Antara Cinta dan Persahabatan # 18

0
182
views

Bagian delapan belas


Hari-hari yang sudah dilewati Shofa mulai dari masa kritis sampai masa pemulihannya selalu ditemani oleh sahabat- sahabatnya. Kini Shofa sudah diperbolehkan pulang kerumahnya.

“aku senang lihat kamu sudah sehat Fa, jangan bikin aku takut lagi ya”
Ucap Yusuf.
“bukan aku yang inginkan keadaan aku seperti ini suf”
“iya aku faham, yang terpenting kamu harus tetap jaga kondisi kamu, dan jangan pernah merasa sendiri, ada ibu kamu, adik- adik kamu, dan aku, juga sahabat kamu Dini dan Arif. ”
” iya, makasih atas semuanya. ”
Tidak berapa lama kemudian datang Arif dan Dini, yang ingin menjemput Shofa.
” cieee.. Yang lagi berduaan, kita ganggu ga nih.. “ucap Dini yang baru saja datang.
” ganggu banget lah, iya kan Suf”ucap Arif.
Yusuf hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

***
RUMAH

“Fa, aku punya kejutan buat kamu. ” Ucap Yusuf yang baru saja pulang sekolah, Shofa memang belum diizinkan pergi sekolah beberapa hari setelah dia keluar dari Rumah sakit.
” apa? Jangan sering- sering kasih aku kejutan deh”
“bukan dari aku, tapi dari sekolah”
“sekolah? Apa? ”
” sebentar aku ganti baju dulu ya, kamu tunggu di sini. ” Yusuf meninggalkan Shofa sendiri.

Sesaat kembali Yusuf memegang sebuah amplop untuk Shofa. Shofa membaca Amplop yang diberikan Yusuf padanya. Dari salah satu Universitas Negeri di Jakarta.

” Universitas Indonesia? ” ucap Shofa lalu melihat Yusuf dengan penuh keheranan.
” iya, UI, ayo baca” perintah Yusuf.

Shofa membuka isi surat Amplop itu, dengan suara yang bergetar,
“Beasiswa Prestasi Fakultas Kedokteran. ” Shofa memandang Yusuf.
” iya Fa, kamu sudah jadi mahasiswa kedokteran UI, kamu masuk perguruan Tinggi itu tampa tes, dan dapat Beasiswa lagi”
“what? No, this is just a dream”
“ga Fa, ini ga mimpi, ini nyata, kenapa kamu sepertinya tidak senang Fa? ”
” aku ga bisa terima ini Suf, aku udah bilang aku ga lanjut kuliah suf. ”
” kamu harus lanjut” ucap Arif yang baru saja datang.
“aku dah janji sama kamu Fa, aku akan ambil kejuruan dan Universitas yang sama dengan kamu, biar aku bisa terus jagain kamu” ucap Yusuf.
“kalian terlalu berlebihan, hey kalian lihat kondisi aku”
“i dont care Fa, yang penting kamu harus kuliah, titik, jangan buang kesempatan yang udah lu raih, lu harus terima undangan beasiswa prestasi itu.”

***

SEKOLAH

Shofa yang sudah datang bersama Yusuf, langsung berjalan menuju kelas mereka, tiba- tiba Shofa tertawa, Yusuf yang heran langsung bertanya pada Shofa.
“kenapa kamu tiba- tiba tertawa? ”
” ah.. Aku gak pernah datang secepat ini kesekolah, jadi selama ini kamu selalu datang lebih awal ya Suf”
“haha.. Kamu kan emang quen nya telat kesekolah Fa, lagian aku sengaja, biar aku bisa berdua terus dengan kamu”
“apa sih gaje kamu” Shofa langsung duduk dibangkunya.
Bosan karena kelas masih sepi, Shofa mengambil kertas, shofa memang menyukai menggambar membuat desain- desain baju, kali ini Shofa membuat Desain kebaya untuk pengantin.
“kamu gambar apa Fa? ” tanya Arif yang baru saja datang, Shofa menunjukan gambar yang dibuatnya.
” bagus Fa, kamu bisa ngedesain ternyata”
” hobby aja Rif, ”
” aku boleh pinjam ga gambar- gambar kamu, aku mau tunjukan sama mbak ku, kebetulan dia mau menikah, mana tau dia suka rancangan kamu fa. ”
” ikh, banyak rancangan yang lebih bagus, kenapa ga search aj di internet”
“jangan bawel, aku pinjam ya”
“ambil, nih di hp juga ada, biar aku kirim ke kamu ya”
Yusuf yang melihat Shofa begitu akrab dengan Arif menahan cemburu, tapi dia mencoba menahan rasanya itu.
“ciee yang cemburu” ucap Dini yang melihat Yusuf memandang Shofa dan Arif.
“eh kamu Din, dah lama datang nya”
“sampe ga nyadar gua datang? Kamu keterlaluan” ucap Dini sambil tertawa.

***

“Shofa, Arif, Yusuf, lu bertiga ikut gua” ucap Dini.
“kemana? ” tanya Shofa.
” ikut aja, ini perintah!! Dari papa aku, ”
Ketiga sahabat ini saling pandang melihat sikap Dini, akhirnya mereka pun menuruti kemauan Dini.

Sesampainya ditempat yang dijanjikan Dini, Yusuf, Arif dan Shofa pun turun dari kendaraannya masing- masing.

” ayo.. Ikut” ucap Dini.
“mau kemana sih Din, tempat apa ini” tanya Shofa.
“Shofa, udah sehat? ” tanya suara lelaki paruhbaya itu yang ternyata Papa Dini.
” Alhamdulillah, om” Shofa menyalami tangan lelaki itu, diikuti kedua temannya.
“Alhamdulillah, ” balas papa Dini.
” oh ya Fa, kamu pasti heran ya kenapa om mengajak kamu dan teman- teman kamu kemari, om punya sesuatu untuk kamu,”
“sesuatu om, apa lagi ini om, ”
” ayo ikut” papa Dini mengajak kesuatu tempat, dimana banyak bangunan ruko- ruko bermacam usaha.
Papa Dini membawa mereka kesalah satu Ruko berlantai dua itu, dan mengajaknya masuk.
“ini sengaja om bikin buat kamu Fa, kamu tidak boleh menolaknya”
“Maa syaa Allah, om.. Ini sungguh terlalu berlebihan”
“tidak berlebihan Shofa, papa aku buat ini untuk kamu yang juga anaknya, masa seorang ayah memberikan sesuatu kepada anaknya dikatakan berlebihan” ucap Dini.

Om Surya memberikan sebuah ruko untuk Shofa, agar Shofa bisa melanjutkan bakatnya, Ruko yang sudah lengkap dengan isinya untuk keperluan menjadi seorang desainer, lebih tepatnya papa Dini mendirikan sebuah butik untuk Shofa.

“tapi Shofa ga bisa terima ini semua om”
“kamu harus terima, om gak terima penolakan dari kamu”
“berterimakasih lah pada papa Dini, Fa” ucap Yusuf.
“tapi.. Suf.. ”
“kamu itu hebat Fa, banyak banget orang yang sayang sama kamu, kamu lihat Dini, yang mau berbagi papa dengan kamu, dia gak anggap kamu orang lain, dia menganggap kamu itu saudarnya, kamu harus menyadari itu,” ucap Arif.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian tujuh belas

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here