Bad Marriage #53

0
246
views

Reta mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba menyesuaikan dengan cahaya sekitar.
Mata Reta menangkap sosok Feby dan Reyhan yang berdiri di samping brankar yang ia tiduri.

Reta tersenyum kecil, membuat Reyhan ikut tersenyum, tapi tidak dengan Feby. Feby menatap lantai dengan tatapan hampa.

Melihat raut wajah Feby yang tidak baik-baik saja membuat Reta tak enak sendiri. “By? Lo baik-baik aja, kan?” tanya Reta.

Feby mendongak. Sungguh, ia sangat gelagapan, ia kira Reta tidak memerhatikan perubahan raut wajahnya. “Ah … i-iya.” Feby mencoba tetap tersenyum.

Reta tersenyum canggung, tahu bahwa Feby sedang tidak baik-baik saja.

“Gimana keadaan kamu?” tanya Reyhan menatap Reta.

“Untuk sekarang gue baik-baik aja, tapi … gak tau kalo nanti.” Reta menunduk sedih.
Tanpa sadar Reyhan mengusap kepala Reta lembut. “Optimis, dong,” ucap Reyhan menyemangati.

Feby mengalihkan pandangannya. Dadanya serasa sesak. Ia dapat melihat pancaran cinta dari keduanya, ya, walaupun hanya sedikit.

“Ekhmm.” Feby berdehem, membuat kontak mata antara Reta dan Reyhan terputus, lalu Reyhan mengalihkan pandangannya kepada Feby. Nampak mata Feby yang sudah memerah.
“Ah, sorry, tenggorokan gue gatel. Kayaknya gue harus ke toilet.” Feby keluar dari ruang rawat Reta.

Reta yang peka dengan keadaan Feby, segera menyikut lengan Reyhan. “Kejar. Istri lo lagi gak baik-baik aja.” Reyhan terdiam sejenak, lalu mengangguk dan mengikuti Feby keluar dari ruang rawat Reta.

Mata Reyhan menangkap sosok Feby yang berlari kecil menuju … taman? Bukannya tadi Feby bilang ingin ke toilet?

Reyhan mengikuti Feby dari belakang, sampai akhirnya ia melihat Feby yang duduk di kursi panjang yang disediakan pihak rumah sakit di taman.

Feby tertunduk. Merenung. Ia memikirkan bagaimana sikap Reyhan yang menurutnya berlebihan kepada Reta. Ia tahu bahwa Reta mungkin sedang sakit, tapi perhatian Reyhan melebihi batas wajar untuk dua orang yang tidak mempunyai hubungan selain—teman? Atau mantan? Ah, tidak, mereka bukan mantan, Reyhan belum mengatakan kata putus kepada Reta. Feby jadi bingung sendiri.

Reyhan hendak berjalan menghampiri Feby. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria mendahului niatnya. Pria itu duduk di samping Feby, terlihat seperti sedang berbincang. Namun di detik berikutnya, pria itu meraih kepala Feby, lalu menyandarkannya di dada bidang pria tersebut.

Tangan Reyhan terkepal kuat. Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju kursi yang diduduki Feby dan ‘pria itu’!

***

Dasar Reyhan! Suka sama siapa, si?! Nyebelin!😒😁
Maaf baru update, kuota baru ada😆

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here