Bad Marriage #38

0
169
views

Feby dan Alex keluar dari kamar rumah sakit. Dengan lesu, Feby berjalan menuju keluar dari rumah sakit.
Namun, suara yang tak asing mencegahnya.

“Feby!”
Feby dan Alex menoleh secara bersamaan.
Deg.
Tubuh Feby kaku seketika. Kenapa harus dia? Kenapa harus orang yang ia hindari beberapa hari belakangan ini? Kenapa?!
Alex menatap sosok yang memanggil Feby tadi dengan malas.

***

Mata Reyhan berbinar saat orang yang ia panggil ternyata orang yang ia cari.
Reyhan menghampiri orang yang tadi ia panggil. Feby.
Sementara itu Feby berdiri gelisah di samping Alex. Bagaimana jika Reyhan menyangka yang tidak-tidak tentang hubungannya dengan Alex? Feby tidak mau itu terjadi.
Setibanya di hadapan Feby, Reyhan langsung merengkuh tubuh wanita yang beberapa hari belakangan menyita pikirannya.
Feby membulatkan matanya, begitu pun dengan Alex.
Reyhan mengurai pelukannya. “Kamu ada di rumah sakit? Kamu ngapain? Kamu sakit? Sakit apa?”
“Gue ba—”
“Istri lo lagi hamil.” Alex memotong ucapan Feby, karena ia tahu pasti Feby akan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

Mata Reyhan menatap ganas Alex. “Kamu hamilin istri saya?!”
Kali ini Alex yang menatap Reyhan ganas. “Sembarangan! Enak banget tuh bibir ngomong!”
“Terus kenapa Feby bisa hamil?!”

“Ya, lo yang hamilin lah. Masa gue? Denger, ya, gue gak mungkin ngehancurin masa depan orang yang gue sayang!” Oke, Alex keceplosan.

Mata Reyhan semakin ganas menatap Alex. “Kamu ada rasa sama istri saya?!”
Feby menutup wajahnya malu. Sekarang mereka menjadi tontonan orang-orang di rumah sakit.
“Kalo iya kenapa? Mau marah?! Mau nonjok gue? Silakan, di sebelah mana?” Alex berkata jujur, terlanjur keceplosan, pikirnya.

Reyhan menggeram kesal. Satu bogeman mendarat di pipi kiri Alex. Bukannya meringis, ia malah tertawa meremehkan. “Cuma segitu tenaga lo?”

Oke, kali ini Alex yang menghajar Reyhan, membuat Feby menjerit untuk yang kedua kalinya.
“Ada apa ini?!” Pria paruh baya berpakaian sekuriti datang melerai.

***

Feby, Alex dan Reyhan tengah berdiam di parkiran rumah sakit.
Setelah adegan pengusiran yang dilakukan sekuriti kepada Alex dan Reyhan, mereka bertiga jadi bahan gunjingan selama perjalanan menuju keluar rumah sakit.

“Lex, makasih udah anterin gue. Makasih banyak, tapi kayaknya gue gak bisa pulang lagi ke apartment lo.” Feby mendekat ke arah Alex, lalu mengeluarkan selembar tisu basah yang digunakannya untuk me-lap luka di pipi Alex.

Reyhan yang melihat itu berkacak pinggang.

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya


Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here