Anak Rumahan Bukan Murahan #32

0
74
views
Anak rumahan bukan murahan

Gina berjalan santai menuju kelas. Banyak pria yang menyapanya selain tomboy Gina orangnya juga irit bicara. Dia hanya tersenyum ramah menanggapi sapaan dari para pria.

“Widihhhhhh, senyumnya itu ya, kayak nano-nano gitu, meleleh,” bisik salah satu cowok mengelus dada.

Senyuman Gina membuat orang yang melihatnya takjub dan terasa adem. Gina terus berjalan tanpa sadar dia menginjak kulit pisang dan akhirnya dia terjatuh.

“Aihhh.”

Senyum yang tadinya merekah mendadak menjadi mayun seperti bunga kembang sepatu yang melayu, Sebagian cowok ada yang tertawa geli. Ada juga ingin membantu tapi Gina menepis kasar.

“Dasar sombong, syok-syokan nggak mau dibantu,” umpat Aurel menatap dari kejauhan.

Gina meringgis kesakitan sehingga jalannya sedikit pingcang.

“Sini aku bantuin,” tawar Bayu. Gina tidak mengindahkan tawaran Bayu dan terus berjalan.

“Gina, kamu kenapa?” tanya Rose yang baru datang.

“Jatuh di sana,” jawab Gina singkat.

“Ayo kita ke-UKS.”

“Jangan-jangan, aku tidak mau ntar jadi ribet,” tolak Gina.

Rose membopong tubuh Gina masuk ke kelas.

“Lebay,” ketus Aurel meletakkan tas ke dalam laci meja kemudian duduk.

“Ini orang kenapa, nggak ada hujan nggak ada angin kok nyamber,” geram Gina.

“Lagian siapa sih yang sengaja meletakkan kulit pisang di teras,” desah Gina melipat tangan di dada.

“Aku tahu Gin, itu tuh,” duga Rose menunjuk Aurel pakai dagu.

“Sembarangan saja nuduh orang,” ucap Aurel dengan sorot mata tajam.

Terjadi perdebatan antara Aurel dan Rose. Gina melerai.

“Aurel, kitakan sudah temanan kok malah ngajak ribut sih,” ujar Gina.

“Tahu tuh, nenek lampir.”

“Kamu juga Ros, soal beginian nggak usahlah diperpanjan.”

Aurel berdecak kesal kemudian menghampiri Aren yang baru datang dan langsung mengajaknya pergi.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here