Annisa #18

0
400
views

Aku melihat Yusuf dengan kemarahan yang sangat besar dimatanya dan Amar meringis memegang pipinya yang kesakitan karna pukulan Yusuf yang tiba-tiba.Ayah Yusuf dan kakak Fitri memegangi Yusuf yang akan menghajar Amar lagi sedangkan Paman Adi dan kak Ilham membantu Amar berdiri.

“Ada apa ini Yusuf ?” Teriak abi,sungguh pertanyaan abi sama dengan pertanyaanku.Aku bingung dengan apa yang terjadi dengan Yusuf yang tiba-tiba marah.

“Yusuf ada apa?”kuhampiri Yusuf lalu ku coba menyentuh tangannya.
“Jangan sentuh aku”Yusuf membentakku dan mendorongku keras,kak Ilham dengan sigap menahanku agar tak terjatuh kebelakang.Memang aku tak jatuh tapi kata-kata Yusuf dan perlakuannya padaku membuatku terkejut dan menangis.

“YUSUF” teriak ayah melihat Yusuf perbuatan Yusuf,tak cuma ayah semua di ruangan itu terkejut.

“Ada apa Yusuf”kata Amar mendekati Yusuf
“Jangan berani kau menyebut namaku,dasar brengsek”Amarah Yusuf tak terkendali,aku hanya menangis melihat yang terjadi sedangkan semua orang tak berhenti terkejut.

“Kalian berdua memang manusia biadap,”Yusuf menunjuk ke arahku dan Amar.Sekali lagi kata-kata kasar Yusuf membuatku tak mengenalnya sama sekali.

“Yusuf jaga ucapanmu”teriak ayah.

“Jangan kau berani menghina adikku”giliran kak Ilham tak terima dengan kata-kata Yusuf,dia berdiri berusaha hendak memukul Yusuf,aku berteriak ketika melihat tinju hampir saja dilayangkan kak Ilham,untung saja paman Adi memegangi kak Ilham.

“Apa maksudmu Yusuf?”teriak Amar.Semua wanita menangis melihat yang terjadi.

“Maksudku?maksudku kau bilang?ini maksudku”Yusuf memperlihatkan fotoku dan Amar keluar hotel saat Amar membantu memapahku.”kalian mau mengingkari apa lagi ha?kalian berselingkuh,dasar kau wanita hina Annisa”kata Yusuf.

“Plak…..”Ayah menampar dan menarik Yusuf menjauhi kita,dan entah apa yang mereka bicarakan.ibu memeluk yusuf ketika ayah memarahinya sambil berteriak.Aku makin menangis menjadi, (jadi ini maksud Mira) fikirku.Sedangkan Kulihat abi terduduk,dan ummì menangis.

“Itu salah faham,Annisa baru saja sadar jadi aku memapahnya”kata Amar
“Aku bersumpah itu karna aku masih pusing,aku tak melakukannya.Aku bersumpah abi,ummi”tangisku menatap mereka.

Fitri dan bibi Salma menghampiriku.”kalian percaya padaku kan?aku tak melakukannya”Fitri mengangguk dan menangis sementara bibi Salma menangis memelukku.

Paman Adi dan bibi Salma kemudian menghampiri abi dan ummi
“Aku yakin Annisa tak melakukan itu,Annisa anak kita tak akan melakukan hal yang melanggar agama,kami yakin”kata paman Adi dan bibi Salma pada ayah dan ibu,ummi dan abi hanya mengannguk.

Sungguh melihat mereka menangis hatiku makin hancur.

“Annisa maafkan aku”kata Amar.Aku hanya diam
“Aku minta maaf Amar”kataku dengan derai air mata,bagaimanapun Amar membantuku.

“Annisa tenanglah”Fitri memelukku
“Fitri ,Mira kenapa tega padaku?”kumemeluknya erat,kami sama sama menangis.Lalu kuhampiri abi,kubersimpuh di kaki abi dan ummi yang sudah mulai tenang karna kata-kata paman Adi dan bibi Salma.

“Abi,ummi Annisa bersumpah,foto itu tak seperti yng terlihat,Annisa akan jelaskan semuanya.”tangisku dan memeluk kaki kedua orang tuaku.Abi menepuk punggungku dan ummi mengelus kepalaku.

