Bad Marriage #58

0
57
views

Damian keluar dari mobilnya. Ia menurunkan sedikit kacamata yang menempel indah di hidung mancungnya.

“Beautiful,” gumam Damian saat menatap pemandangan sekitarnya.
Damian berjalan lurus menuju restoran tempatnya meeting bersama Pak Nichole. Ya, Damian sudah tiba di Bandung.

Mata Damian mengedar, mencari sosok Pak Nichole.
Matanya menyipit saat menangkap siluet tubuh pria paruh baya yang duduk di pojokan restoran.

Damian menyunggingkan senyumnya, lalu menghampiri Pak Nichole.
“Halo! Duduk, duduk,” seru Pak Nichole girang saat melihat Damian berdiri di sebrang meja booking-annya.

Damian mengambil duduk di sebrang Pak Nichole. Dan … dimulailah pembahasan mereka masalah proyek.

***

“Kamu mau makan burger, ya?” tanya Feby pada perutnya. Mungkin ia sedang berbincang dengan janinnya.

“Yaudah, yuk kita ke restoran. Kita makan burger!” seru Feby semangat.
Ia meraih tas selempang yang tergeletak di atas sofa, lalu berjalan pelan menuju ke luar rumah.

***

Alex menggeliatkan tubuhnya, lalu menatap langit-langit kamar. Ia mengingat kejadian kemarin, saat ia joging bersama Linda. Mungkin bagi Linda kemarin adalah pengalaman yang buruk, tapi bagi Alex itu adalah pengalaman terindah yang pernah ia rasakan.

Kemarin ia bisa menggoda dan mengganggu Linda sepuasnya. Ia senang saat melihat Linda tersenyum karena ulahnya yang kekanak-kanakan. Ia senang melihat Linda yang tertawa karena gurauan recehnya. Ia senang saat melihat wajah Linda yang ditekuk karena marah ketika ia mengganggunya. Ia juga senang saat melihat wajah Linda yang memerah karena rayuan abal-abalnya. Intinya Alex senang. Titik.

“Gue mau ngulang waktu kemarin, Lin.” Alex tersenyum. “Andai, lo juga punya perasaan yang sama kayak gue.” Alex membuang nafas panjang.

“I love you, Linda Ardigantara.”

***

Hayyo, Feby mau pergi ke restoran, lohh

Bersambung

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here