Antara Cinta dan Persahabatan # 34

0
191
views

Hari ini adalah hari pertama OSPEK buat mahasiswa baru.
Angin perlahan mengusir kabut tebal pagi itu, Shofa dan Yusuf yang kembali satu Fakultas di universitas yang sama, sedang mempersiapkan diri untuk ospek pertama di hari itu.

Beberapa mahasiswa baru berkeliaran di sekitar halaman fakultas Kedokteran UI.
Ospek yang diciptakan dengan tujuan untuk mengakrabkan antara Dosen dengan mahasiswa baru, para senior dengan juniornya, dan juga sebagai sarana untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan kampus dan kegiatan yang ada di dalamnya.
Penampilan mereka terlihat sangat unik. Ada yang memakai topi yang terbuat dari karton, menggenakan kalung dari petai dan orong-orong, serta karton bertuliskan nama-nama aneh yang digantungkan dileher masing-masing.

“Fa, mana surat dari dokter, kalo kamu gak boleh ikut kegiatan ospek ini. ” tanya Yusuf.

Shofa malah cengar-cengir melihat Yusuf yang terlihat aneh dimatanya.

“SHOFAAA!! ”

” Iya.. Apa! , pelan-pelan manggilnya, aku ga budeg!”

“Mana surat dari papa, yang menyatakan kamu gak boleh ikutan ospek? ”

” Gak aku bawa, aku pengen ikut ospek, aku sehat Suf. ”

” Tapi Fa? ” Shofa langsung memotong omongan Yusuf.

” Bukankah kamu pernah bilang sama aku, seorang pejuang sejati akan tetap tegak berdiri walau apapun yang… ” kembali Yusuf yang memotong omongan Shofa.” Itu beda Fa, aku gak mau kamu kenapa-kenapa, kalau kamu ikut ospek ini. ”

Shofa memegang tangan Yusuf, ” Izinkan aku ikut ospek hari pertama ini ya Yusuf sayang, lagian kan ada kamu yang jagain aku. ”

” Ada maunya aja baru ngomong sayang, ga usah genit, ga mempan tau. ”

Shofa memasang wajah cemberutnya,” Boleh ya? ” pintanya lagi.

” Jelek tau kamu gitu, gak usah pasang wajah kayak gitu, ga mempan. ”

” Boleh ya sayang? ” ucap Shofa sambil tersenyum.

” Hisss.. Kamu ya, ya udah, ayok turun, tapi ingat!! jangan jauh-jauh dari aku. ”

” Iya, siap!!! ” ucap Shofa.

Shofa dan Yusuf turun dari mobil dan segera bergabung dengan mahasiswa lainnya.

***

“Pritttttttt” suara pluit dibunyikan oleh salah satu senior
“Ayo lari… Lari…, lari dek,, ayo lari!! ” teriakan dari kakak-kakak senior menyambut mahasiswa baru.

” KEONG!! ” panggil Rindu pada Shofa, Rindu adalah salah satu senior wanita yang terkenal galak dan judes, Rindu membaca nama yang menggantung di leher Shofa.

” Iya, saya kak? ” jawab Shofa tenang.

“Jangan sok kecantikan, itu nama lo, pas banget ya dengan lo, lelet!!!! ” Rindu berteriak ditelinga Shofa.

Shofa menarik nafasnya pelan, ” Saya salah apa kak? ”

Seorang senior cowok bernama Zidan, yang berdiri agak jauh dari Shofa dan Rindu, memperhatikan tingkah Rindu yang akan segera membuly Shofa.
Tatapan matanya yang tajam, lurus ke arah Shofa dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Merasa Zidan sedang memperhatikan Shofa, Yusuf merasa cemburu.

“Awas genit-genit sama senior” bisiknya pada Shofa.

Shofa membalas senyuman Zidan, lalu melihat Yusuf,
“Ga usah cemburu!!”

“Ngomong apa lu keong!!! ” bentak Rindu.

Shofa memggelengkan kepalanya, lalu tersenyum kepada Rindu, ” Gak ada kak, maaf”

Zidan mendekat kepada Rindu, “Jangan galak-galak sama mahasiswa baru ndu, kita ini pengenalan dan prndekatan diri, senior dan junior, jangan membully, gua gak suka”

“Jangan sok asyik deh lo”

“Pokoknya gua gak mau lihat lu ngebully mahasiswa baru, siapapun itu, dan terutama cewek itu” ucap Zidan sambil mengarah kepada Shofa.

