Anak Rumahan Bukan Murahan #59

- Advertisement -
- Advertisement -

Hari-hari Gina berseri kembali dan dia tidak mau larut dalam kesedihan yang nantinya membuat bundanya kepikiran.

Pagi ini Gina menyapu halaman sambil bersenandung kecil. Ada sebuah motor lewat di depan rumah Gina, mendengar suara Gina yang merdu orang itu jadi tidak fokus dan melewati lekuk yang ada genangan air, alhasil Gina terkena percikan genangan air tersebut.

Gina terperanjat kaget dan memaki-maki orang tersebut. Orang yang membawa motor itu berhenti Gina dengan cepat memukul tubuhnya dengan sapu bertubi-tubi.

“Ampun, ampun,” pekiknya lirih.

“Makanya bawa motor itu lihat-lihat jangan asal bawa,” seloroh Gina dan terus melayangkan pukulan.

“Bapak,” seru Gina menghentikan aksinya.

“Iya saya, masa hantu,” ketus Rio mengaduh kesakitan.

“Hadehc, makanya jangan cari masalah,” ucapnya ketus berkacak pinggang.

“Makin cantik saja kalo lagi marah,” goda Rio.

Gina menyerngitkan dahi kemudian tersenyum kecut menanggapi ucapan Rio yang sangat tidak nyambung dengan situasi dan kondisi. Gina tergelak, bukan karena dia suka dengan pujian Rio melainkan merasa sangat-sangat lucu.

“Ntar malam saya main ya ke rumah,” ucap Rio menyalakan motornya.

Belum sempat Gina menjawab motor Rio sudah melesat membelah jalan.

Malam harinya selesai shalat isya Rio datang ke rumah tapi rumah Gina gelap gulita, pikirnya mungkin rumah Gina kehabisan listrik.

Rio mengetuk pintu dan mengucap salam tapi tidak ada yang menyahut, Rio menggaruk kepala yang tidak gatal.

“Ke mana nih penghuni rumah? kok rumahnya gelap, apa mereka sudah pada tidur,” gumam Rio mengacak rambut frustasi.

Rio menunggu satu jam lebih tapi tidak ada titik kecerahan akhirnya dia pulang dengan rasa kecewa.

Bersambung

Baca sebelumnya

- Advertisement -

Latest news

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here