Bad Marriage #10

0
846
views

Terlalu banyak berpikir siapa yang paling cantik di antara Reta dan Feby membuat Reyhan pusing, ditambah ia belum meminum kopi hitam buatan Bi Anah, yang sudah seperti seperempat hidupnya.

Akhirnya Reyhan memutuskan menemui Bi Anah di dapur untuk meminta dibuatkan kopi.

Setibanya di dapur, yang didapati bukanlah Bi Anah, melinkan Feby.
Malam ini Feby berpenampilan beda. Feby yang biasanya menggunakan baju kaos longgar dengan celana jeans selutut model robek-robek serta rambut yang dicepol asal-asalan, kali ini menggerai rambut bergelombangnya, dan menggunakan gaun biru muda selutut yang nampak indah melekat di tubuh Feby.

Reyhan sempat tak berkedip melihat penampilan Feby saat ini, sampai suara Feby memecah lamunannya.

“Lo ngapain berdiri di sana? Mau latihan jadi patung pancuran?”
Reyhan hanya menggeleng lalu duduk di kursi makan yang bersebrangan dengan kursi yang sejak tadi diduduki Feby.

“Kamu mau kemana?”
“Kepo lo!”
“Saya nanya, kamu harus jawab.”
“Lo lupa ya, sama perjanjian kita? Urusan lo ya urusan lo, urusan gue ya urusan gue,” ucap Feby seraya melirik jam tangan yang melilit di tangan kirinya.
Reyhan menghembuskan nafas kasar. “Oh.”
Tit Tit Tit
Suara klakson mobil membuat mata Feby berbinar. “Gue berangkat dulu ya? Babay.” Feby berjalan keluar rumah.
Walaupun tidak ingin, tapi Reyhan tetap penasaran. Akhirnya ia mengikuti Feby dari belakang tanpa Feby ketahui.
“Hei! Lo apa kabar?”
Feby berlari kecil, menghampiri seorang pria yang keluar dari mobil yang tadi membunyikan klakson.

“Gue baik, lo gimana?”
“Gue baik. Jadi, kita jadi nih ke acara ulang tahunnya Linda?”
“Jadi, makannya gue jemput lo. Yuk cepet, lo tau kan Linda kalo nunggu kelamaan bisa ngamuk.”

Feby tertawa renyah, “yaudah ayo!”
Feby berjalan bersama pria tadi dengan tangan si pria yang bertengger di pundak Feby.

Sementara itu, Reyhan masih setia bersembunyi di balik pintu. “Saya harus introgasi Feby.”

***

Reyhan sudah beberapa kali melirik jam tangannya, namun belum ada tanda-tanda Feby akan pulang.
“Kenapa saya jadi khawatir ya?”

***

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here