Bodyguard with Love #02

0
2041
views

Kafe Galaxi Garden adalah kafe yang paling digandrungi muda mudi necis di Jakarta, cocok untuk para golongan hipster yang menginginkan suasana yang berbeda lain dari yang lain.

Galaxi Garden tempat paling memuaskan bagi manusia-manusia yang haus akan hiburan dan dapat menghilangkan dahaga mereka.
Sesuai namanya Kafe Galaxi Garden mengusung tema luar angkasa dengan gaya Galaxi antariksa sungguh unik dan menantang.

Dibagian Taman terlihat sangat cantik dengan pohon-pohon yang dipangkas berbentuk bola layaknya bentuk-bentuk planet ataupun satelit, sungguh interior yang luar biasa.
Di taman itu Ada banyak meja berpayung pelangi, di bawah salah satunya ada seorang gadis cantik dengan tubuh super langsing namun padat, rambut indah sedikit bergelombang dibiarkan tergerai begitu saja dipunggungnya.
Ratu Eka Rindiyani nama sang gadis yang sedang menikmati secangkir teh matcha beraroma lemon.

****

RINDI Panggilan gadis super cantik itu, selalu meluangkan waktu santainya mengunjungi kafe yang ternyata milik sahabat dekatnya dari zaman SMA dulu.
Sambil menunggu, Rindi membolak-balikkan buku menu yang tersedia di meja tanpa niat memesan apapun.

“Hallo cantik, sorry lama nunggu”
Aviie Owsam sahabat yang ditunggu Rindi akhirnya datang juga.

Aviie menghempaskan bokongnya di kursi depan Rindi.
“Lama amat sih lo, gue sampai bulukkan nungguin elo”

“Hahaha, sorry Bebz biasalah gue ada halangan sedikit, trus elo ngapain juga ngajak ketemu disini, biasanya juga elo ke rumah.”
Kata Aviie sembari menyeruput minuman yang dia bawa.

“Gue pengennya disini sekalian menikmati secangkir teh matcha buatan kafe elo yang ga ada ditempat lain”

Aviie gadis cantik berparas sedikit bule itu mangut-mangut, “Trus, papah elo jadi nanti berangkat ke Jerman untuk bisnis sama kliennya”

“Sepertinya jadi, gue bakal Bete kaya dulu lagi, gue masih trauma dengan kejadian dulu ada maling masuk rumah gue waktu papah ke jepang”

“Elo sering-sering aja nginep di rumah gue biar ga bete, ngomong-ngomong elo ga ada kegiatan pemotretan hari ini?”

“Hari ini jadwal gue lagi kosong sampai tiga hari ke depan” jawab Rindi menjelaskan.

“Hubungan elo sama Devan gimana Rin?” Tanya Aviie dengan nada menyelidik.

“Itulah yang pengen gue omongin sama elo, gimana caranya gue putus sama dia”

“What elo pengen putus sama devan? why..?”
Avii sedikit terkejut dengan niat sahabatnya yang ingin putus dari Devan, cowok yang sudah memperkenalkan Rindi di dunia modeling hingga namanya melejit sampai sekarang.

Rindi model papan atas yang namanya sudah wara wiri di dunia fashion dan model di berbagai produk iklan kecantikkan.

Aviie tahu akan sulit bagi Rindi untuk putus hubungan dengan Devan yang berarti harus putus juga dengan kontrak kerjanya dimajalah BEAUTIFUL GIRL, dimana Devan sendiri adalah pemilik bisnis majalah terkenal itu.

“Gue sebenarnya sudah jenuh viie, gue ngga merasa bahagia dengan profesi gue ini, gue ngikutin keinginan Devan jadi model karena dulu cinta sama dia, tapi semakin hari gue sadar Devan cuma manfaatin gue untuk bisnisnya saja karena Dev tahu bahwa gue bisa dan cocok seperti yang dia inginkan” keluh Rindi.

“Gue mengerti perasaan elo, tapi gue sangsi Dev bakal ngabulin permintaan putus elo, kayanya sulit”

“Gue tahu viie” lirih suara Rindi.

“Elo fikir aja dulu jangan gegabah ambil keputusan, resikonya cukup fatal buat masa depan elo.”

****

Setelah mandi dan memanjakan tubuh, Rindi bersiap keluar dari kamar mewahnya dan turun ke lantai bawah menuju meja makan dimana sang papah sudah menunggunya untuk makan malam.

Ridwansyah tersenyum menyambut putri sematang wayangnya yang kini sudah duduk berhadapan dimeja makan.

“Papah gitu amat sih liatin Rindi..?”
protes Rindi yang merasa risih diperhatikan papahnya sedemikian rupa.

Ridwan terkekeh menanggapinya
“Ayo makanlah dulu sayang”

Rindi mengedikkan bahunya, tumben papahnya ngajak makan malam bersama, biasanya satu sama lain saling sibuk jarang sekali bertemu di meja makan untuk makan bersama seperti ini.

“Bagaimana kerjaanmu lancar-lancar saja?”
tanya Ridwan kepada putrinya setelah mereka selesai dengan acara makannya dan duduk santai di sofa.

“Lancar aja sih pah, ga ada masalah”
jawab Rindi tanpa mengalihkan matanya dari acara yang disajikan di televisi.

“Hhmmm, apa kamu belum ada niat untuk berhenti?”

Rindi melirik ke arah papahnya dengan dahi mengernyit, “maksud papah..?”

“Papah hanya khawatir sama kamu, dan pekerjaanmu itu membuat papah merasa tidak tenang”.
Rindi melihat kecemasan di wajah papahnya, gadis itu beringsut dari duduknya mendekati Ridwan, dengan manja kepalanya dia sandarkan di bahu pria yang teramat disayangainya.

“Papah tidak usah khawatir Rindi akan baik-baik saja, dan Rindi selalu menjaga kehormatan Rindi”
Ridwansyah menarik nafas berat.

Rindi putri satu-satunya berprofesi sebagai model, yang dimana profesi seperti itu sangat rawan bagi gadis secantik dan semolek Rindi, kecemasan dan ketakutan selalu menyelimuti hati pria baruh baya itu.

Sebagai orang tua tunggal ia harus extra menjaga permatanya, selain menjalankan amanat dari Rianda Almarhum istrinya yakni ibu dari Rindi, ia juga sangat bertanggung jawab dalam perkembangan kehidupan luar dalam putrinya.
Ridwansyah takut jika putrinya terjerumus kedalam jurang kemaksiatan yang lebih berbahaya.

Baca selanjutnya

Kembali ke halaman #01

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaBodyguard with Love #01
Berita berikutnyaMy Bos… I Love U #17
Jadikan imajinasi kita membawa kesuksesan dalam bentuk tulisan yang bisa membawa hati para pembaca merasa berada dalam dunia yang kita ciptakan. Jika kita bermimpi jadi seorang penulis wujudkan tanpa ragu dengan kerja keras kita, dengan imajinasi kita untuk pencapaian yang terbaik bagi seorang penulis. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan menghendaki.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here