Bad Marriage #62

0
75
views

Damian duduk santai di dalam mobilnya. Hari ini ia akan kembali ke Jakarta, memang, seharusnya kemarin ia kembali ke Jakarta, hanya saja sosok wanita yang mirip Feby mengusik pikirannya, sehingga ia memutuskan untuk menginap di hotel satu malam. Siapa tahu dia bisa bertemu dengan Feby, jika benar sosok wanita yang dilihatnya kemarin adalah Feby.

“Pak, nanti langsung pulang ke rumah, ya?” Pria paruh baya yang tengah menyetir mobil pun mengangguk. “Saya istirahat dulu, nanti kalo udah sampe rumah bangunin, ya, Pak?”

“Siap, Pak.”

***

“Sayang, sekarang kamu sama Mamah harus ke rumah sakit, ya? Kita harus check-up.” Feby menyunggingkan senyum manisnya. “Walaupun gak sama Papa, kamu harus mau, ya kalo Mamah ajak check-up.” Kali ini ia tersenyum miris. Ia membayangkan senyum indah Reyhan yang mungkin sekarang tengah bersama Reta.

“Kita harus kuat, ya sayang.”

***

“Alex! Permisi! Woy, Alex! Ada orang? Lex! Alex!” Linda menekuk wajahnya. Niatnya untuk mengajak ia mengunjungi Feby menjadi buyar. Pasti Alex masih tidur, pikir Linda.

Kemarin, setelah Feby memberi alamatnya tinggal Linda ingin segera menyusul Feby. Namun, ia urungkan niat tersebut, karena ia pikir akan lebih menyenangkan jika bertemu Feby ditemani oleh Alex. Sekalian biar ada supir dadakan, pikirnya.

Linda hendak membalikan badannya, karena dari rumah Alex tidak ada sahutan sama sekali.

“Mau ke mana?” Mata Linda bersinar. Ia sigap membalikan badannya menghadap ke arah suara.

“Alex!” Linda berteriak girang. Kedua tangannya terlentang, hendak memeluk Alex. Alex yang melihat pemandangan langka itu langsung menyambutnya dengan wajah cerah. Namun saat beberapa senti lagi tubuh mereka bertemu, Linda mengurungkan niatnya. Otak warasnya sudah kembali.

“Kok, berhenti, si?” tanya Alex kecewa.

“Sekarang gue udah waras lagi.” Linda kembali ke sifat aslinya. Galak.

“Yaudah, si, kalo emang gak mau meluk gue.” Alex tersenyum misterius. “Biar gue aja yang meluk lo.” Tanpa aba-aba, Alex menarik tubuh Linda ke pelukannya. Seketika Linda menegang.

“Je t’aime my sweet heart.”

***

Bersambung

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here