Annisa #06

0
82
views

“Sebulan abi?annisa kan masih banyak yang diurus abi di sekolah,tak bisakah dimundurkan abi?”
“Nak itu permintaan pihak laki laki,dan abi rasa itu yang terbaik,terlalu lama juga takut akan menimbulkan fitnah.masalah kelulusan kan yang penting semua ujian sudah dilaksanakan.”
“Iya abi Annisa mengerti”aku berbalik masuk kedalam kamar,abi memanggilku.
“Annisa 2 hari lagi acara lamaran”.aku hanya bisa tersenyum getir.
Aku masuk ke dalam kamar,berat rasanya harus menerima keadaan ini,aku hanya bisa menangis dikamar.Amar tiba-tiba meneleponku..aku tak ingin mengangkat teleponnya tapi dia tetap sahabatku paling tidak aku memberitahunya lebih awal tidak seperti sebelumnya aku berbohong padanya
“Assalamualaikum Annisa”
“Waalaikum salam Amar”
“Kenapa dengan suaramu ada yg berubah,kamu sakit atau kamu sedang menangis?
“Amar aku akan menikah sebulan lagi.”tak ada jawaban dari Amar dia diam seketika,aku memanggil namanya tapi tidak ada jawaban.aku tunggu dia berbicara,hampir lima menit tak ada jawaban.
“Amar aku tutup ya…assalamualaikum.”
Aku terdiam memikirkan semuanya,air mataku makin deras,kuputuskan menelepon kak Ilham.dua panggilanku tak direspon kak Ilham,aku ingin mencoba sekali lagi mungkin berhasil dan ternyata benar diangkat.
“Assalamualaikum…kak Ilham.”aku menangis keras sekali kutumpahkan kesedihannku pada kak Ilham
“Kak Ilham aku akan menikah 1 bulan lagi.”tangisku makin kencang,
“Maukah kau lari denganku annisa?”
“Maksud kak Ilham?”
“Maksudku dari pada kamu menangis,lebih baik ikut denganku.”
“Husss ngawur,gimana orang tua kita ,pasti mereka kecewa.”
“Mangkanya jangan menangis did depanku.”
Malam itu kutumpahkan kesedihanku pada kak ilham,,aku tak sadar aku menangis sampai terlelap tidur.
Keesokan paginya aku terbangun ketika kubuka handphone ternyata ada pesan dari kak ilham kesal karna ditinggal tidur tapi dia bahagia karna adik kesayangannya akan menikah.ū

Kudengar suara dari luar kamar berisik sekali ,ternyata ummi sudah mulai menyiapkan makanan untuk acara lamaranku juga persiapan lainnya…dekorasi bahkan barang untuk mempelai laki laki mulai dipersiapkan bahkan Mira dan Fitri ada dirumah juga ikut membantu,aku malas kututup pintu kamar dan mengurung diri dikamar.