“Suka-suka gua, semakin lu larang, semakin gw kerjakan”

“Maaf kak, jangan kerjain Shofa, kalau kakak mau ngerjain dia, ganti ke saya aja kak” ucap Yusuf yang sengaja mendatangi Rindu dan Zidan,
Melihat Yusuf, Rindu senyum-senyum dan menjadi lembut,

“Shofa siapa? Gw gak kenal. ”

” Yang kakak kasih nama keong, sebenarnya dia gak diperbolehkan ikut orientasi ini kak, karena sesuatu hal, tetapi dia memaksakan dirinya, untuk dapat mengenal dan berpartisipasi dalam acara ini kak. ”

“Tunggu!! Gw juga dapat kabar dari bagian kemahasiswaan, ada satu mahasiswa yang tidak diperbolehkan mengikuti ospek ini, karena sakit…apa ya… Ah.. Gw lupa, sakit apa dia? ” tanya Herry.

” Ataxia kak” jawab Yusuf.

“Nah lu dengar tuh ndu, gw juga gak mau ada apa-apa sama tuh cewek. ”

” Ah.. iya… iya gak gw kerjain lagi. ”

Serangkaian kegiatan ospek season pertama telah selesai dijalani, sekarang mahasiswa diperbolehkan untuk istirahat, dan dilanjutkan kembali setelah jam istirahat.

” Kita dzuhur dulu ya Fa, udah lewat waktunya ini. ”

“Aku temanin aja kamu ke Masjid ya, aku lagi libur Suf. ”

” Kalau gitu kamu gak usah ikut, biar aku aja, kamu disini aja, istirahat!!” ucap Yusuf sambil memegangi kepala Shofa yang kini sudah tertutup hijab.

“Aku Sholat dulu ya? ” dan Yusuf pun berlalu meninggalkan Shofa yang duduk di pinggiran lapangan itu.
Tiba- tiba ada yang menyodorkan minuman kepada Shofa,
“Minum?? ”
Shofa mendongakkan kepalanya, ” Aku Zidan, senior kamu disini. ”

“Shofa, kak. ”

Zidan tersenyum, ” Unik ya nama kamu, SHOFA, seperti jenis tempat duduk.”

” itu Sofa, kak. ” ucap Shofa sambil tersenyum.

” Oh ya Shofa, kalau kamu rasa nanti kamu tidak kuat, jangan dipaksakan ya, kamu minta izin untuk istirahat saja, karena saya tau riwayat penyakit kamu, saya tidak mau terjadi apa-apa dengan junior-junior saya”

“Baik kak, terimakasih”

***

Hari pertama ospek telah selesai dilaksanakan
“Melelahkan banget hari ini Fa, kita pulang terus ya”
Shofa mengangguk, sebenarnya ada yang dirasakan Shofa pada tubuhnya, namun dia tidak ingin Yusuf tau dan cemas.

“Ayo donk Shofa, ayo, jangan lemah Fa. ” Shofa membantin sendiri.

“Kamu kenapa, kamu pucet gitu, badan kamu dingin kayak gini, kamu sakit lagi Fa”

Tiba-tiba Shofa tersungkur dipelukan Yusuf, “Shofa, kamu kenapa lagi, dah aku bilangkan kamu gak boleh ikut ospek, kamu kecapean ini” dumel Yusuf pada Shofa.

Yusuf membawa Shofa kedalam mobil, Shofa duduk terdiam dikursinya, “Posisinya begitu nyaman ga Fa? atau mau aku sandarin kebelakang lagi, biar kamu lebih nyaman?”

“Begini aja, dah nyaman kok Suf. ”

Shofa memandangi Yusuf yang sedang menyetir, Shofa merasakan kasih sayangnya Yusuf kepadanya dulu, sampai sekarang yang gak pernah berubah, Shofa menyadari dirinya masih menyayangi Yusuf, tiba-tiba terlintas dipikiran Shofa tentang masa depannya dengan Yusuf,
Putus atau lanjut, Karena ada alasan yang membuat Shofa berpikiran seperti itu, yaitu penyakitnya.
Tampa disadari Shofa, dia meneteskan air matanya, saat Yusuf menyadari sedang diperhatikan Shofa.

“Kamu kenapa? Apa yang sakit Fa,? Kita kerumah sakit ya? ”

” Nggak, aku gak apa-apa Suf”

“Kamu bohong Fa” Yusuf meraih tangan Shofa dengan lembut.

“Bohong apa? ”

” Kenapa kamu nangis, sambil melihat aku? ”

” Siapa yang nangis, aku kelilipan”

” Kamu tau gak Fa? ” Yusuf menepikan mobilnya dan memberhentikannya.

” Aku sangat bersyukur, bisa punya kamu seperti ini” ucap Yusuf dengan menyunggingkan senyum manisnya.

“Kenapa?” timpal Shofa, dengan wajahnya yang rapuh.

“Jangan tanya kenapa, karena aku tidak tau itu, yang aku tau, aku cinta kamu, dulu, sekarang, dan nanti, selamanya”

Baca selanjutnya

Kembali ke # 33

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here