Bad Marriage #28

0
201
views

Reyhan hari ini tidak masuk kantor lagi. Ia beralasan ingin berduaan dengan Feby.

Malam ini mereka tengah berada di kamar. Setelah kejadian kemarin, mereka menjadi lebih mesra. Mungkin.

Feby duduk di pangkuan Reyhan, dengan tangannya yang dikalungkan ke leher Reyhan.

Mereka saling bersitatap.

“Kamu percaya, kalo saya cinta kamu?” Reyhan membuka obrolan.

“Emm, percaya gak percaya, si. Tapi gue—”

“Aku. Jangan gue, tapi aku,” ralat Reyhan.

“Nggak ah, males, lebay pake aku-kamu, mending pake gue-lo.” Reyhan menatap Feby tajam, sehingga Feby mengerucutkan bibirnya. “Iya, aku usahain buat percaya.” Reyhan tersenyum simpul.

“Feby?” paggil Reyhan.

“Hmm.” Feby mendongakan kepalanya.

“Tawaran kamu yang waktu itu, masih berlaku?”

Feby menautkan kedua alisnya. “Tawaran yang … malam pertama itu, lho.”
Blushing.

“Kok, tiba-tiba nanyain itu, si?” Feby tertunduk menutupi wajahnya yang semakin memerah.

“Ya, siapa tau masih berlaku. Kalo udah nggak berlaku, tapi tetap harus dilakukan, kan?” Reyhan menaik turunkan alisnya.

Melihat Feby yang masih tertunduk, membuat Reyhan membuang nafas pelan.

“Yaudah, kalo emang kamu belum siap, aku tung—”

“Siapa bilang belum siap?” Feby memotong ucapan Reyhan cepat.

Reyhan tersenyum mendengar ucapan Feby. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Feby.

“Jadi, kita ekhm malam ini?”

***

Sinar matahari menelusup masuk melalui cela jendela, membuat mata Feby yang terpejam mengerjap-ngerjap pelan.

Feby mengedarkan pandangannya, hingga pandangannya terpusat pada satu titik di sampingnya. Reyhan.

Wajah Feby kembali merona mengingat kejadian semalam, ia tak bisa berhenti tersenyum.

Feby menyingkirkan tangan Reyhan yang melingkari pinggangnya, hal itu membuat Reyhan terbangun.

“Mau ke mana?” tanya Reyhan sembari mengucek-ngucek matanya.

“Mandi.” Feby berjalan pelan ke arah kamar mandi.

Reyhan yang melihat Feby kesulitan berjalan, berinisiatif untuk menolong. Ia berjalan mendekati Feby.

“Kok, kamu jalannya pelan? Masih sakit ya, bekas kemarin?”

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here