Bad Marriage #41

0
217
views

Reta merasakan pusing di kepalanya. Mungkin efek kehamilannya, pikirnya.
Ia tengah membuat jus untuk dirinya. Pusing yang telah hilang, kembali datang. Reta segera melepaskan kedua tangannya yang memegang gelas dan sendok.

Tubuhnya sempoyongan, hingga ia hampir ambruk. Namun, sigap tangannya memegang dinding.
Akhir-akhir ini ia memang sering mengalami pusing yang berlebihan. Bahkan pernah suatu ketika pandangannya hampir memburam.

Reta tidak tahan dengan keadaannya saat ini. Ia takut pusing yang dirasakannya bukan efek dari kehamilan.
Bergegas Reta mengambil ponselnya setelah pusingnya mereda. Ia memesan taksi online. Sembari menunggu taksi pesanannya datang, ia bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.

***

“Apa, dok?!” kaget Reta tak berani mengulang perkataan yang diucapkan oleh wanita paruh baya berjas putih di hadapannya.

“Iya Bu, Ibu harus segera mengambil tindakan segera untuk penyakit Ibu ini. Kanker otak yang Ibu derita sudah hampir mendekati stadium tiga. Jika tidak diambil tindakan yang tepat dengan segera, kemungkinan besarnya nyawa Ibu tidak bisa tertolong.”

Terpukul? Sangat! Pusing yang ia rasakan dan sering ia abaikan ternyata gejala dari kanker otak yang sudah hampir mendekati stadium tiga.

Bagaimana dengan calon bayinya? Bahkan usia kandungannya baru menginjak minggu ke-tiga.
Ia berjalan gontai menuju keluar rumah sakit. Otaknya yang sudah terkena kanker ini terus ia paksakan berpikir. Bagaimana jika ia meninggal sebelum anaknya lahir? Bagaimana jika saat anaknya lahir, ia sudah tidak ada? Siapa yang akan sukarela menjaga, menyayangi, merawat anaknya? Pertanyaan itu terus berputar di otaknya.

Tiba-tiba terlintas nama Feby di pikirannya. Ah, tapi apakah Feby mau merawat anak yang lahir dari rahim seseorang yang telah menghancurkan rumah tangganya?

***

Reyhan melamun memikirkan bagaimana caranya agar hubungannya dengan Feby bisa kembali membaik.
Lamunannya terbuyarkan saat seseorang mengetuk pintu ruangan pribadi di kantornya.
“Masuk!” perintah Reyhan tak berselera.

Pintu terbuka, dan menampakkan sosok pria tampan dengan senyum congkaknya.
Mata Reyhan menatap ke arah si pria tadi dengan ganas, lebih cepat bahkan sebelum otaknya menyuruh.
“Mau apa kamu?!” tanya Reyhan tak suka.

Si pria tadi jalan mendekati Reyhan. Reyhan yang semula duduk, kini memosisikan tubuhnya untuk berdiri tegak.
“Nggak mau apa-apa, cuma mau melihat keadaan suami dari sahabat gue. Eh, maksudnya, cuma mau melihat keadaan suami dari calon istri gue.”

Reyhan semakin menatap ganas pria tadi. Alex.
“Feby cuma menganggap kamu sebagai sahabat.” Reyhan tersenyum remeh ke arah Alex.
Alex tak ingin kalah, ia menatap Reyhan seperti melihat serangga yang menjijikkan. “Terus, emang Feby nganggep lo apa? Suami? Hah! Emangnya dia masih mau gitu, ngakuin lo sebagai suaminya setelah apa yang udah lo lakuin ke Feby?”

Reyhan terdiam. Di detik berikutnya ia hendak menjawab ucapan Alex. Namun, sebuah suara menghentikan.
“Permisi,” ucap seorang wanita berpakaian formal berdiri di ambang pintu. Jangan katakan wanita itu tidak sopan karena tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, karena memang pintu ruangan pribadi Reyhan tidak ditutup dan Reyhan baru menyadari itu.

“Ada apa?” tanya Reyhan berusaha menormalkan suaranya yang tadi meninggi akibat berbicara dengan makhluk menyebalkan bernama Alex.

“Ini berkas yang Bapak minta.” Wanita itu menyodorkan beberapa lembar kertas berlapis map.
“Kamu boleh kembali.” Wanita tadi membalikan badannya, pergi dari hadapan dua pria tampan yang tadi berada di depannya.

“Oh, yaudah, kalo gitu gue juga harus pergi. Makasih, lho, buat waktunya.” Alex tersenyum congkak ke arah Reyhan, lalu pergi dan menghilang di balik dinding.
“Lelaki kurang kerjaan!”

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya


Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here