Annisa #01

0
101
views

“Annisa duduk dulu didalam sudah terlalu lama nak kamu menunggu diluar” kata bibi Salma membujuk Annisa yang sudah hampir setengah jam menunggu bus didepan rumah,biasanya tidak terlalu lama entah kenapa hari ini ,”Gak apa apa bi disini saja takut kelewatan kalo nunggu di dalam”ucap Annisa.

Bibi Salma sudah khawatir pada Annisa karna Annisa berdiri dipinggir jalan,bukan tanpa alasan bibi Salma seperti itu,sejak Annisa menunggu bus yang lewat bibi Salma memperhatikan banyak pria yang lewat dengan kendaraannya selalu menoleh ke arah Annisa

Bagaimana tidak secara fisik Annisa adalah gadis yang cantik dan menarik,kulitnya putih dan badannya tidak terlalu kurus tapi juga tidak terlalu gemuk,dengan jilbab yang digunakan semakin membuat wajahnya teduh.”Annisa biar pamanmu saja yang mengantarmu pulang,dari pada kamu berdiri disini menunggu bus ? Bibi Salma meyakinkan Annisa lagi.”bibi Annisa naik bus saja kan sudah biasa Annisa pulang ke rumah naik bus,Ini satu satunya kesempatan Annisa naik kendaraan umum dan diizinkan abi”ucap annisa kepada bibi salma sambil mengerlingkan matanya. Bibi Salma tidak bisa mengatakan apa apa lagi.

Memang Annisa dididik keras oleh abinya sangat jarang sekali dia keluar rumah apalagi naik kendaraan umum,abinya melarangnya .jika dia ingin keluar harus ada alasan yang tepat dan meyakinkan,akan tetepi kalo ke rumah bibi Salma dan Paman Adi ia diizinkan sesering apapun ketika libur sekolah.

“Kamu senang naik kendaraan umum?”ucap bibi Salma.”senang bi karna Annisa bisa ngerasa bebas sesekali hehehehehe “ucap Annisa.sebenarnya Annisa sedikit takut karna kadang harus duduk ato bahkan berdesakan dengan laki laki dalam bus,tetapi Annisa beruntung tidak pernah mendapat pengalaman itu.”kamu ini nakal” ucap bibi salma sambil mencubit kecil ke perut Annisa, spontan Annisa langsung menggeliat geli sambil tertawa.”bi bi bi ada bus tu “ucap Annisa senang. Bi salma menoleh dan mengulurkan tangan tanda berenti pada bus itu.”salam sama umi dan abi, jangan lupa telfon kalo ada apa apa dan kalo udah sampai rumah juga ya sayang?”kata bi salma sambil mencium kening Annisa.”sippppp …..Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh”ucap Annisa sambil mecium tangan bibi salma takzim .”salam sam paman Adi dan kalau kak ilham telfon jangan lupa suruh telfon Annisa kangen sekali “ucap annisa ketika kan naik bus dan Annisa melambaikan tangan pada bibinya.

Annisa langsung mengedarkan pandangan ke seisi bus melihat kursi yang kosong masih ada atau tidak,sedangkan hampir setengah isi bus melihat Annisa tanpa dia sadari.”ALHAMDULILLAH…….”ucap Annisa melihat ada dua kursi kosong,dia langsung memilh kursi kosong sebelah ibu paruh baya.”permisi bu “ucapnya sambil tersenyum, ibu itu membalas tersenyum pada Annisa.

Annisa melihat kernet bus menuju ke arahnya untuk menagih ongkos dia cepat cepat mengambil uang yang telah bibi Salma berikan dari dalam dompetnya tak lupa dia mengambil ponsel untuk mengabari sahabat sahabatnya bahwa dia sudah dalam perjalanan…karna terlalu sibuk Annisa bingung ketika kernet bus melewatinya dan tidak menagih uang bus padanya…spotan Annisa menoleh ke belakang “Pak saya belum bayar “sambil mengulurkan tangan hendak memberi uang pada kernet bus,”udah dibayar mbak”sambil menunjuk arah kursi sebelah kanan,Annisa menoleh ke arah yang di tunjuk.”Yusuf….”Anissa menutup mulut dengan tangannya seolah dia keceplosan menyebut nama pria itu.

“Terima kasih,ini uang bus saya”Annisa gelagapan menyodorkan uang pada yusuf,”simpan saja”Yusuf tersenyum kepada Annisa…senyuman Yusuf membuat Annisa malu dan mengucap terima kasih sekali lagi tanpa menoleh,hatinya berdebar debar dan takut salah tingkah jadi dia hanya menunduk tanpa menoleh kesana kemari seperti kebiasaannya saat naik bus.getaran ponselnya membuat dia kaget dan mengucap ISTIGFAR..dilihatnya layar ponsel nya rupanya Fitri dan Mira membalas pesannya..”Fit kau akan terima akibat kekonyolanmu nanti,aku bersebelahan dengan yusuf sekarang”tulisku singkat..rupanya itu membuat Mira kaget “apa?yusuf?kok bisa?”sedang Fitri hanya mengirimkan emotion tertawa mungkin dia membayangkan bagaimana salah tingkahnya diriku…belum sempat aku mengetik marah pada Fit dan menjelaskan pada Mira aku dikagetkan dengang ibu disebelahku yang meminta izin untuk keluar karna dia sampai tujuan,aku hanya bisa tersenyum dan merasa sedikit lega karna aku bisa bergeser ke tempat ibu itu agar lebih jauh dari Yusuf dan sebenarnya takut Yusuf mengetahui aku salah tingkah..

Telfonku bergetar entah berapa pesan yang masuk dari kedua sahabatku itu,Mira penasaran kenapa aku tidak membalas dan menyuruhku tenang sedangkan Fitri terus menggodaku untuk ngobrol bersama Yusuf mumpung ada kesempatan.aku tersenyum dan malu melihat pesan kedua sahabatku itu,aku katakan bahwa Yusuf membayari ongkus busku,mereka makin penasaran dan aku sengaja tak meneruskan ingin melihat apa respon mereka dan benar aja mereka langsung menyerbuku dengan banyak pertanyaan.

karna asiknya tak kusadari Yusuf berdiri disampingku..”Annisa boleh aku duduk disebelahmu?”aku kaget mendengar suara Yusuf dan menoleh dan tanpa sengaja kedua mata kami bertemu dan berpandangan…..

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here