Antara Cinta dan Persahabatan # 06

0
240
views

Bagian enam


Shofa meninggalkan Yusuf sendiri diparkiran, tampa disadari Yusuf dan Shofa, Arif mendengarkan semua percakapan mereka dan melihat aksi Yusuf dan Shofa. Arif mencoba menemui Yusuf.

“Suf.. Tunggu!! ”

Yusuf menoleh, dan menghembuskan nafasnya dan berpikiran apakah Arif melihat kejadian tadi, dengan sesikit gugup Yusuf bertanya ” eh.. Rriif.. Kamu u.. Dah la.. Ma di situ”

“sudah dari awal, kamu tenang saja suf, aku jaga rahasia ini kok, tapi menurut aku, akhiri drama kalian bertiga, disini yang aku lihat kalian saling menyakitkan”

Yusuf menarik nafasnya dan menghembusnya kasar.
“aku juga capek rif, aku capek membohongi perasaan ku sendiri, aku juga ga ingin menyakiti Dini terlalu lama atas kebohongan ku tentang perasaanku”
” ya seperti aku katakan, akhiri semuanya, dan yang aku lihat Shofa juga masih mencintai kamu, tetapi dia membohongi perasaannya sendiri”
“entahlah rif, sulit banget meluluhkan hati seorang Shofa, tapi aku tetap akan memperjuangkan dia”
“yang semangat bro.. Gw dukung elu, udah sore nih.. Gw cabut dulu ya? ”

Arifpun pergi meninggalkan Yusuf sendirian, dan yusufpun meninggalkan perkarangan sekolahnya yang sudah sepi.

***

Shofa yang sedang mengajari adik- adiknya belajar dipanggil ibunya,
” fa selesai ngajarin adik- adik kamu, ibu mau ngomong sama kamu”
“iya bu, sebentar lagi”

Tidak berapalama kemudian Shofa menemui ibunya, setelah memastikan adik- adiknya sudah pada tidur.

“bu.. Kenapa? ”
” ibu mau bicara sama kamu, tadi pak Harun menemui ibu, fa, pak Harun meminta ibu untuk menikahkan kamu dengan anaknya si Furqon, ”
” ibu, shofa masih sekolah.. Umur shofa masih 17 tahun bu, shofa belum mau menikah”
“tidak sekarang, tapi setelah kamu tamat sekolah”
“Shofa tidak mau bu, shofa masih mau kerja dulu, kuliah, baru mikirin pernikahan”
“kamu mau melawan sama ibu, kamu mau jadi anak durhaka”
Shofa menangis mendengar pernyataan ibunya, “Shofa bukan mau membatah ibu, tapi Shofa belum mau menikah ibu, Semua kemauan ibu Shofa dah turutin, Shofa ga pacaran sama Yusuf lagi, ya Shofa ikuti tapi jangan paksa Shofa buat nikah sama Furqon bu”
“sudah tidur sana, keputusan ibu ga bisa diganggu gugat, kamu harus menikah dengan Furqon”
Shofa meninggalkan ibunya, dia masuk kekamarnya, shofa menangisi apa yang diucapkan ibunya kepada dirinya. Sampai akhirnya Shofa tertidur.

***

SEKOLAH

“fa… Shofa… Shofa malini anggaraini, hellowww…. Shofaaa” teriak Dini, yang melihat Shofa melamun.
“ngapain teriak- teriak manggil aku sih, aku ga budek”
“ga budek sih, tapi ngelamun melulu dari tadi, gua manggilin elu ga nyaut, ngelamunin apa sih? ”
” siapa yang melamun, dah ah aku mau latihan dulu, ikut nggak? ”
” nah, justru itu, lu lihat jam berapa nih.. Jam 3 woyy, pak ilham nyariin lu, nanyain lu, kenapa belum datang kekolam jam segini, cepatan!! ” omel dini.
” iya… Iya nih gua langsung kesana”

***

“dari mana Shofa, bapak nyariin kamu, ”
” iya maaf pak,”
“cepat ganti baju, sekarang kita latihan, ”

Dini mengajak Arif dan Yusuf melihat Shofa latihan, dan mereka pun menyusul Shofa kekolam renang.
” emang Shofa jadi ya Din, mewakili sekolah kita di kompetisi itu? “tanya Yusuf.
” iya, kan hadiah nya lumayan, buat nambah- nambah katanya”
“mudah- mudahan dia menang dalam kompetisi itu ya Tuhan”. Ucap Yusuf.
“Aamiin” ucap Dini dan Arif bersamaan.

Shofa memulai latihannya, saat berlatih Shofa mengalami keram dikakinya,
“eh.. Suf, Shofa kenapa tuh” teriak Arif.
“Suf, bantuin Shofa.. Suf”teriak Dini.
Yusuf dan Arif langsung lari kepinggiran kolam dan menyebur, dan membawa Shofa ketepi.
“Shofa pingsan rif, bantu gua angkat dia keatas”
Arif menarik tubuh Shofa dari atas kolam,
“fa…. Bangun fa… ” Dini menepuk- nepuk pelan pipi Shofa.
Yusuf menekan- nekan perut Shofa, ” bangun fa… Bangun” ucap Yusuf.
“kasih nafas bantuan suf, cepat” perintah Arif.
Yusuf langsung memberikan nafas buatan pada Shofa, didepan Dini.
“kenapa ga kamu aja rif, kenapa nyuruh yusuf” ucap Dini yang mulai cemburu melihat sikap Yusuf.
“nolongin orang itu ga penting siapa din, ga usah cemburu deh” ucap Arif.
Dini pergi meninggalkan yusuf, dan Arif, dan shofa tersadar, Shofa memuncratkan air kewajah Yusuf.
“kamu udah sadar fa” yusuf langsung memeluk Shofa.
Shofa mendorong Yusuf. “plaaaakkk” shofa menampar Yusuf lagi.
“kamu kenapa si fa, kalau kamu sakit, ga usah latihan dulu, kalau kamu kenapa- kenapa tadi bagaimana ” ucap Yusuf dengan nada khawatirnya.
“ehm…. Suf ada Dini” ucap Arif.
Yusuf melepaskan pelukannya terhadap Shofa, dan melihat Dini yang memandang heran pada sikap Yusuf.
“lu aneh fa, kenapa kamu nampar dia, bukannya berterimakasih, kalau bukan karena dia kamu udah mati tenggelam” Dini marah melihat Shofa yang menampar Yusuf.
“ga usah cemburu!! ” ucap Yusuf pada Dini, dan meninggalkan Dini, Shofa, dan Arif.
” ayuk aku bantu ” ucap Arif pada Shofa.
Arif membantu Shofa membawanya kekelas.
” kamu koq basah rif? ”
” iya, tadi aku ikut nyemplung bareng Yusuf, kamu aku antar pulang ya? ”

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian lima

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here