Bad Marriage #33

0
160
views

“Feby, kamu kenapa?!” Reyhan terkejut melihat Feby menangis.
Feby mendongak. Matanya menatap Reyhan terluka. Bisa-bisanya dia bertanya ‘kamu kenapa?’,padahal dia sendiri penyebab Feby menangis.

“Kamu sakit?” Reyhan berjalan mendekat.

Berdiri. Feby beringsut mundur menjauh dari Reyhan.
“Siapa yang bikin kamu nangis? Apa cowok yang kemarin nganterin kamu yang bikin kamu nangis?” Feby menatap Reyhan tajam.

“Dia orang baik,” sangkal Feby.
Mata Reyhan yang semula menatap teduh berubah menatap Feby tajam. “Dia siapa kamu?” tanya Reyhan sembari menyipitkan matanya.

“Bukan urusan lo!” ketus Feby.
Feby berjalan melewati Reyhan.
Reyhan jadi terheran-heran sendiri dengan perubahan sikap Feby.

***

Reyhan memeilih untuk mengambil cuti hari ini.
Kali ini ia tengah termenung di balkon kamarnya. Perubahan sikap Feby menyita pikirannya.

“Lo gak ke kantor?” Reyhan terlonjat kaget saat mendengar suara seseorang di belakangnya.
Reyhan menoleh. Matanya berbinar saat melihat Feby tidak menghindarinya lagi.

“Saya ambil cuti hari ini.”
Feby menghampiri Reyham, ia berdiri di samping Reyhan. Dekat, sangat dekat. Saking dekatnya hingga membuat Reyhan gugup sendiri.

“Kemarin lo buru-buru nyelesain berkas yang belum selesai, katanya buat meeting sekarang, tapi, kok sekarang malah ambil cuti? Lo amnesia?”

Reyhan diam. Ia tidak tahu harus merespon bagaimana.

“Gimana kabar Reta? Dia baik-baik aja, kan?” Reyhan menautkan kedua alisnya.
“Emm… mungkin.”
“Kok, mungkin, si? Lo pasti tau, kan keadaannya Reta? Secara … lo, kan temuin Reta semalam.” Feby memandang pemandangan di hadapannya dengan tatapan hampa.
Mata Reyhan membulat. Lidahnya kelu. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Matanya menatap Feby dengan tatapan bersalah.

“Kamu sala—”

“Gue pengen pulang ke rumah Mamah.” Feby melenggang pergi dari hadapan Reyhan.

***

Kok, partnya pendek ya? Gak papa deh, yang penting aku update

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here