Anak Rumahan Bukan Murahan #36

0
76
views
Anak rumahan bukan murahan

“Loh, kenapa ngak di lanjutin Gin?” tanya Rose heran.

“Ngapain main gitar, orang suaramu cempreng udah kayak tong kosong. bikin malu saja,” ketus Gina memanyunkan bibirnya.

“Ahaha, suaraku ini bukan kaleng-kaleng,” balas Rose disela tawa.

Gina jadi ikutan ketawa melihat temannya yang satu ini pedenya tingkat dewa-dewi.

Lanjut …!

“Eh, Cuy, menurut kamu aku cocok nggak sama guru killer itu?”

“Cocok bangat malah,” jawab Rose cepat.

“Aku serius tahu.”

“Aku juga serius.”

“Tapi nggak mungkin deh, mana mau Pak Rio sama aku,” gumam Gina.

“Aku yakin pasti dia mau, orang setiap hari dia culik-culik pandang.”

“Serius.” Gina mencubit bagian perut Rose.

“Aw, bisa nggak sih tidak usah nyubit sekali saja,” pekik Rose sedangkan Gina nyengir kuda kemudian melontarkan kata maaf.

“Cie, anak rumahan cewek tomboy ternyata bisa juga jatuh cinta,” goda Rose.

“Apaan sih, aku tuh cuma nanya doang,” jelas Gina malu.

“Kalau sudah nanya pasti punya maksud.” Rose mulai menyelidik.

“Dasar tukang ngawur,” ketus Gina.

“Dari pada kamu tukang halu,” balas Rose cepat.

Lagi-lagi perut Rose jadi sasaran oleh Gina. Mencubit bahkan menggelitik sehingga Rose tertawa terbahak-bahak dan berseru minta ampun.

“Habisnya pertanyaanmu itu terlalu konyol Gina, haha.”

Setelah bercanda tawa Rose pamit untuk pulang.
Gina menatap punggung Rose yang perlahan menghilang di balik tikungan.

Gina cukup bahagia meskipun dia selalu dilarang orangtuanya untuk main ke luar setidaknya orangtua Gina tidak melarang siapapun yang datang ke rumah selagi orang itu baik orangtua Gina tidak merasa risih.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here