*****

Acara lamaran dimulai,aku telah dipersiapkan dari baju sampai riasan wajah,bahkan orang di sekitarku pangling melihatku karna belum pernah meliatku begini,Fitri dan Mira ingin mengabadikan kecantikanku,mereka antiusias melihat penampilanku.
Bibi Salma,paman Adi juga datang tapi kak Ilham tidak hadir karna kemarin balik ke surabaya.
“Anakku cantik sekali.”aku membalas memeluknya,aku meneteskan air mata
“Makasi bibi”jawabku
“Kenapa menangis Anissa?”bibi Salma mengangkat wajahku dan menghapus air mataku.”nanti kau rusak make up mu nak “.
“Bukankah bibi bilang aku sudah cantik jadi tidak perlu make up?”
Bibi Salma mengangguk…”semoga selalu bahagia anakku”.kata bibi Salma mencium keningku.aku hanya mengaminkan dalam hati.
Keluarga Yusuf mulai berdatangan,perias memperbaiki make up ku yang rusak oleh air mata.ketika acara dimulai aku dijemput ummi untuk bertemu keluarga Yusuf.aku mencium tangan ibu Yusuf dan beliau mencium keningku lalu beliau memberikan cincin sebagai pengikat,keluarga Yusuf dan sebagian tamu mengabadikan momen itu,kuberikan senyum terindah,aku tidak mau membuat malu ummi dan abi.
Acara selesai dengan lancar sudah diputuskan tanggal pernikahannya.aku pasrah dengan yang terjadi walau masih terus menangis.
“Abi umi anisaa capek bolehkah Annisa ke kamar?”
“Boleh nak,oh ya annisa tadi orang tua yusuf menyampaikan salam dari Yusuf ,dia meminta izin untuk meneleponmu,abi sudah izinkan”
Aku hanya mengangguk,dan masuk dalam kamar.aku menghapus semua riasan yang menempel di wajahku dan mengganti pakaianku.ku buka handphoneku kak Ilham dan Amar mengirimkan pesan…
Kak Ilham “kesayanganku dicuri orang apakah aku harus mengejar dan merebutnya?”
Jangan kak Ilham aku dicuri dengan kerelaan bagaimana aku bisa melepas tangan pencurinya ketika Baktiku pada ummi dan abi adalah tali pengikatnya
Ada pesan dari Amar “sayapku patah tapi tak membuat luka dihati tapi ketika bidadariku terlepas dari genggamanku hatiku hancur berkeping keping
Aku membalas pesan Amar “jangan katakan itu kita adalah sahabat dan akan terus menjadi sahabat jadi tidak akan ada hati yang hancur berkeping keping.
tiba-tiba yusuf menelepon.
“Assalamualaikum Annisa”
“Waalaikum salam Yusuf”
“Annisa kamu cantik sekali malam ini”
“Yusuf pernikahan kita hanya sisa sebulan lagi bagaimana kalo kita tidak perlu berteleponan?kataku tegas
“Annisa kau tidak menyukaiku?”
“ALLAH menyukaimu untukku dan ummi abi juga ,apakah itu belum cukup?
“Aku ingin kamu”
“Aku memilhmu jadi imamku ,apakah itu kurang cukup Yusuf?Yusuf aku ingin kita bertemu dan berbicara setelah pernikahan”
“Baik Annisa”
Aku menutup telepon dan mengucapkan salam.aku tidak peduli apa yang dipikirkannya sekarang

*****

Hari-hati berlalu begitu cepat,semua urusan pernikahan sudah dilaksanakan,ummi juga telah mengajariku secara kilat cara memasak walau aku tidak terlalu mahir.
Malam sebelum pernikahan umi dan abi pergi ke kamarku mereka menjelaskan panjang lebar tetang pernikahan tapi ada satu hal yang membuatku mengingat baik baik petuah itu
“Nak ketika kau belum menikah,ridhomu ada pada orang tua akan tetapi ketika kau menikah ridhomu ada pada suamimu,kau harus mematuhi perintah suamimu dalam segala hal apapun itu kecuali melanggar syariat agama.”kata abi padaku,aku menangis sejadinya entah kenapa aku merasa sangat kehilangan dan akan kehilangan orang tuaku.
“Annisa pesan ummi padamu janganlah engkau menolak permintaan suamimu karna sebagai seorang istri permintaan suami adalah perintah untukmu,ingatlah nak apapun masalah yang terjadi didalam rumah tanggamu tidak boleh kau ceritakan pada kami sekalipun,jagalah lisanmu walaupun ummi tahu kamu adalah anak yang bijaksana.
Ummi dan abi memelukku dan kami semua menangis bersama…
Setelah abi meninggalkanku kak Ilham meneleponku.
“Anissa assalmualaikum…”
“Waalaikum salam kak Ilham,kak apakah benar kamu tidak akan datang,aku ingin kamu disampingku,kau adalah kakak kesayanganku…”
“Annisa aku tidak bisa”
“Kenapa?”apakah kau tak menyayangiku?”
“Bukan begitu Annisa,aku sangat menyayangimu sampai tak bisa melepasmu kepada lelaki lain,aku sangat menyayangimu dari dasar hatiku…Annisa pernikahanmu membuatku hancur,bagaimana aku bisa datang”
“Akan aku laporkan pada ummi”.
Aku menutup telepon kak Ilham dengan kesal.aku menemui ummi di ruang keluarga,kebetulan abi sudah tidur di kamarnya.
“Ummi kenapa kak Ilham mengatakan tidak akan datang dipernikahanku karna tidak mau melepasku.
Ummi terlihat kaget lalu ummi menjelaskan padaku
“Annisa ada yang belum kami ceritakan,saat dihari dimana Yusuf mengkhitbahmu,Ilham juga mengkhitbahmu”
“Apa ummi?”

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here