Annisa #04

0
414
views

Kami berjalan bertiga menuju alun alun kota,sejak tadi Mira dan Fitri sudah kudesak untuk menceritakan apa maksud mereka dirumah tapi mereka bungkam tidak seperti biasanya,mereka mengatakan akan berbicara setelah sampai alun alun kota saja,aku tentu saja menuruti kata kata mereka sambil menerka-nerka ada apa dan apa yang gawat sekali itu.

Fitri mengajak duduk di tempat duduk yang ada dialun-alun kota.aku dan mira hanya mengikuti langkah kaki Fitri.

“Annisa….kamu tau kan……ah kamu saja Mira yg jelaskan pada Annisa!!!kata fitri,aku lantas memalingkan wajah ke arah Mira

“Ada apa Mir?”

“Amar tadi malam menelfonku…..”

“Oh amar aku pikir apa,dia sudah menelponku tadi malam,aku pikir ada urusan apa”sahutku memotong pembicaraan mira

“Jadi kamu tahu?”sahut mereka kompak

“Tentu saja tahu tapi kalian tidak beri tahu Amar kan aku ketemu Yusuf dalam bus?”aku tegang mengamati jawaban mereka,syukurlah mereka mengangguk jadi aku tidak ketahuan berbohong oleh Amar,bagaimanapun aku takut Amar tahu aku membohonginya.

“Jadi kamu tau niat Yusuf?”selidik Fitri

Aku hanya mengangguk dan tertunduk lesu…

“Kamu tahu cuma Amar yang tidak tahu wanita dalam bus itu kamu?”kata mira meneruskan.Aku terhenyak kaget mendengar kata kata Mira….

“Maksud kalian cuma Amar yang gak tau?yang lain tau?”ucapku kesal

“Iya annisa,abangku menanyaiku semalam setelah kumpul bareng Yusuf,katanya Yusuf bilang ketemu kamu di bus.tapi pas Amar dateng namamu sudah diganti menjadi gadis dalam bus,jadi amar gak tau itu maksudnya kamu”Fitri menjelaskan tidak bersemangat.

Aku kaget bukan kepalang,aku bingung harus bagaimana aku belum ingin menikah dan apa yang harus kujelaskan pada Amar.

“Assalamualaikum ukhty-ukhty cantik”.suara pria itu membuat kami bertiga kaget bukan kepalang…Amar menyapa kami..”amar”kami bertiga kompak.

“Wah kalian merindukan aku rupanya,apa kabar calon istri?canda amar padaku.aku makin kaget menerka apakah amar sudah tau semuanya…

“Calon istri calon istri,calon istri dari Hongkong?”ejek Fitri

“Tentu saja tidak,tentu saja calon istri aku,hahahahha”

“Haduhhhhh sampe kaget”bisikku,ternyata Amar mendengar….”kamu gak mau nikah sama aku?aku akan membahagiakanmu lho annisa”

“Hehehehehe,aku telfon kak Ilham ya?”ancamku

“Jangan jangan annisa please jangan”

“Halah ngajak nikah tapi takut”jawab Mira kesal

“Bukan takut tapi Ilham sudah bilang ke sahabat sahabatnya awas macam macam sama Annisa,mana ada yang berani denger ancaman Ilham,liat aja mana ada sahabatnya deketin kamu?” Amar menjelaskan.

“Oh jadi gak akan ada yang berani kan,kamu bisa pastiin”sanggahku sambil menoleh ke arah Fitri dan Mira

“Iya gak akan ada yang berani,kecuali kamu mau aku ajak nikah?”rayu Amar..

Kami bertiga beranjak meninggalkan amar tanpa menjawab pertanyaannya…tapi setelah bertemu Amar kami makin yakin Yusuf juga tidak akan berani,kami bertiga pulang dengan senyum ceria dan hati plong…

Hari ini beban dan segala masaalah terlepas dari Annisa,dia menjalani waktu seharian itu dengan bahagia.

*****

Keesekon harinya annisa menikmati waktu santai sorenya dengan segelas teh yang tidak begitu manis,dia menyusun rencana untuk pendidikannya dalam pikirannya.Dia ingin sekali melanjutkan kuliah di salah satu universitas negri.

Tiba-tiba sesuatu mengagetkannya dan membuyarkan lamunannya,dia menoleh betapa kagetnya dia melihat kak Ilham dibelakangnya…

“Lho kak Ilham kapan datang?curang gak ngasih kabar”ketusku

“Kenapa kesayanganku kan kejutan”tangannya mengacak-ngacak kepalaku hingga hijabku sedikit kusut.kutepis cepat tangan kak Ilham takut membuat makin kusut hijabku.

“Mana bibi Salma dan paman Adi”clingak clinguk mencari kehadiran mereka

“Nanti malam mereka kesini,ni kak Ilham dari Surabaya langsung kesini demi kamu”….

Aku mengangguk pelan tanda mengerti tak lupa aku tersenyum….ketika lagi asik mengobrol dengan kak Ilham ada sepasang suami istri paruh baya masuk ke halaman rumah kami.

“Assalamualaikum….”

“Waalaikum salam”aku menyalami ibu ibu paruh baya tersebut..sedangkan kak Ilham tampak kaget tetapi menyalami kedua orang tersebut…aku bingung bagaimana kak Ilham kenal…aku tepis pikiranku sambil tetap mengembangkan senyum.

“Ini Annisa ya?masyaallah cantik sekali kamu nak,sudah besar ya sekarang”..aku hanya bisa tersenyum,kulirik kak Ilham terus memperhatikan sambil tersenyum getir…

“Ummi dan abi ada?”

