Bad Marriage #18

0
110
views

‘Oh, ini simpenan si Reyhan. Kok, kayak tante-tante ya?’ monolog Feby dalam hati.

‘Oh, ini istri Reyhan. Kok, kayak preman si gayanya?’ batin Reta.

“Oh, silakan, silakan masuk.” Feby berpura-pura ramah.

Reyhan berjalan lebih dulu, lalu disusul Reta dan Feby.

“Kamu istri Reyhan ya? Yang nggak dianggap itu?” Reta memulai peperangan.

“Lo Reta ya? Yang kelilit hutang dua miliar itu?”

Wajah Reta memerah, lalu melngkah cepat menyusul Reyhan. Jika bukan karena ingin mendapatkan poto Feby yang akan ia berikan kepada Damian, pastilah ia tidak mau berurusan dengan preman semacam Feby.

***

Kini Reyhan, Feby dan Reta tengah duduk di ruang tamu. Suasana mendadak canggung.

“Ehmm, sebagai tuan rumah yang baik, gue buatin dulu lo minum, gimana?” tawar Feby.

“Emang gitu kan, seharusnya?” respon Reta menyebalkan.

‘Songong nih tante-tante. Gue cemplungin ke kolam baru tau rasa!’ gerutu Feby dalam hati.

Feby berjalan menuju dapur. Di sana ada Bi Anah yang tengah berkutat dengan wajannya.

“Bi, pesst, pesst,” panggil Feby setengah berbisik.

Bi Anah menoleh, “ada apa ya Non?” tanya Bi Anah ikut berbisik.

“Aku punya pekerjaan tambahan buat Bi Anah.”

“Apa tuh Non?”

“Sini deh.” Feby menarik Bi Anah agar mendekat dan membisikan sesuatu.

“Gimana Bi?”

“Wahh! Kalo itu si seru. Sekalian buat hiburan.” Bi Anah cekikikan sendiri.

***

Feby datang bersama Bi Anah. Feby membawa kue, sedangkan Bi Anah membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk.

Kue yang dibawa Feby diletakan di atas meja, lalu diikuti Bi Anah yang hendak meletakan minuman di atas meja. Namun, naas, kaki Bi Anah tersandung sesuatu, yang entah apa itu. Sehingga dua gelas jus jeruk tersebut mendarat tepat di wajah Reta.

“AAAAAA!” teriak Reta histeris.

“Aduh, maaf,” ucap Bi Anah sembari berdiri dan langsung membantu Reta membersihkan wajannya menggunakan lap piring yang selalu ia bawa.

Sedangkan Feby hanya menonton adegan miris tersebut. Reyhan? Jangan tanya, ia pun bingung harus berbuat apa.

“Yaudah Bi, kalo mau ke dapur, ke dapur aja, makasih minumannya.” Tiba-tiba Feby angkat suara.
Bi Anah pun langsung melesat pergi.

“Sekarang udah jam lima sore. Reta harus pulang.” Ucapan Feby berhasil membuat Reyhan memberikan tatapan teguran kepada Feby.

“Sayang, masa aku diusir?” adu Reta.

“Nggak kok, kamu gak dius—”

“Lo udah gue usir. Masih gak mau minggat? Gue jamin, besok lo cuma jadi sejarah di dunia ini!!”
Feby memotong ucapan Reyhan.

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here