Annisa #10

0
157
views

“Yusuf tolonglah akan aku jelaskan padamu jika semua sudah selesai”.Ku terisak karna kata-kata Mira begitu menakutkan bagiku,tak kuasa ku menahan air mata hingga tumpah membasahi pipiku.

“Sudahlah berhenti menangis” dia menghapus air mataku.
Abi dan umi datang,Yusuf memintaku untuk diam dikamar dan dia menyambut kedua orang tuaku.aku coba menghubungi Amar,dia mengangkat telfonku.

“Assalamualaikum Amar,dimana kamu Amar?”
“Ada apa Annisaku,apa rasanya menikah,ceritakan padaku!”
“Pulanglah Amar,mira mencarimu”isak tangisku tak terbendung.
Kuceritakan semua yang terjadi padanya,tapi aku tak memberitahunya bahwa aku sudah tau dia menyukaiku.

“Sudah hentikan jangan menangis terus,mendengar kau menangis rasanya ingin kuhancurkan diriku sendiri,baiklah aku akan pulang besok,apa kau ingin sesuatu?”

“Tidak Amar cukup kau saja pulang bebanku terangkat.” Ku akhiri pembicaraan itu dengan rasa lega dihatiku,besok Amar pulang dan menyelesaikan semuanya..

Kuhubungi fitri ku ceritakan semuanya,tentang telfon Mira dan telfon Amar.Dia merasa lega Amar akan pulang tapi dia menyesal masalah Mira.Kukatakan padanya untuk tidak memberitahu Mira lebih dulu.
“Anissa,mengapa Mira jadi begini,kenapa persahabatan kita jadi berantakan”Fitri menangis.

“Tidak Fitri,semua akan baik baik saja,Mira dan persahabatan kita,ketika Amar kembali ikutlah bersamaku menemuinya ya?”
“Baiklah lalu Yusuf,akan kau beritahu?”
“Nanti setelah semua beres,tapi aku tak akan mengatakan masalah Amar menyukaiku,aku tak mau merusak persahabatan mereka,jangan cerita pada kakakmu.”

“Baiklah Annisa,semoga semua baik baik saja”Fitri menutup telfon.
Aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri,lelah sekali hari ini.Tak terasa ternyata aku tidur terlelap.

Kepalaku pusing ,mataku panas sekali tapi aku merasa kedinginan,kucoba membuka mata kulihat Yusuf terlelap sambil memegang tanganku.Kugerakkan tanganku,rupanya itu membuat Yusuf terbangun.
“Annisa kau sudah bangun?”Yusuf terlihat cemas,aku hanya mengannguk entah kenapa berat rasanya untuk berbicara.

“Mau minum?”tanyanya,aku kembali mengangguk
Dia merawatku selama aku sakit,3 hari aku panas tinggi dan dia merawatku dengan sangat baik.

Setelah aku mendingan dan mulai sehat,Yusuf menceritakan kalau ayah,ibu Nia juga Fitri tiap hari kesini melihat keadaanku,biasanya jam segini Fitri muncul,kata Yusuf padaku.benar saja Fitri muncul dan memelukku bahagia karna aku sudah enakan.

“Mana Mira?”tanyaku
“Kamu tau Yusuf menjagamu tanpa lelah,ummi menceritakan padaku.
“Mana Mira Fit?”
“Amar sudah datang dia menemuiku,aku ceritakan kamu sakit,aku ceritakan semua dia menangis,dia bertanya bolehkah menjengukmu”
“Dia memang selalu khawatir tentang kesehatanku”,nanti aku izin Yusuf
“Ada apa sayangku?”Yusuf mengagetkan kami
“Amar ingin menjenguk sahabatnya,Annisa”celetuk Fitri
“Suruh dia kesini ,kenapa harus izin dia sahabatku juga”ucap Yusuf.