“Ada tante,om,tunggu sebentar Annisa panggilkan”.belum aku beranjak pergi ke dalam,kak Ilham mencegahku,dia menawarkan diri memanggilkan sekalian dia ingin bertemu umi dan abi,aku menurut saja.

“Silahkan duduk om tante”.pintaku sopan

Banyak pertanyaan yang ditanyakan padaku aku jawab sebisa dan sesopan mungkin seperti biasa.tiba-tiba ummi muncul dari pintu bersama abi,abi tersenyum lebar mengetahui siapa yang datang,seolah teman lama yang baru bertemu,ternyata belakangan aku tahu ternyata tamu abi dan umi juga tinggal dikota ini juga,aku tak pernah tahu karna ketika mereka main kerumah bertamu aku selalu tak dirumah entah aku di sekolah atau keluar kota.

Umi dan abi masuk kedalam rumah untuk mengobrol dengan tamunya,tak jarang aku dengar suara ketawa abi belum pernah aku lihat abi sesenang ini kecuali dengan paman Adi….Rupanya orang ini spesial bagi abi.

Aku lupa ada kak Ilham di sebelahku,aku menoleh ke kak Ilham,ada yang berubah dari raut wajahnya.

“Kak ada apa?kak Ilham kok kayak banyak pikiran?”

“Hm?tidak apa apa,capek pengen jalan -jalan sama kamu,mau?”

“Kapan?”

“Sekarang?”

“Jangan sekarang gak enak kalau ganggu abi”

“Nanti malam?setelah ayah dan ibu datang?gimana?”

“Nah itu pas banget,kak Ilham emang kenapa tumben sekali bibi dan paman datang bukan hari libur?

“Gak tau aku juga gak tau ?kak Ilham gelagapan

Aku makin bingung melihat kak ilham tapi belum sempat menanyakan itu tamu abi dan umi berpamitan pulang aku berdiri menyambut mereka….ummi memberiku kode untuk bersalaman,aku tahu kan aku bukan anak kecil lagi gerutuku dalam hati….

Sebelum isya,bibi dan paman datang kerumah aku menyambut mereka, tiba-tiba bibi salma ingin aku memeluknya…

“Annisa anakku” ucap bibi salma bahagia

“Tentu saja anak bibi Salma juga”sahutku

Baru sebentar bercengkrama adzan isya’ berkumandang,semua laki-laki pergi ke masjid,aku langsung masuk kamar untuk sholat isya’ dan bersiap keluar bersama kak Ilham.

“Abi aku ajak Annisa jalan-jalan ya? “kak Ilham meminta izin abi,aku diam saja

“Boleh tapi jangan lupa jangan pulang lebih dari jam 9 dan hati hati”.kata abi tegas

“Baik abi,ayo annisa,,”kata kak Ilham

Kami keluar mengendari mobil paman Adi,disepanjang perjalanan kak Ilham kelihatan gusar tapi seolah olah dia tidak ingin menunjukkan kegusarannya padaku,dia terus menggodaku ,untung saja kak Ilham kakakku kalau tidak aku bisa baper oleh godaannya…

Kak Ilham mengajakku makan direstoran langganannya…katanya dia sering kesini bersama sahabat-sahabatnya.jujur aku tidak begitu suka makan di restoran, biasanya cukup makan dipinggir jalan lebih nikmat dan enak menurutku dan sahabatku.

Ketika akan masuk kerestoran benar saja sahabat kak Ilham disana semua termasuk Amar,kakak Fitri dan Yusuf tentunya.aku melihat Amar melirikku lalu dia sibuk dengan telepon genggamnya,sedangkan yusuf tak menatap atau melirikku sama sekali.

Kak Ilham mengajakku ke salah satu meja kosong dan memesankan makanan untukku,kami mengobrol sampai menyantap hidangan dimeja kami .tak jarang dia mengambil butiran nasi di dekat mulutku sekaligus mencubit gemas pipiku,,,,entah ada apa dengan kak Ilham malam ini tidak seperti biasanya, lebih romantis pikirku.

“Kenapa berhenti makan,sudah kenyang?”tegur kak ilham.

Aku kelagapan dan mengatakan iya tapi aku lanjutkan makan sampai tidak ada sisa makanan dipiringku,aku tak suka menyisakan makanan karna abi selalu mengajariku harus banyak bersyukur dan selalu ingat belum tentu orang diluar sana bisa makan senikmat aku.

“ayo kak Ilham kita pulang”ajakku

“Gak mau pesan makanan lagi?”tanyanya

Aku menggeleng dan kak Ilham langsung berdiri untuk mengajak aku pulang,tiba-tiba kak ilham menggenggam tanganku,tentu saja aku kaget karna tak biasanya kak Ilham begini dan hanya abi laki laki yang pernah menggenggam tanganku.aku reflek menarik tanganku bukannya aku sok suci tapi aku tau walau kak Ilham kakakku dia bukan mahromku.

Kejadiaan itu menyadarkan kak Ilham kalo dia melakukan kesalahan,lalu dia menatapku dengan memelas seperti yang dia lakukan ketika dia ingin meminta maaf dan dengn gampangnya aku luluh dan memaafkannya sambil tersenyum.

Diperjalanan pulang kak Ilham mencoba menggodaku,dia ingin memastikan aku benar benar tak marah tentu saja aku senang.

“Yah udah sampai”kak Ilham kecewa

“Alhamdulillah udah nyampe ,aku takut dekat-dekat denganmu”candaku sambil menjulurkan lidah dan berlari kedalam rumah,kak Ilham mengejarku ke dalam rumah.sampai di dalam rumah kulihat ummi dan bibi Salma nangis berpelukan

“Assalamualaikun,ada apa ini?

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here