Cinta yang Menuntun Langkahku #02

0
205
views
Cinta yang Menuntun Langkahku

Nelisa bersepeda santai menyusuri taman mini, menikmati udara sore sambil bersenandung riang. Ketika dia hendak berbelok tiba-tiba sebuah motor melintas di hadapannya, Nelisa yang terkejut tidak dapat menghindar lagi dan….

CIIIIIIIITTTTT.……
BRRRAKKKK….

Nelisa jatuh mendarat di aspal bersama dengan sepedanya, cewek tomboy itu meringis ke sakitan.

“Weeyyy,, lihat-lihat dong kalo mau belok. Jangan nyosor gitu aja!” Tiba-tiba satu suara membentak Nelisa, membuat gadis itu mendongak. Mata bundarnya menatap kesal le arah laki-laki yang hampir aja melindasnya dengan bantuan motor ninja yang ditungganginya.

Bangkit dari jatuhnya Nelisa berjalan terseok-seok ke hadapan laki-laki itu.

“Gue juga udah lihat-lihat kale, loe nya aja yang muncul mendadak entah datang dari mana. Harusnya gue yang marah ama loe, dasar psico!”

“Apa kata loe?” Laki-laki itu mendadak melepaskan helm yang menutupi kepalanya lalu turun dari motor, berdiri di hadapan Nelisa yang mendadak ciut saat menyadari betapa tingginya lelaki itu, berbanding terbalik dengan tingginya yang hanya paras dada si laki-laki.

‘Mau ngalah gengsi, kalau ngelawan takut di apa-apain. Ah, bodoh amat deh. Lawan aja” pikirnya,

Berdeham, dengan sok beraninya Nelisa menantang mata laki-laki di hadapannya.

“Itu aja nggak dengar” gerutunya sebal, di detik berikutnya ia kembali bicara.

“Gue bilang tadi loe itu psico, gila, sinting, gak waras. Loe harus tanggung jawab, gara-gara loe dan motor loe itu kaki dan tangan gue pada luka, loe harus bawa gue ke rumah sakit. SEKARANG JUGA”

“Loe benar-benar ya!” Cowok itu mengangkat tangannya, Nelisa memejamkan mata takut.

“Pengecut, beraninya ngelawan cowok. Mentang-mentang gue kecil loe seenaknya mukul gue, tapi gue gak takut sama loe!” Kata Nelisa masih dengan mata yang terpejam, cowok itu tersenyum sinis lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Nelisa, gadis itu tampak pucat.

Beberapa menit berlalu..

‘Lho, kok gak terjadi apa-apa sih? Apa dia gak jadi nampar gue? pikir Nelisa bingung,

“Beneran loe gak takut!” Timbul niat iseng laki-laki itu untuk menggoda,

Seusai kalimat itu terucap, Nelisa membuka matanya lantas terkejut saat mendapati wajahnya begitu dekat dengan si cowok, reflek ia mundur ke belakang menjahui laki-laki itu.

“Loe sebenarnya takut ama gue kan?” tanya laki-laki itu sambil melangkah mendekati Nelisa.

“Gue nggak takut ma siapa pun, termasuk loe” tetap pada pendiriannya Nelisa kembali mundur, tapi sial dia malah terjatuh akibat kesandung batu di belakangnya. Ia kembali meringis sementara laki-laki itu makin mendekat.

“Loe takut kan? Jujur aja deh!”

“Gue bilang enggak ya enggak, gue gak takut sama loe”

“Oh, gitu ya. Tapi kenapa wajah loe pucat banget??” tersenyum sinis laki-laki itu jongkok di hadapan Nelisa, membuat Nelisa semakin takut.

Nelisa memilih diam dan memejamkan matanya, sementara laki-laki itu terdiam memperhatikan wajah gadis di hadapannya.

‘Cantik’ detik hatinya,

Perlahan tapi pasti wajah mereka semakin dekat, hingga deru nafas mereka bisa di dengar oleh masing-masing. Nelisa menahan nafas tahu-tahu laki-laki itu sudah menciumnya, membuat gadis itu terkejut saat merasakan basah di bibirnya.

“Ehhh….” menjerit keras Nelisa mendorong kuat laki-laki itu hingga jatuh, dengan pantas dia berdiri lalu menatap laki-laki itu sengit.

“Dasar mesum, psico, hidung belang. Kau…., menjijikkan. Aaaaa,,, kau brengsek,, kau benar-benar menyebalkan…!” Nelisa berteriak histeris lalu tanpa sadar tangannya melayang ke wajah cowok itu dengan keras, hingga meninggalkan luka sobek di bibirnya, kemudian berlalu pergi meninggalkan cowok itu yang kesakitan.

Mata merahnya menatap kepergian gadis itu hingga menghilang dari pandangan, setelah itu menghapus darah di bibirnya.

“Pukulan tuh cewek boleh juga, ampe berdarah gini” gumamnya, lalu bangkit dan pergi dengan senyuman dan rasa debar di hati.

□□□■■■

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here