Cinta yang Menuntun Langkahku #04

0
85
views
Cinta yang Menuntun Langkahku

Disaat latihan Revan dan Evan tak fokus, mereka berdua malah kebanyakkan melamun, tingkah mereka malah membuat Edward dan Virgo bingung ulah tingkah mereka yang beda dari biasanya.

“Wey,, loe berdua kenapa sih? Ada masalah apa?” Sergah Virgo mengagetkan ketiga sahabatnya.

Evan menoleh menatap Virgo yang balas menatapnya nyalang, terlihat api kemarahan di matanya, namun hanya sesaat sebelum tatapan mata itu berubah datar.

“Apa pun masalah yang loe berdua alami, tolong ketepikan dulu. Kita harus fokus latihan guys, minggu depan kita sudah manggung di Big Hit Entertainment. Kita harus menampilkan yang terbaik, ingat guys ini adalah impian kita selama ini” nasehat Edward, menyadarkan niat awal terciptanya band itu.

“Hmm,, sorry Vir. Gue tiba-tiba haus, gue keluar ambil minum dulu!” Pamit Evan sambil berlalu, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal merasa aneh dengan dirinya.

Sejak tadi seraut wajah gadis manis itu terus menghantui pikirannya, berputar-putar mengganggu ketenangannya hingga membuat dia tak fokus untuk latihan.

Evan tiba di dapur, ia membuka kulkas mengambil aqua dingin di sana. Dia menuangkannya ke dalam gelas yang ia ambil dari kabinet, lalu meminumnya. Tak sengaja pandangannya tertuju pada sosok perempuan, yang sedang duduk di ayunan dekat kolam renang dengan buku di tangan. Merasa mengenali perempuan itu, Evan mengerjab sekali. Tak menyangka akan bertemu gadis itu di sini, mengukir senyuman dia beranjak pergi menghampiri gadis itu.

“Jadi loe tinggal disini?” Tanya Evan yang tahu-tahu sudah berdiri di samping Nelisa, disapa tiba-tiba membuat Nelisa berpaling lantas terkejut saat melihat sosok laki-laki psico tadi ada di hadapannya. Tak mau kejadian yang sama terulang lagi, ia bergegas menghindar dari situ.

“Elo, ngapain di rumah gue? Loe ngikutin gue ya, tapi loe kok bisa masuk sih? Kurang ajar banget loe, masuk rumah orang sembarangan!” Cercah Nelisa dengan rasa was-was, sementara Evan hanya tersenyum seraya melangkah mendekati Nelisa yang melangkah mundur.

“Mau ngapain loe? Jangan dekat-dekat!” Seru Nelisa terus melangkah mundur setiap kali Evan melangkah maju.

“Pembetulan, gue gak pernah sama sekali ngikutin elo apalagi bermaksud kurang ajar. Gue kesini karena ini adalah rumah sahabat gue, Revan” dengan coolnya Evan menjelaskan kepada gadis di hadapannya yang tampak tak ingin mempercayai ucapannya.

“Dan apa loe nggak ingin berhenti? Jangan melangkah mundur lagi, diamlah di situ!” Pinta Evan menghentikan langkahnya,

“Dan gue nggak mau ngikutin apa kata loe!” Bantah Nelisa geram, membuat Evan menaikan sebelah alis kirinya.

“Gue jug gak… aaaaaakkkhhh!!!

Byuuurrrrre….

Nelisa selamat terjun ke kolam tak sempat menyelesaikan ucapannya, sementara Evan tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Nelisa yang menyedihkan.

“Tuh kan, udah gue bilangin juga. Elo nya gak mau!”

“Bulshit loe!” Ketus Nelisa memukul air dengan geram, sementara Evan melangkah ke pinggiran kolam lalu mengulurkan tangan ke hadapan Nelisa.

“Butuh bantuan?”

“Gue bisa sendiri!” Jawabnya sambil berbalik arah menjauhi Evan.

□□□■■■

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here