“Abi percaya padamu nak”kata abi,membuatku menatap wajah abi dan kulihat ummi mengangguk.

Kulihat Yusuf berjalan ke arah kami ,aku coba memberanikan diri menghampirinya.Tapi ternyata Yusuf ke arah kamar,ku kejar dia
“Yusuf tolong dengarkan penjelasanku,aku bersumpah tak melakukannya,aku istrimu,aku dijebak Yusuf,Yusuf aku mohon.”yusuf tak bergeming dia tak menghiraukan dan juga tak mendengarkanku seolah aku tak ada baginya.Yusuf membanting pintu kamar,aku kaget dan tetap menunggunya,mungkin dia ingin menenangkan diri dikamar.

“Yusuf dengarkan aku,aku tak melakukannya,tolong dengarkan aku Yusuf”kata-kata itu kuulangi entah berapa kali.Sampai akhirnya Yusuf membuka pintu,aku senang tapi ternyata kulihat Yusuf mengeluarkan kopernya.

“Yusuf jangan pergi,tolong dengarkan aku,aku bersumpah demi ALLAH Yusuf”kataku menangis sambil mengikutinya.Semua orang kaget melihat yang dilakukan Yusuf.

“Yusuf apa kau tak percaya padaku?”kata-kataku membuat Yusuf berhenti,dia menoleh padaku.

“Annisa binti Amir kujatuhkan talak padamu” Yusuf mengatakannya dan pergi.Kakiku lemas seolah seisi dunia menjadi bebanku,aku duduk terdiam tak ada kata yang ingin aku ucapkan dan jelaskan padanya lagi.

Abi tampak kecewa tapi paman Adi menenangkannya disampingnya,ummi dan bibi Salma menangis,Fitri menangis memeluk kakaknya sedangkan Amar memeluk kak Ilham.Ayah dan Nia menghampiriku.

“Nak maafkan ayah,Yusuf tak cukup baik untukmu,maaf ayah tak bisa mendidiknya dengan baik”kulihat air mata menetes disudut matanya.
“Kak Annisa,Nia percaya sama kak Annisa”Nia memelukku.aku hanya terdiam tak menjawab.Kulihat ayah menghampiri abi.

“Amir maafkan aku,”ayah memeluk abi
“Ayah ayo kita pulang,ngapain disini lagi”teriak ibu.Tak kusangka ibu bisa berubah secepat itu,tapi aku tak enyalahkannya jika tak percaya padaku.Semua keluarga Yusuf telah pulang,bibi Salma menghampiriku
“Annisa……Nak…..Annisa”teriak bibi salma melihatku pingsan.

*****

“Annisa”teriak Fitri melihat Annissa pingsan,semua orang panik dan langsung membawa Annisa ke dalam kamar,memang hari ini Annisa mendapat pukulan berat,karna telah di talak oleh Yusuf.

“Amar ini kerjaan Mira kan?”kata Rian saat berada di samping Amar,Amar hanya mengangguk.Rian memanggil Fitri yang sejak tadi disamping Annisa.
“Kak tak kau tunjukkan pada Yusuf?kata Fitri bertanya.

“Apa yang perlu ditunjukkan”kata Ilham tiba-tiba muncul,kami kaget tapi akhirnya kami beritahu kepada Ilham.Tapi Ilham tak kaget,membuat Rian penasaran.

“Ilham kenapa tak kaget,apa kamu tahu?”kata Rian tanpa basa basi,Ilham mengangguk.Rian,Amar dan Fitri makin terkejut.
“Aku menyuruh orang untuk menjaga Annisa,tapi kemarin orangku kehilangan jejak saat dia lengah ketika membuntuti Annisa dan Fitri.”Ilham menunduk.

“Apa?”Rian,Amar dan Fitri serempak kaget tak percaya
“Kenapa kau membuntuti Annisa?”kata Rian mencecar
“Aku curiga saat kulihat Annisa,Mira dan Fitri berdebat setelah Annisa menikah diluar rumah jadi aku menyuruh orang membuntutinya dan menjadi penjaga Annisa.

