Bad Marriage #26

0
100
views

Setelah menceritakan kisah pernikahannya, Feby merasa lega, walaupun air mata masih mengiringinya.

Mendengar hal itu, tangan Alex terkepal kuat. Ia tidak rela, orang yang ia cintai dilukai oleh pria manapun, termasuk Reyhan.

“Perlu gue kasih pelajaran sama suami lo?” tanya Alex tiba-tiba.

Reflek Feby menggeleng. “Jangan. Gue bisa nyelesainnya sendiri.”

“Lo yakin bisa?” tanya Linda ragu.

“Lo ragu?” tanya Feby.

“Sedikit.”

“Yaudah, kalo lo gak mau gue bantu, gue pulang.” Alex menoleh ke arah Feby. “Kalo ada apa-apa, lo bilang ke gue. Gue selalu siap dua puluh empat jam buat lo.”

“Ekhmm, kok gue keselek angin ya?” Itu suara Linda.

“Diem deh,” protes Alex. “By, gue pulang ya?”

Feby mengangguk, lalu tersenyum.

Alex beranjak pergi, sedangkan Linda masih sibuk menggoda Feby.

“Kayaknya, Alex suk—”

“Woyy! Upil kadal! Jadi nebeng gak?”teriak Alex, memotong ucapan Linda.

“Iya! Sabar dikit ingus anoa! By, gue pulang ya? Bye!” Linda berlari menyusul Alex, meninggalkan Feby dengan rasa penasarannya.

***

“Gimana? Udah ada info tentang istrinya pacar lo?” tanya Damian.

“Nama istrinya Reyhan tuh, Feby, Feby Adriana Rosaline.”

“Poto?” Damian menyodorkan tangannya.

“Nah, itu masalanya. Gue belum berhasil dapet poto Feby. Dia susah banget mau gue poto,” adu Reta.

Damian menepuk jidatnya. “Pacar lo, kan pengusaha terkenal, kalo dicari tau di internet tentang silsilah keluarganya—termasuk tentang istrinya pasti ada. Kenapa gak cari di internet?”

Kali ini Reta yang menepuk jidatnya, “gue gak kepikiran.”

Damian tersenyum miring. “Tenang. Gue maklum kok, otak lulusan SMA doang kayak lo itu gak bisa mikir banyak-banyak. Takut nge-blank, kan?”

Tensi Reta pasti naik, tapi ia berusaha meredam amarahnya. “Oke, gue cari tau sekarang di internet.”

***

Setelah beberapa menit mencari, akhirnya Reta menemukan poto Feby. Segera ia menunjukan poto Feby kepada Damian.

Untuk beberapa saat, Damian diam. Ia terkesima dengan apa yang dimiliki Feby.
“Gimana? Lo mau?”Tanpa pikir panjang, Damian langsung mengangguk.

Reta tersenyum licik. “Gue pastiin, sebentar lagi dia bakal jadi milik lo.”

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here