Ungkap Vika membuat Revan terdiam cukup lama, di detik berikutnya Revan meraih tangan Vika dan menggenggamnya erat. Ia tersenyum.

“Kita mulai hubungan baru ya Vi!” Balas Revan malah membuat Vika bingung akan maksudnya.

“Kita mulai hubungan baru, kamu dan aku jadian. Kamu mau kan?” Ulang Revan membuat Vika tersenyum senang, ia mengangguk menyetujui ucapan Revan.

Revan yang senang segera memeluk Vika dengan sayang, tanpa sadar ada sepasang mata yang terluka menatap kemesraan mereka. Tak tahan, Fasya pun melangkah pergi dengan air mata yang terus mengalir. Dia ikut bahagia ngeliat Revan bahagia dengan Vika, wanita yang laki-laki itu cintai selama ini.

●●●

Nelisa membuka mata lalu terkejut saat menyadari dia ada di gendongan Evan, tak terima ia meminta laki-laki itu menurunkannya, tetapi Evan tak mengubrisnya. Dia terus melangkah menuju UKS.

“Turunkan aku turunkan!” Sambil memukuli dada Evan yang membuat Evan meringis kesakitan, mau tak mau ia menurunkan Nelisa dari gendongannya.

“Apa-apaan sih Nel? Sakit tahu!” Rungut Evan sambil mengusap dadanya yang sakit.

“Owh, tahu pun sakit!” Rengus Nelisa mengerling Evan kesal, lalu meringis saat merasakan pedih akibat luka yang ia terima.

“Ikut gue” sambil menarik tangan Nelisa agar gadis itu mengikutinya.

“Lepasin tangan gue, aduh jangan tarik-tarik dong!”

“Ayo cepatan jalan!”

“Aduh, lepasin tangan gue. SAKIT TAHU. Loe itu rese banget sih jadi orang, bisa nggak sih elo itu gak ganggu gue, bisa nggak loe jauh-jauh dari gue. Hidup gue jadi susah sejak kenal loe. Lihat apa yang fans gila loe itu perbuat ama gue, dia ngeroyok gue ampe luka gini. Andai saja gue bisa milih lebih baik gue nggak pernah mengenal elo ketimbang ngerasain hal yang beginian” ungkap Nelisa penuh emosi, tak sadar dengan ucapannya telah berhasil mematahkan hati seorang Evan.

Tersenyum miris Evan melepaskan tangan Nelisa menatap gadis itu dengan pandangan yang tak Nelisa ketahui apa artinya.

“Okey!” Gumamnya sambil mengusap wajahnya, ia tersenyum pada Nelisa yang sedang menatapnya sinis.

“Gue nggak akan ganggu hidup loe lagi, gue akan jauh-jauh dari loe. Sorry, selama ini gue udah ngebuat hidup loe susah. Maaf, maaf banget!” Sambungnya.

Berbalik, Evan melangkah pergi meninggalkan Nelisa yang jelas melihat kekecewaan di wajah tampan Evan, tetapi Nelisa tak ambil tahu tentang hal itu. Ia juga berbalik pergi.

■■■□□□

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here