Bad Marriage #12

0
268
views

Reyhan duduk termenung di meja kerjanya. “Bener gitu, saya cemburu? Ah, nggak mungkin!”

“Cemburu sama siapa?”

Reyhan terkejut, ia segera menolehkan kepalanya ke sumber suara. Reta.
Kapan wanita itu masuk? Seperti makhluk ghaib saja.

Reyhan gelagapan, “nggak, nggak. Kamu salah denger. Itu, sekarang banyak orang utan yang diburu.”

“Oh,” ucap Reta tak mau memperpanjang masalah.

“Kamu kok tumben, pagi-pagi udah ke sini?”

Reta memasang wajah sedih, ‘saatnya akting dimulai,’ batin Reta.
“Ehmm, aku mau ngomong penting sama kamu.”

“Ngomong apa?”
“Tapi, aku gak enak ngomongnya kalo di sini.”

“Tapi aku banyak kerjaan hari ini, kalo kamu mau ngomong, ngomong aja di sini.”

Reta membuang nafas pasrah, “yaudah deh.”

“Kamu mau ngomong apa?”
“Aku mau putus.”

Deg!

Reyhan terkejut. Sangat terkejut. “Kenapa tiba-tiba? Apa alasannya?”
“Aku gak bisa kasih alasannya ke kamu, hiks, a-aku malu.” Reta berlari keluar ruangan.

Sigap, Reyhan mengejar Reta dan meraih tangannya.
“Ikut aku, kita bicarain ini di ruangan kerja aku.” Reyhan menarik Reta kembali ke ruangan kerjanya. Reta sempat memberontak agar aktingnya terlihat nyata.

“Kenapa? Kenapa tiba-tiba?” tanya Reyhan setelah membawa Reta kembali ke ruangan kerjanya.

“Hiks, hiks, a-aku, aku gak mau cerita. Aku takut kamu jadi terbebani sama alasan aku mutusin kamu.”

“Kita udah sama-sama lebih dari satu tahun. Dan kamu masih ragu buat berbagi masalah sama aku?”

Reta menggeleng, “aku nggak ragu,” elaknya, masih diiringi isak tangis.
“Yaudah, kamu cerita ya sama aku,” bujuk Reyhan.

Reta akhirnya mengangguk, “a-aku, punya hutang dua miliar.” Reyhan terkejut, namun ia memilih diam menunggu Reta melanjutkan kalimatnya. “Dan, aku takut, kalo kamu masih punya hubungan sama aku, nanti kamu malah terlibat dalam masalah aku, karena aku yakin, aku gak mampu bayar hutang aku. Aku takut nanti kamu yang malah didatengin rentenir, aku takut, aku takut, hiks.”

Reyhan memijat pelipisnya, otaknya serasa lumpuh. Ia harus bagaimana?

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here