Antara Cinta dan Persahabatan

0
432
views

Bagian Satu


Shofa dan Dini adalah dua sahabat, Dini yang mempunyai sifat sedikit pendiam dan tidak banyak omong ini memiliki pacar bernama Yusuf, Shofa tidak pernah menyukai hubungan Yusuf dan Dini, entah mengapa Shofa tidak menyukainya, mungkin karena persaingan di kelas, karena Yusuf dan Shofa selalu berganti posisi untuk mendapatkan peringkat umum di kelas itu, tetapi dia tidak pernah menunjukan rasa tidak sukanya ketika Dini curhat tentang Yusuf padanya.

Yusuf lelaki itu sangat menyayangi Dini, tetapi selalu saja berselisih faham dengan Shofa.
Shofa sebenarnya anak baik, dia pintar, hanya nasibnya bergantung kepada nilai- nilainya disekolah agar mendapatkan beasiswa di sekolahnya, Shofa hampir saja putus sekolah karena orangtua lelakinya sudah meninggal, dan tinggal dia bersama ibu dan kedua adiknya.

***

“Hey Fa.. Bagaimana persiapan kamu menghadapi ujian akhir nanti, kamu lanjut kuliah kan Fa,” tanya Dini.
“Aku belum tau Din, kayaknya aku ga lanjut deh, kecuali aku mendapatkan beasiswa lagi”
“Aku akan minta bantuan papa aku, buat urus beasiswa kamu, kamu harus kuliah, kita kuliah di satu universitas yang sama lagi, ”
” jangan lah Din, orang tua kamu sudah banyak banget membantu, cukuplah Din,” jawab Shofa.
“Ga perduli, kamu itu udah aku anggap seperti saudara aku, kita dah sahabatan dari SD, pokoknya kamu harus kuliah”
Shofa hanya tersenyum, “kita lihat saja nanti ya Din, ”
“kamu lihat Yusuf ga Fa..? ”
” Nggak.. Mungkin sudah dikelas, ya udah kita kekelas yuk

Shofa dan Dini pun berjalan ke kelasnya, dan benar sudah ada Yusuf di dalam kelas.

“Pagi Yusuf, kamu lagi ngerjain apa? “tanya dini.
” Pagi Din, ini aku cuma baca- baca catatan biologi, persiapan buat ujian nanti”
“oh… rajin amat sih, contoh itu Shofa santai… Aja”
“beda donk yank… Kamu dah sarapan belum, kantin yuk.. Aku belum sarapan nih,” Ajak Yusuf.
“Aku ajak Shofa ya.. Pasti dia belum sarapan juga”
“ajak aja kalo anaknya mau, dia kan ga suka banget ma aku”
kok gitu sih, Shofa baik kok Suf, bentar”

Dini menghampiri meja shofa, “fa sarapan yuk” ajak Dini.

“Aku puasa Din, kamu aja ” Shofa tersenyum.
” Oh.. Beneran puasa, ga boong kan? ”

Shofa menggelengkan kepalanya..

” ya udah aku tinggal ya.. Aku mau sarapan bentar bareng Yusuf”

***

“Benaran kan anaknya ga mau di ajakin, kalau ada aku,” ucap Yusuf.
“dia puasa Yusuf, kamu mah curigaan mulu”
“lah bukan curigaan, tapi Shofa emang ga pernah suka sama aku Dini, bahkan kalo aku ajak ngobrol aja dia ga pernah mau, dan menghindar, kamu pernah tanya ga kenapa dia bersikap begitu”
“pernah sih… Tapi dia ga pernah cerita, tapi kalo aku curhat tentang kita, dia kasih tanggapan kok, misalnya kadang kalo kita ribut, dia pernah ngebelaain kamu kok
“mungkin apa karena dia merasa aku saingannya ya? ” tanya yusuf.
“bisa jadi si Suf, karena nasib Shofa kan tergantung beasiswa itu, atau emang karena dia mau fokus untuk belajar dulu”

***

Selesai sarapan Yusuf dan Dini kembali ke kelas.
Saat melewati meja Shofa, Yusuf mencoba senyum kepada Shofa, secepat mungkin Shofa memalingkan wajahnya.

“kamu kenapa sih Fa,” yusuf berguman didalam hatinya.

Usai sudah jam pelajaran disekolah, murid- murid berhamburan keluar kelas, tinggal Shofa, Yusuf dan Dini dikelas.

“Fa, kamu pulang bareng aku ya, ? ” ajak Dini
nggak Din, aku mau kepasar dulu, ibu nyuruh aku belanja,” jawab Shofa.

Dini mengangguk, “ya sudah kamu hati- hati ya Fa”
gue dan Dini duluan ya Fa” Yusuf mencoba berbicara pada Shofa

Shofa hanya mengangguk, dan tersenyum, kini Yusuf dan Dini sudah berjalan duluan keluar kelas.

“Suf, aku dijemput mama kok, kamu duluan aja,” Ucap dini.
loh, ko ga bilang dari tadi sih kamu, ”
” iya maaf, tuh mama aku udah datang duluan ya.. ”

Dini pun pamit pada Yusuf, Yusuf berjalan kearah motornya yang terparkir, saat dia menjalankan motornya keluar sekolah, Yusuf melihat Shofa,

” Shofa… Aku sapa ga ya, percuma gue sapa, tuh anak anti banget sama gue,” guman Yusuf.

Akhirnya Yusuf mengalahkan Egonya dan menyapa Shofa yang sedang menunggu angkutan umum,

“fa.. Kamu nunggu angkot yang mau kepasar ya? ”
” iya” jawab shofa singkat, mata nya tertuju pada satu tujuan.
“jam segini susah fa angkot disini, kamu aku antar yuk sampai depan” ajak Yusuf
“ga usah, trimakasih”

Yusuf mematikan motornya, dan berdiri di sebelah Shofa, Shofa tak mengiraukan Yusuf sama sekali.

“Ngapain masih di sini” Shofa mencoba berbicara.
“Hufff, mau ngomong juga akhirnya, ya nungguin kamu”
“pulang sana, ngapain nungguin aku”
“ya hak aku donk, boleh donk, kamu kan sahabatnya pacar aku, kamu baik sama pacar aku, ya aku harus baik juga donk sama kamu”
“Oh”
“udah 30 menit lu berdiri di sini Fa, udah mau hujan, di sini juga dah sepi, sampe kapan sih lu benci ma gue Fa, salah gue apa? ”

Belum sempat Shofa menjawab, dan benar hujan turun dengan derasnya, Shofa berlari kedalam halte, disusul Yusuf yang mendorong motornya ke tepi, dan berlindung di halte bersama Shofa.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here