Bad Marriage #54

0
226
views

Reyhan berjalan menghampiri Feby dan pria yang duduk di sampingnya.
Matanya memancarkan amarah ke segala arah. Alisnya bertautan, rahangnya mengeras, tangannya terkepal.

Setibanya di dekat Feby, Reyhan berdehem, membuat Feby dan pria yang di sampingnya menoleh ke sumber suara.

Mata sembab Feby menatap Reyhan terkejut, tapi tidak dengan pria di sampingnya, ia sama sekali tidak terkejut, bahkan ia menatap Reyhan remeh.
Reyhan sigap menarik Feby untuk menjauh dari pria tadi.

“Kamu! Masih berani deketin istri saya?!” tanya Reyhan marah.
“Gue punya nama, dan nama gue Damian.”
Feby memijit pelipisnya. Pusing bila harus menghadapi sikap Reyhan yang kekanak-kanakan, serta sikap Damian yang seperti ibu-ibu di perkomplekan— suka memanas-manasi.
“Masa bodo sama nama kamu. Pokoknya, saya peringatin kamu supaya jauh-jauh dari saya dan keluarga saya!”

“Kalo gue gak mau, gimana?” tanya Damian menantang.
“Jangan har—”
“Cukup!” ucap Feby memotong ucapan Reyhan. “Gue capek denger kalian berantem terus. Gue tuh lagi pusing,” imbuh Feby lemah.

Reyhan dan Damian menatap Feby bersamaan. Tatapan mereka yang semula sengit, berangsur-angsur melemah saat menatap mata Feby yang memancarkan keputus asaan.
Feby menatap Reyhan dan Damian bergantian. “Kalo kalian mau berantem lagi, silakan, gue gak larang. Tapi jangan di depan gue,” ucap Feby lalu melenggang pergi meninggalkan kedua pria tampan yang sedari tadi berada di sampingnya.
Reyhan menatap Damian nyalang. “Ini gara-gara kamu!” Reyhan pergi membuntuti Feby.
Sedangkan Damian hanya berdecak sebal.

***

Reyhan meraih tangan Feby yang sedang berjalan menuju luar area rumah sakit.
“Kamu kenapa?” tanya Reyhan heran.
Feby membalikan badannya menghadap Reyhan. “Gue yang harusnya nanya ke lo, lo kenapa?”
“Emang saya kenapa?”

“Lo kenapa gak bilang kalo lo masih cinta sama Reta? Gue sebagai istri lo ngerasa gak dihargain tau gak?” Feby menunduk. “Harusnya, gue sadar dari dulu, kalo cinta lo sama Reta itu gak akan hilang sampai kapan pun. Gue bego, ya?” Feby tertawa sumbang. “Gue relain suami gue pacaran sama orang lain, bahkan sampai berani buat bayi. Ahh! Dasar, Feby, lo bego! Bego!” Feby terus memaki dirinya sendiri saraya memukul-mukul kepalanya dengan sebelah tangannya.

Reyhan menatap Feby dengan tatapan yang sulit diartikan. “Ta-tapi, kamu bilang kamu sanggup.”

“Iya, emang gue bilang kalo gue sanggup, tapi, nyatanya apa? Gue gak sanggup, dan gak seharusnya gue maksain diri buat sanggup.” Feby menatap Reyhan. “Gue mau tanya. Lo masih cinta sama Reta?”

“Nggak,” jawab Reyhan cepat.
Feby kembali tertawa, lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri. “Mulut lo bisa bilang kalo lo udah gak cinta sama Reta, tapi, tatapan mata lo gak bisa bilang gitu, Rey.” Feby mendongakan kepalanya, mencoba membendung tetasan air yang siap meluncur dari pelupuk matanya. “Gue tanya sekali lagi. Lo masih cinta sama Reta?!” Suara Feby meninggi.

Reyhan terdiam, lidahnya terasa kelu, membuat Feby tersenyum miring.
“Jawaban lo pasti sesuai sama apa yang gue duga.” Feby melangkahkan kakinya menjauh dari Reyhan. Langkahnya terhenti saat tangan Reyhan mencekal erat tangannya.
“Jangan pergi,” cegah Reyhan.

Feby memiringkan kepalanya, lalu tersenyum miris. “Kayaknya kita emang harus masing-masing aja.” Feby menghentakkan tangannya yang dicekal Reyhan, membuat genggaman tangan Reyhan terlepas.

Feby kembali melangkahkan kakinya. Namun, lagi-lagi Reyhan mencekal tangan Feby. “Saya mohon, jangan gini.”

“Pulangnya jangan malam-malam, ya suami, kita bicarain ini di rumah.” Feby mencoba berkata semanis mungkin, walau hatinya tengah kacau. Ia hanya tidak ingin berlarut-larut dalam amarahnya, karena itu akan berakibat buruk bagi kesehatannya dan kesehatan kandungannya.

Kali ini Feby benar-benar berjalan menjauh dari Reyhan, dan Reyhan pun tidak lagi mencegah Feby. Ia hanya menatap punggung Feby yang semakin memudar dari pandangannya.

***

Kira-kira, Feby sama Reyhan bakal cerai gak, ya? Reta bakal sembuh gak, ya?

Bersambung

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here