Annisa #12

0
394
views

Aku malu berdiri mematung,kuurungkan niat dan cepat-cepat ku berbalik untuk lari ke kamar mandi.Tak sempat sampai pintu kamar mandi Yusuf menghentikanku.

“Aku malu padamu Yusuf”aku tak ingin membuka mataku. Tiba-tiba Yusuf menggendongku,hatiku berdebar antara takut terjatuh dan malu menggunakan pakaian terlampau terbuka ini.

“Kamu cantik bidadariku”
Kata-kata Yusuf terdengar indah,hatiku berbunga tapi rasa malu ini menutupi kebahagian itu.Yusuf membaringkanku di tempat tidur,dia menyuruhku membuka mata,dengan sedikit rasa malu akhirnya kubuka mataku.

“Aku ingin menagih hutang”kata Yusuf
“Hutang?”aku kebingungan kapan aku berhutang
“Hutang setelah sakit,ciuman dari bidadariku”
Aku makin malu Yusuf mengatakan itu.
“Tapi aku sudah membayarnya”kilahku,malah sekarang dia kebingungan dan menanyakan kapan hal itu dibayar.

“Tadi malam saat kau tertidur aku sudah membayarnya”dia tak percaya,dia menyuruhku berhenti berbohong.
“Aku tak berbohong aku telah menciummu semalam”lalu aku ceritakan kejadiannya dengan rasa malu yang ada.

Dia malah terlihat bahagia dan mengatakan aku makin nakal,Yusuf mengatakan bahwa dia senang aku nakal padanya tetapi akan memberikan hukuman padaku.

“Hukuman?katanya kau bahagia aku nakal padamu tapi kenapa aku mendapat hukuman?”
“Kalo nakal harus di?”Yusuf menggodaku.
“Nasehati”kataku
Yusuf berpikir sejenak lalu katanya tetap aku akan dihukum karna aku telah dewasa.Aku disuruh pejamkan mataku lalu yang terjadi selanjutnya hal yang membuat hasrat dan gairah makin menggelora.
Dia mengatakan terima kasih dan dia sangat mencintaiku dari jauh sebelum aku menikah.

Kami lalui pagi itu dengan saling berpelukan satu sama lain.
“Yusuf aku ingin ke kamar mandi membersihkan diri “.Tapi dia melarangku dan menyuruhku tetap disisinya,aku menuruti keinginannya.
“Nanti mau punya anak berapa?”kata Yusuf
“Berapapun jika ALLAH memberi “kataku malu-malu
“Aku mau anak yang banyak ya”

“Hah?Insyaallah”.
“Yuk nabung lagi buat ngasih cucu “kata Yusuf mengerlingkan mata.
Sungguh aku lelah sekali sampai terlelap tidur.Aku terbangun agak siang kulihat Yusuf tidak ada,ku ambil handphone untuk meneleponnya tapi aku terkejut melihat jam 13.30 wita langsung ku berlari ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu sholat.setelah sholat aku ingin tidur lagi,baru sampai di tepi tempat tidur Yusuf datang mrmbawakan makanan untukku.
“Aku tidak mau Yusuf,aku ingin tidur”kataku.
“Makanlah Annisa aku tak mau kamu sakit,sedari pagi kamu belum makan”kata Yusuf lalu dia membisikkan sesuatu yang membuat aku makin malu.

*******

Kami telah menghabiskan waktu 7 hari untuk berbulan madu,banyak hal yang kami lakukan seperti saling mengenal apa yang disuka dan tidak suka,bercerita,dan kata Yusuf bikinin cucu yang kadang membuatku malu sekali.

Kami memutuskan untuk pulang karna lusa Yusuf mulai bekerja.Kami bahagia dan makin dekat satu sama lain,yusuf tak ragu mendekapku saat jalan bersama serasa dunia milik berdua yang lain numpang.

“Assalamualaikum ” kata kami bersama-sama.
“Waalaikum salam”.Ummi dan abi tak kalah kompak
“Kamu sehat nak”ummi menanyakanku sambil memelukku.
“Iya ummi”aku sehat jangan khawatir.Abi juga menanyakan hal yang sama.
Keesokan harinya kami berpamitan ke rumah ibu dan ayah.Sesampainya disana ayah masih menelepon temannya di ruang tengah,sedang kami bercerita di ruang depan dan memberi oleh oleh yang kami bawa.Aku lihat ayah seleseai menelepon dan kami masih bercanda,aku izin kebelqkang sebentar.

“Assalamualaikum ayah”kataku sebelum ayah beranjak
“Waalaikum Salam Annisa,bagaimana keadaanmu?
“Alhamdulillah sehat Ayah,ayah aku ingin memberikan sesuatu.”Kuberikan amplop pada Ayah.

“Apa ini”ayah membuka ternyata uang yang ayah berikan,ayah makin bingung dan menanyakan kenapa uang itu dikembalikan.
“Ayah,aku dan Yusuf sudah menikah,aku bukan tidak ingin menerima hadiah dari ayah tapi ayah, Annisa ingin ini saatnya kami terutama Yusuf yang lebih banyak memberi kepada Ayah dan ibu.Itu adalah kewajiban Yusuf sebagai seorang anak,dan kami ingin rejeki kami lebih berkah karna membagi rejeki itu dengan orang tua.”

