Antara Cinta dan Persahabatan # 03

0
259
views

Bagian tiga


sesampainya dirumah Shofa, Shofa langsung turun dari motor Yusuf, Shofa mengembalikan Helm kepada Yusuf.

“Ini helm kamu, jaket kamu nanti aku kembalikan ya, makasih udah mau antar aku”
Yusuf tersenyum, “Fa” sapa Yusuf.
“makasih Fa, kamu udah mau ngobrol sama aku lagi, sumpah aku senang Fa”
“aku masuk dulu,” ucap Shofa lalu meninggalkan Yusuf.

***

Ibu shofa yang melihat anaknya diantar pakai motor, bertanya pada Shofa.

“kamu diantar pulang sama siapa Fa?”
“sama Yusuf bu”
“Yusuf?”
“iya ibu, anak majikan tempat ibu bekerja”
“Fa, kamu taukan janji kamu sama ibu dulu, kenapa kamu dekat dengan Yusuf lagi?”
“ibu, Shofa masih ingat bu, tadi waktu shofa mau pulang ketemu Yusuf yang sama- sama terjebak hujan bareng Shofa, karena udah sepi, Yusuf memaksa mengantarkan Shofa bu,” terang Shofa pada ibunya.
“iya, ibu percaya sama kamu, sekarang Kamu mandi, ganti baju, istirahat ya”
“kakak.. Tari ada PR, Tari tidak ngerti, kak Shofa ajarin Tari donk?”
“iya, sebentar ya dek, kakak beres- beres dulu”

***

SEKOLAH

Shofa duduk dikursinya memegang lembaran hasil ulangannya yang menurun.
“kenapa Fa” tanya Dini.
Shofa menunjukan hasil ulangannya, “menurun, sepertinya aku bakal gagal mendapatkan beasiswa itu Din”
“udah aku bilang, kamu pasti dapat Fa, dan seandainya kamu ga mendapatkanya, papa aku bersedia menanggung biaya kuliah kamu”
“jangan Din, cukup bantuan keluarga kamu pada keluarga aku”

Yusuf yang tak sengaja mendengar percakapan Dini dan Shofa, tiba- tiba berkata ” seorang juara sejati akan tetap tegak berdiri walau apapun yang terjadi, jangan berhenti sampai kamu menemukan apa yang kamu cari, meskipun terjatuh, bangkitlah demi menggapai indahnya mimpi”
“Nah dengerin tuh apa kata my prince Fa,” ucap Dini.

Bel sekolah berbunyi, anak- anak memasuki kelas satu persatu, guru kelas masuk bersama satu murid baru.
“Anak- anak perkenalkan ini ada murid baru pindahan dari Bogor, perkenalkan nama kamu”
“Saya Arif , pindahan dari SMA negeri Bogor”
“Oke Arif, kamu duduk disebelah Shofa, dibangku kedua dari belakang”
Arif berjalan kearah Shofa, “hai, gua Arif, ” Arif memberikan tangannya pada Shofa.
“Shofa”

***

Bel istirahat berbunyi, anak- anak berhamburan keluar kelas.
“Fa, gua bisa pinjam catatan elu kan, biar gua tidak jauh ketinggalan,” ucap Arif.
“iya boleh, nanti aku pinjemin”
“kantin yuk Fa” ajak Dini dan Yusuf.
“kalian duluan deh, nanti aku nyusul”
“bener ya, awas loh kalo boong,” ucap Dini.
“iya, duluan gih, kamu juga Rif, bareng mereka aja”

Arif, Dini dan Yusuf pergi menuju kantin, tinggal Shofa sendiri di kelas.
Selesai mengurus sesuatu Shofa langsung menyusul ketiga temannya.
Saat Shofa hendak menyamperin ketiga temannya, kaki Shofa menginjak tali sepatunya yang terlepas, sehingga membuatnya terjatuh menubruk Yusuf yang sedang berjalan membawa makanan. Sehingga Makanannya menumpahi seragam Shofa,
“kamu ga kenapa- kenapa Fa” Yusuf mencoba membantu Shofa berdiri.
“baju Shofa kotor Suf, kamu sih ga hati- hati,” ucap Dini menyalahkan Yusuf.
“Aku yang salah Din, aku yang menubruk Yusuf”
“ya udah, duduk dulu Fa, ada yang sakit ga” tanya arif.
“ga ada kok” jawab Shofa.
“ya udah, aku pesan makanannya lagi,” ucap Arif.
“aku ikut Rif” ucap Dini.
Dini dan Arif pergi memesan makanan, tinggalah Shofa dan Yusuf di meja itu. Yusuf menatap dalam Shofa, yang sibuk membersihkan sisa tumpahan di seragamnya.
“ceroboh!! ” ucap Yusuf.
Shofa yang mendengar ucapan Yusuf itu langsung menoleh kearah Yusuf, dan masih diam.
” jika tadi, makanan atau minuman panas yang aku bawa, apa yang bakal terjadi sama kamu Fa”
Tidak berapa lama kemudian Arif dan Dini kembali,
“bisa hilang ga Fa” tanya Dini.
nggak sepertinya Din”
“kamu sih Suf, “Dini kembali menyalahkan Yusuf.
kok kamu nyalahin aku sih yank, Shofa yang menabrak aku lho, tanya aja anaknya”
“udah, jangan pada salah- salahan, makan aja dulu, bentar lagi bel” potong Arif.
“ya udah maaf, kamu juga si Fa” ucap Dini.

***

Yusuf membaringkan tubuhnya disofa rumahnya, dan tiba- tiba matanya tertuju pada bungkus plastik yang terletak diatas meja.
“Mas Yusuf sudah pulang? Sapa ibu Shofa yang masih bekerja dirumah Yusuf.
“ibu, iya baru aja, ini apa ya bu? ”
” oh itu titipan Shofa mas, katanya kepunyaan mas Yusuf”
“jaket, oh ya bu, makasih ya, bu saya ke kamar dulu ya, nanti kalau ibu mau pulang, bilang sama Yusuf ya”
“baik mas Yusuf”
Yusuf pun kekamarnya, dia langsung merebahkan badannya kembali kekasurnya.

“kamu kenapa si Fa, kenapa kamu berubah, kenapa kamu tidak pernah mau memperdulikan aku”

lamunan Yusuf kembali menerawang masa lalu. Shofa selalu saja menganggu pikiran Yusuf, dahulu Shofa adalah tipe gadis yang periang, dan perhatian.
“kenapa kamu sekarang beda banget Fa”
“aku selalu mengerti posisi kamu, aku mengerti masalah yang kamu hadapi dengan keluarga kamu bukanlah sesuatu yang mudah, ah… Shofa… ”
“apa aku harus berterus terang kepada Dini, apa yang sebenarnya, tapi aku takut kamu akan membenci aku selamanya Fa”
Yusuf mengamati foto wajah Shofa yang masih dia simpan. Tiba- tiba pintu kamar Yusuf diketuk.
“mas Yusuf, ibu permisi pulang”
Yusuf membuka pintunya, “ibu saya antar pulang,” ucap Yusuf.
“ndak usah mas, ibu naik angkutan umum saja”
“ga, saya mau antar ibu” Yusuf memaksa.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian dua

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here