Anak Rumahan Bukan Murahan #35

0
63
views
Anak rumahan bukan murahan

Rio tertawa jahat melihat mimik wajah Gina dan Rose di balik pintu.

“Eeeh, kalian siapa yang suruh duduk?” ketus Rio seraya bertanya.

‘Yah, nih orang selalu saja muncul dalam waktu genting, nggak bisa apa lihat kita tenang sedikit,’ batin Gina geram.

Di gerbang sekolah Aurel selalu saja usil dengan Gina

“Ahaha, kalian di hukum yah, enak nggak dapat tahu dari guru killer itu ….” ledek Aurel.

“Kamu kenapa sih Rel, selalu saja usil sama kita,” bentak Rose kebawa emosi.

“Sudah Ros, ngak usah ditanggapin,” erai Gina.

Aurel memang selalu usil terkadang sifatnya susah ditebak. Entah apa kesalahan Gina sampai Aurel masih saja usil padahal dulukan sudah baikkan dan berjanji tidak usil lagi.

~

“Aduh, kalau di rumah terus bete juga ya,” keluh Gina mondar-mandir sambil mengotak-ngatik hp-nya.

“Aha, aku ada ide.”

[Ros, ke rumahku sekarang.] ketikan sms lewat media sosial terkirim.

Tring!

Pesan masuk dan langsung di baca oleh penerima.

“Wah, gebetulan nih. aku juga bete di rumah.”

Cusssss …!

Rose meraih kunci motor di atas nakas dan bebegas pergi, setelah lima belas menit Rose sampai di rumah Gina.

“Wah, kita mau nyanyi ya Gin, aku mau kok jadi penyanyinya kamu yang main gitarnya,” ucap Rose masih di atas motor dan melihat Gina menyetel gitar yang berwarna biru itu.

“Kita mau nyanyi apa nih?” tanya Rose girang.

Setelah menemukan lagu yang mereka hapal dan pas sekarang mereka mulai menyanyi.

‘Bahagia itu sederhana … bila kamu ada di sisiku ….’

“Stop …!” sergah Gina menghentikan Rose yang lagi keasyikan bernyanyi.

Namun, Rose tidak merespon, dia terus melanjutkan nyanyinya.

‘Kubahagia denganmu, hanya dengan dirimu ….’

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here