“Pantas saja Annisa bertanya kenapa ummi dan abinya tak memilih menerima lamaran kak Ilham,ternyata Annisa tau yang terbaik untuk dirinya,kalian memang punya ikatan batin”celetuk Fitri,Ilham kaget mendengar ucapan Fitri.

“Hush….”kata Rian mencubit Fitri.
“Apa?jadi…..”kata Ilham
“Sudah ini bukan waktu yang tepat membicarakan perasaan”Amar menyela.

“Iya sebaiknya kita ke Yusuf”kata Rian
“Baiklah aku akan mengantarmu”kata Ilham
“Kamu dan Fitri sebaiknya disini”kata Rian pada Amar dan Fitri,mereka setuju.

******

“Annisa….Annisa”suara abi dan ummi
“Ummi….Abi….”kataku mulai menangis lagi,kulihat abi,umi,bibi Salma,paman adi,dan Amar,sementara Fitri membawakan air putih.kulirik jam sudah jam 4 sore.

“Annisa mau sholat dulu”kataku.aku berusaha berdiri dan kekamar mandi,setelah itu aku melakukak sholat,sengaja kuperlama sujudku dalam sholat kumeminta ampunan pada ALLAH AZZA WA JALLA,kumeminta ketenangan hati,dan kumeminta kesabaran untukku,dan kupsarahkan semua yang terjadi sekarang pada ALLAH,tak lupa kudoakan orang tuaku.
Setelah sholat aku merasa lebih tenang dan menyusul mereka semua yang duduk di ruang keluarga.

“Ummi abi maafkan Annisa mempermalukan abi dan ummi,”ku mencoba bersikap tegar kuputuskan tak ingin mereka bersedih dan menangis melihatku.

“Annisa tahu abi ummi dan semua yang ada disini mungkin ada perasaan ragu melihat foto yang diperlihatkan Yusuf.Tapi abi Annisa bersumpah atas nama Allah annisa tak pernah melakukan hal sekeji itu.”

“Nak abi dan ummi percaya padamu,kamu anak abi tak mungkin melanggar syariat ALLAH karna kami tau kami berhasih mendidikmu sebagai anak sholehah”kata abi dan ummi mengangguk menyetujui omongan abi.

“Bagaimana dengan Yusuf?”kata ummi.
“Yusuf telah menalakku jadi aku harus menerima itu”kataku tertunduk,hampir saja kutumpahkan air mata didepan mereka tapi ku tahan sekuat tenaga.

“Kau harus menjelaskan”kata Amar
“Iya benar Annisa”kata Fitri.

“Tidak,aku tak mau karna jika dia sudah tak mempercayaiku maka dia berarti telah melepasku,dia tau sekali”kataku
“Amar maafkan aku ,dan terima kasih telah menolongku”ku coba terlihat baik baik saja
“Annisa paman rasa kamu harus menjelaskan apa yang terjadi,agar semua menjadi jelas dan rumah tanggamu terselamatkan,ini juga untuk nama baikmu dan keluargamu”kata paman Adi
“Iya nak,agar semua jelas”kata bibi Salma.

“Aku pasrahkan pada ALLAH bukankah yang mengangkat derajat manusia atau menjatuhkannya hanya ALLAH,aku lagi disayang ALLAH paman,bibi”
“Kau memang Annisa kami”bibi Salma memelukku
“Semuanya Annisa pamit ke kamar dulu.Fitri dan Amar tolong ikut ku sebentar”
Sebelum aku beranjak kakak Fitri dan kak Ilham datang,aku memberi isyarat pada Fitri untuk membawa mereka juga.Kami semua berkumpul di kamarku.

“Ada apa Annisa ?”kata Fitri
“Apakah semua tau masalahku,termasuk kak Ilham?tanyaku,semua menunduk
“Iya Annisa”kata Fitri
“Kami dari rumah Yusuf dengan niat membongkar kebusukan Mira tapi Yusuf melempar handphoneku sebelum kutunjukkan”kata kakak Fitri
“Yusuf memang bodoh”kata Fitri,aku tak menyangka Yusuf sungguh tak mempercayaiku karna foto itu,air mata yang kutahan akhirnya tumpah juga.

“Aku ingin kalian bersumpah mulai sekarang tidak menyebut bahwa Mira dibalik semua yang telah terjadi padaku ini pada siapapun terutama Yusuf”

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here