Cinta yang Menuntun Langkahku #06

0
122
views
Cinta yang Menuntun Langkahku

Nelisa sangat cemas melihat kondisi kakaknya yang terbaring di tempat tidur dengan mata yang tertutup rapat, sejak insiden tadi malam Revan belum juga sadarkan diri. Sepertinya kakaknya itu benar-benar terpukul atas apa yang kini melandanya.

“Gue harus bawa Kak Revan ke rumah sakit segera, gue telpon teman Kak Revan dulu deh. Mana tahu bisa bantu!” Sambil meraih I-phone Revan yang tergeletak di bufet, mengotak-atik sejenak sebelum benda pipih itu di lekapkan di telinganya.

“Hallo!” Terdengar suara sumbang seorang laki-laki dari saluran telepon.

“Kenapa Van? Tumben loe nelpon gue pagi-pagi begini!”

“Hmm,, hallo Kak. Ini gue adeknya Kak Revan, gue bisa minta tolong gak Kak. Kak Revan lagi demam nih, gue mau bawa dia ke rumah sakit. Tapi-”

“Okey, gue kesana segera. Tunggu ya, loe beresin deh apa yang perlu di bawa” potong suara itu tak memberikan kesempatan Nelisa menyelesaikan ucapannya.

“Baiklah Kak, terimakasih!” Kata Nelisa mengakhiri sambungan.

●●●

Edward mengendarai motornya dengan kencang saat tiba-tiba seorang siswi SMP melintas di hadapannya, Edward yang terkejut lantas menekan Rem motornya. Hingga menimbulkan bunyi yang sangat kencang, lantaran ban yang bergesekan dengan jalanan. Edward membuka helm yang di pakainya, tetapi tidak turun dari motor. Dia menatap cewek di hadapannya yang menatapnya tak berkedip.

“Loe baik-baik aja kan? Sorry, gue nggak lihat loe mau nyeberang barusan. Soalnya gue buru-buru banget nih!” Kata Edward memulai pembicaraan setelah lama mendiamkan diri.

“Iya, Ayu baik-baik aja kok kak!”

“Jadi, nama loe Ayu!” Kata Edward lagi, Ayu mengangguk.

“Sekali lagi maaf ya Yu, gue harus pergi sekarang!” Pamit Edward yang kembali memasang helmnya lalu berlalu pergi meninggalkan Ayu dengan motornya. Ayu masih memandangi kepergiannya dengan hati yang berdebar-debar.

●●●

Revan di bawa ke rumah sakit KASIH BUNDA, lelaki itu kini sedang di tangani Dokter. Diluar, Evan dan Nelisa menunggu. Nelisa yang cemas tak bisa duduk diam, sekejap duduk dan sekejap lagi berjalan mondar mandir seperti setrikaan.

“Duduk dulu Nel, gak capek apa kek gitu terus!” Pinta Evan yang ikutan pusing melihat tingkah Nelisa, menatap Evan sesaat lalu ikut duduk di samping lelaki itu.

“Revan kenapa? Kok bisa sakit gitu, perasaan semalam baik- baik aja!”

“Patah hati!” Mengerutkan dahi Evan menatap Nelisa yang tampak cuek.

“Apa?” Ulang Evan yang segera mendapat tatapan kesal dari Nelisa. Evan menanggapinya dengan senyuman.

“Loe cantik kalau lagi marah Nel!” Puji Evan tulus.

“Nggak usah mulai deh, gue lagi malas berdebat ama loe!”

“Gue juga nggak mau kali berdebat ama loe”

“Bagus deh kalau gitu” sambil menatap ke depan, saat itulah matanya menangkap sosok Edward yang baru datang bersama Virgo, berjalan menghampiri mereka.

“Wey bro, gimana keadaan Revan? Kok bisa masuk rumah sakit sih?”

“Demam Kak!” Jawab Nelisa.

“Kok bisa?” Tampak jelas raut bingung di wajah Virgo.

“Dia patah hati Kak!” Kata Nelisa, gadis itu pun mulai menceritakan semuanya.

“Jadi begitu Kak ceritanya!” Ucap Nelisa mengakhiri ceritanya, membuat ketiga cowok do sampingnya berwajah masam.

“Setan tuh cewek!” Decak Virgo emosi.

“Gue nggak habis pikir dengan Vika, kok tega banget sih dia nyakitin Revan kek begini. Sial, kenapa juga Revan jatuh cinta pada tuh cewek” sesal Edward.

“Gue pergi dulu guys, ada yang harus gue urusin” pamit Virgo sambil berlalu pergi tanpa mendengar balasan dari sahabat-sahabatnya.

■■■□□□

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here