Dengan sigap Fitri menelepon Amar,dan benar saja Amar langsung datang.Yusuf menyambut kedatangan Amar,mereka berpelukan ,dan Yusuf memyuruh Fitri mengantar Amar karna kebetulan tamu abi juga datang jadi Yusuf menemani tamu abi.

Amar melihat dari pintu kamar lalu dia langsung masuk kamarku bersama Fitri.

“Kenapa pengantin baru sakit begini,apa kamu kelelahan melayani Yusuf?kata Amar khawatir melihatku.
“Aku belum sempat melayaninya”jawabku pelan
“Gimana mau melayani suami awal nikah saja Mira cari masalah sampai sekarang”celetuk Fitri
“Ada apa dengan Mira”,aku terkejut..Amar memberi isyarat pada Fitri untuk diam.
“Dia tidak mau bersahabat lagi denganmu,aku juga tak mau bersahabat dengannya”.celetuk Fitri tanpa mengindahkan isyarat Amar.
“Amar setuju memacarinya ,demi kamu”ucap Fitri lagi,Amar hanya menunduk.
“Apa hubungannya denganku?”
“Dia mau bersahabat denganmu lagi kalau Amar jadi pacarnya”.
“Hentikan Amar aku tidak ikhlas,kamu paling tahu aku tak suka orang berpacaran,aku tak mau kamu pacaran kalau sampai kau memacari Mira karna aku,aku tak ingin mengenalmu lagi”.kataku tegas,Amar mengagguk mengerti.
“Aku menganggap Mira saudaraku begitu juga kamu dan Fitri tapi kalo Mira mau memutuskan ikatan ini aku tak masalah,aku masih punya kalian berdua”
“Dari pada kau memacari Mira jauh lebih baik kau menikahi Fitri”kataku tersenyum
“Gila kamu Annisa,bisa dibunuh aku sama Mira”kata Fitri.kami bertiga tertawa ,Yusuf datang dia bahagia melihat aku tertawa
“Sayangku sudah sehat “Yusuf mengecup dahiku.aku malu,Fitri menggodaku sedang Amar kulihat air mata disudut matanya.Kami berempat akhirnya mengobrol banyak,itu membuatku terhibur.
Fitri dan Amar sudah pamit pulang dari rumahku ,mereka sempat menemui mira sebelum kerumah masing masing,itu yang dikatakan Fitri padaku tapi tentang bagaimananya dia akan menceritakannya besok.
Yusuf masuk kamar dengan membawa makanan dan obat ,aku tersenyum melihatnya.

“Terima kasih telah merawatku”kataku
“Kamu adalah istriku tentu saja aku yang merawatmu”.
Omongan Yusuf membuatku merasa bersalah,dia merawatku tapi aku belum pernah melakukan kewajibanku sebagai istri.Ya ALLAH apakah ini teguranmu kepadaku?maafkan aku Ya ALLAH,aku menangis memikirkannya,aku bertekad memperbaiki semuanya.
Yusuf kaget “mengapa kau sering menangis?”,dihapusnya air mataku lalu dia mendekatkan wajahnya padaku,kupejamkan mataku aku sudah siap jika dia mau mencium bibirku,muach….dia tak mencium bibirku,dia mencium keningku.

“Aku anggap ini hutang,nanti akan ku tagih jika istriku sudah sehat”ucapnya.Lalu dia mnyuapiku,betapa malunya aku tapi ntah kenapa aku tersenyum mendengar kata-katanya.

“Tu kan kalo tersenyum lebih cantik bidadariku”.kata kata Yusuf membuatku makin salah tingkah.

“Aku minta hadiahku”kataku pada Yusuf
“Hadiah apa?”
“Hadiah bulan maduku,tapi bukan bulan madu tapi jalan jalan saja,bagaimana?
“Tentu saja,Annisaku mau kemana?
“Aku mau kepantai”
“Bagaiman kalau ke Bali ?
“Banyak bule berpakaian minim”sahutku
“Itu yang aku cari”kata Yusuf….

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here