“Nak ayah tak mengira kamu diusia semuda ini bisa berpikiran yang mungkin anak seusiamu tidak fikirkan itu,Ayah kira orang tuamu telah berhasil mendidik anak baik seperti kamu tapi tidak orang tuamu telah sukses mendidik anak menjadi sholehah dan baik sekali.Nak kalau ada apa-apa jangan sungkan katakan pada ayah,ayah akan membantumu.”ayah terharu dan menepuk pundakku.

Yusuf dan yang lainnya ikut bergabung bersama kami,ibu memberikan oleh-oleh yang kami bawa pada ayah,ayah sangat senang sekali.Kami semua mengobrol diruang tamu,lalu ternyata Fitri menelepon,aku angkat sebentar telepon Fitri sambil menjauh.

“Assalamualaikum pengantin baru?”goda Fitri
“Waalaikum Salam sahabat terbaikku…”
“Kapan pulang,aku tak sabar mendengar ceritamu”
“Aku sudah pulang ,nanti kalau tidak besok aku akan main kerumahmu insyaallah,sekarang aku di rumah mertua aku tutup dulu ya?”
“Ohhh oke oke”.kata Fitri cepat lalu memutus teleponnya.
Ketika akan masuk ke dalam lagi,aku melihat Nia menelepon,aku tak berniat mendengarkan tapi kulihat Nia menangis.

“Nia ada apa?”
“Aku dipulangkan kan dari sekolah,umi dan abi besok akan di pnggil,aku takut”jawab Nia terbata-bata.

“Ada apa sebenarnya?”kataku heran
“Aku dituduh mencuri dan menyontek disekolah”.Nia menangis,aku memeluknya lalu menenangkannya.Setelah menenangkannya aku mendengar semua kronologis ceritanya ternyata orang yang menuduh Nia orang yang sama.

“Baiklah ayo kita ke sekolah mumpung tak telalu siang,masalah izin biar kakak yang bilang pada ayah dan ibu”.kataku meyakinkan Nia,dia setuju.
Kami masuk bersama setelah itu aku berpamitan pada ayah,ibu dan Yusuf.
“Kok sudah mau keluar”kata ibu bertanya.
“Ini bu Annisa pengen banget jalan jalan sama Nia”.jawabku beralasan.
“Jalan-jalan bersamaku juga ya”ajak Yusuf tapi Nia menolak Yusuf.
“Aku ingin mengenal adikmu”bisikku pada Yusuf agar dia tak curiga.
“Nia g mau ganti baju dulu” ibu bertanya lagi
“G usah bu biar dapat potongan harga pelajar hehehe”kataku cepat.
Kami lalu pergi setelah mendapat izin,Nia memboncengku karna ku tidah bisa menggunakan sepeda motor.

Sesampainya disekolah kami langsung menuju kantor guru kebetulan sekarang jam istirahat jadi banyak murid diluar dan guru sudah berkumpul di kantor.

“Assalamualaikum”sapaku sambil mengetuk pintu.
“Waalaikum Salam”semua guru menyahut dan menengok kearahku.
“Eh Annisa sini masuk-masuk”kata bu Indri wali kelasku dulu,
Kami berbasa-basi dahulu dan mereka sedikit kecewa karna terlalu cepat memutuskan menikah,tapi aku meyakinkan ini yang terbaik.Dan tak lupa kuberikan makanan dan kue yang aku beli sebelum kesekolah,mereka senang sekali dan sesekali memujiku.

Lalu kuberanikan dîri membicarakan kasus Nia,
“Pak guru bu guru bolehkah aku menemui anak dalam kasus Nia ini?”
“Annisa kan kamu tahu itu tidak boleh”
“Bu pak ada yang ingin saya tanyakan jika dia sudah menjawab dan benar Nia melakukan ini aku akan mengantar ayah dan ibu besok bu,bagaimanapun mereka akan syok kalo Nia dituduh mencuri bu karna Nia tak pernah kekurangan dirumah”.aku meyakinkan ibu dan bapak guru sedang Nia mulai meneteskan air mata.

“Baiklah kami setuju”.kata bu indri setelah berdiskusi dengan guru yang lain.
Siska nama anak yang menuduh Nia dipanggil ke ruang guru,dia kaget melihat Nia dan melihatku.

“Siska ini Nia dan Annisa datang untuk menanyakan sesuatu padamu”
“Menanyakan apa bu kan semua sudah jelas Nia pelakunya”ketus Siska sambil melirik Nia.

“Aku tak melakukannya “tangis Nia pecah.Aku menenangkan Nia.
“Siska bolehkan aku menanyakan sesuatu?”kataku lembut pada Siska.Siska tak enak padaku lalu mempersilahkan.

“Masalah menyontek bagaimana kalau kita tes saja,itu paling adil karna jika Nia menyontek berarti dia tidak tau dan tidak belajar”.kata-kataku dinilai masuk akal oleh semua guru tapi siska mulai tak tenang.
“Buat apa di tes segala toh dia yang nyontek,bagaimana dengan laptopku yang dia curi?sergah Siska.

“Masalah laptop itu adalah barang berharga jadi kita harus libatkan polisi”kataku meyakinkan.
“Polisi?” Guru-guru kaget mendengar kata-kataku.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here